Diswapp Komunitas Hebat Grup Kader Nasional
📆 _Kamis, 31 Agustus 2017_
⏰ _jam 16.00-17.00 wib_
👩⚖ Bersama : Septi Peni Wulandani
Pengantar Materi
PROJECT BASED LEARNING
Assalamu'alaykum wr.wb
Apa kabar ayah bunda HEBAT semuanya? semoga kita semua selalu diberikan nikmat sehat dan semangat dalam membersamai langkah kaki anak-anak kita menuju peran peradabannya. Aamiin.
Menemani ngabuburit ayah bunda pada sore hari ini, kita akan ngobrol bareng tentang "Project Based Learning". Seperti biasanya, saya tidak akan pernah menyampaikan segala sesuatu yang belum pernah saya kerjakan, sehingga sore hari inipun saya tidak akan mengemukakan teori apapun tentang project based learning. Saya hanya akan sharing pengalaman saya dalam menerapkan project based learning ini ke pola pendidikan anak-anak.
Beberapa hal tentang Project Based Learning ini sudah saya tuliskan di blog keluarga kami www.padepokanmargosari.com , maka ada baiknya sebelum masuk forum diskusi, ayah bunda membaca terlebih dahulu satu persatu proses project based learning yang kami jalankan bersama 3 anak kami berikut ini:
1. *Project Based Learning #1*
https://padepokanmargosari.com/2017/03/07/belajar-dari-perjalanan-enes/
2. *Project Based Learning #2*
https://padepokanmargosari.com/2017/03/08/munculnya-sang-integrator/
3. *Project Based Learning #3*
https://padepokanmargosari.com/2017/03/09/menemani-sang-komunikator-berproses/
Selamat menyimak terlebih dahulu, sampai jumpa di forum diskusi, insya Allah jam 16.00-17.00 wib nanti,
Wassalamu'alaykum wr.wb
Salam HEBAT,
/ _Septi Peni Wulandani_ /
*sesi diskusi*
1⃣ pertanyaan pertama dari teh Elma Fitria
Assalamualaikum Bu Septi.
Apakah makna dewasa menurut keluarga Ibu ? Dan bagaimana Ibu dan Pak Dodik menggunakan project based learning sebagai media mereka belajar menjadi manusia dewasa, juga jadi jalan menemukan peran peradabannya ?
✍🏼 jawaban :
Wa'alaykumsalam wr.wb teh Elma.
Bertambah usia itu pasti, tapi kalau dewasa itu pilihan.
Menurut kami dewasa tidak selalu ditentukan dengan banyaknya usia, tapi ditandai dengan kematangan pola pikir dan perilaku, sehingga anak tersebut sudah mampu memikul kewajiban syar'i baik selaku individu maupun sosial.
Kami menggunakan project based learning ini sebagai media agar anak memahami konsep dirinya, menguatkan hubungan dengan sesama, memantik diri mereka jadi changemaker, dan endingnya menguatkan hubungan merrka dengan sang pencipta.
PBL inipun kami lakukan juga selaku orangtua untu berkarya bersama anak-anak membangun team bersama.
Contoh : dalam setahun kami membuat event camping nasional 3 x, yang panitianya full kami berlima, ini PBL ala keluarga kami.✅
2⃣ pertanyaan kedua dari ayah Eko
Terima kasih bunda Yardha...
Bu Septi....
Ketika saya baca perjalanan putra putrinya...kenapa sampah,susu dan robot yg muncul....
Apakah ini berhubungan dg lingkungan atau kondisi yg sdh kita siapkan sebelumnya atau lingkungan yg tersedia saat itu disekitar kita....?
✍🏼jawaban :
Pak Eko, ini berdasarkan passion anak saat itu pak. Kemudian setelah menemukan _passion_, kami menambahkannya dengan _perseverance_ lewat project bases learning. Passion + perseverance inilah senjata kami untuk mendeteksi awal apa sesungguhnya peran hidup anak-anak di muka bumi ini, senjata apa yang sudah diberikan Allah padanya.
Mengapa harus PBL, dari sana anak mulai terlatih untuk melihat isue sosial di sekitarnya,.
Contoh : passion anak di bidang persampahan ➡ kami ajak untuk mendeteksi issue soaial di sekitar kami ttg sampah.
Passion anak ttg sapi dan peternakan ➡ maka kami mengajak anak tetsebut mendekat ke komunitas peternakan dan melihat issue sosial yg muncul
Demkkian juga ttg robot ➡ anak diminta untuk melihat ada issue sosial apa saja seputar anak dan teknologi.
Setelah melihat issue sosial kami mengajaknya bertanya dengan model :
_mengapa?_
_bagaimana jika?_
_mengapa tidak_?
Dari 3 hal tsb muncullah faktor changemaker di diri anal-anak
Selama menjalankan project ternyata berefek anak-anak makin cinta dengan Sang Khalik.✅
👋🏽 tanggapan :
Berarti kita harus sudah punya konsep ya bu ?
✍🏼 jawaban :
Betul pak. Saya dan pak dodik sudah menguatkan home based education sebelum anak-anak lahir, minimal ada values yang sudah kami pegang dan perjuangankan bersama. Values tetsebut terus diterjemahkan dalam pendidikan anak, bisnis, komunitas dll. Sehingga kami menjadi pasangan yang sangat yakin bahwa antar
_mendidik anak, berkarya dan menjemput rejeki itu satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, apalagi dikorbankan_
3⃣ pertanyaan ketiga
Bu Ani Ch
Salam kangen bunda Septi..Saya tertarik dengan ide project based learning, bahkan saya merasa nuansa belajar dengan cara ini perlu diperkenalkan sebelum 10 tahun.
Saya pernah dampingi anak umur 5 tahun yg suka sekali belalang, lalu kita buat proyek 'mengumpulkan macam-macam belalang'. Akhirnya dia menguasai, berbagai spesies belalang bahkan di usianya masih dini. Dia adalah ensiklopedia 'berjalan' ttg belalang. Bahkan mengkampanyekan dunia belalang, walaupun hanya level sekolah dan sekitar rumahnya.
Menurut bunda Septi, apakah bisa dimulai sejak dini, nuansa proyek ini. Saya merasa, proyek sbg sebuah kegiatan 'bertujuan' serta 'terstruktur' prosesnya sangat penting dikenal anak usia dini. Atau mungkin bunda Septi punya pandangan khusus mengenai ini, apa yang bisa atau apa yang belum waktunya?
✍🏼 jawaban :
Salam kangen kembali bunda Ani, kalau bunda yakin bahwa PBL ini akan berjalan untuk anak usia dini silakan dikerjakan bun, nanti kita lihat bekerja dengan baik atau tidak.
Kalau dikeluarga kami, tidak berjalan. Karena PBL yang kami sepakati adalah project team, berkaitan dengan masyarakat, membawa perubahan dan melatih anak-anak menerima segala kehendakNya.
Di keluarga sangat pas ketika usia analk 9-10 th ke atas.
Sebelumnya kami menggunakan pola family forum, tantangan harian dengan durasi 1 jam - max 3 hari dan menanamkan ke 4 hal :
Intellectual curiosity
Creative imagination
Art of discovery and invention
Noble attitude
Inilah pondasi dasar anak untuk masuk PBL. Karena di PBL kami sudah memakai durasi minimal 1 tahun.
Konsep ini saya terapkan di sekolah yang saya bangun, lebah putih ( www.lebahputih.com) jadi anak Kelas TK - kelas 3, konsep tematik, anak kelas 4 ke atas project based
👋🏽tanggapan :
Terimakasih bunda septi, intinya bisa dicoba dulu ya...lalu kita observasi spt apa
✍🏼 jawaban :
Betul karena konsep ini secara fitrah sangat bekerja untuk keluarga kami, tapi belum tentu cocok unt fitrah keluarga lain. Karena ada ruh konsep diri dan ada ruh konsep keluarga yang masing2 berbeda. Tugas kita mencari dan menyelaraskannya, tidak boleh asal copas.
4⃣. Pertanyaan ke empat
Bu Ninin
Apa indikator sukses atau tidaknya PBL?
Dan bu septi kan juga pernah cerita bahwa saat ini anak anak ternyata menekuni hal hal yg agak berbeda dg passion masa kecilnya
Misalnya mba ara yg tdk lagi mengurusi persapi an dan persampahan ... juga yg lain....
Untuk anak anayg yg sudah baligh semua apakah ada perbedaan konsep PBL mereka dg waktu kanak kanak?
✍🏼 jawaban :
Wa'alaykumsalam bunda Ninin, untuk indikator setiap project berbeda-beda. Karena sebelum menjalankan sebuah project, anak-anak kami latih untuk membuat indikator keberhasilan project yang akan dipimpinnya.
Contoh enes dengan sampah : salah satu
Indikatornya adalah belajar memahami berorganisasi dengan teman sebaya.
Ara justru membuat salah satu indikator di moo's projectnya adalah memahami kulturisasi budaya masyarakat desa.
Maka ketika ara menginisiasi untuk pagelaran wayang dalam rangka mengedukasi para peternak agar mau membuat desa incorporation, dia sangat tekun belajar konsep kulturisasi wali songo dan akhirnya menugaskan saya belajar dalang.
Jadi jangan pernah terjebak pada bidang yg ditekuninya. Justru saya konsentrasi pada peran yg dijalankan ara di desa itu.
Saya melihat kekuatan ara adalah sebagai integrator.
Maka setelah aqil baligh, dia membuat project based sendiri di bidang travelearning, Menjalankan peran integratornya ini dengan sangat baik.
Dia kumpulkan para changemaker global untuk bertemu dg para youngchangemaker belahan dunia lain. Untuk saling bertemu.
Sama terampilnya saat dia menemukan para profesor peternakan di kampus dengan para petani di desa.
Peran inilah yang membuat ara terpilih pertukaran pemuda di pilipina dan korea bulan september -oktober nanti unt bertemu dg para changemaker asia
Alhamdulillah selesai
Terima kasih atas kebersamaan teman-teman sore ini.
Terima kasih bun yardha.
*Host* :
Terimakasih banyak ibu Septi Peni Wulandani atas ilmunya sore hari ini , sangat mencerahkan sekali 😊🙏🏻
Mohon maaf bila kami masih banyak kurang dan salah kata.
Terimakasih juga kepada ayah bunda HEbAT semua, para arsitek peradaban yg selalu semangat menimba ilmu.
Sebagai rangkaian akhir diswapp kita sore ini, marilah kita tutup dg membaca istighfar 3x dan do'a kafaratul majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Jazakumullah Khairan Katsira…
Selamat menanti waktu berbuka puasa...
Wassalamu'alaikum...🙏🏼🙏🏼
Bu Septi: Wassalamu'alaykum wr.wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar