Rabu, 21 Juni 2017

Pendekatan Permainan dalam Mengajar Membaca

🍦 *CEMILAN RABU* 🍦

*_Materi #5: Menstimulasi Anak Suka Membaca_*

*Pendekatan Permainan dalam Mengajar Membaca*

🌟Pada hakikatnya membaca adalah proses memahami dan merekonstruksi makna yang terkandung dalam bahan bacaan. 

🌟Kemampuan membaca yang diperoleh seseorang pada tahap membaca permulaan, akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan membaca lanjut kelak.

🌟Karenanya, para ahli merancang berbagai metode permainan untuk mengembangkan kemampuan membaca anak usia dini dalam rangka memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan.

*Berikut adalah beberapa metode permainan membaca yang dimaksud:*

1⃣*Metode sintesis*
Metode ini berdasarkan pada teori asosiasi. Metode ini menekankan pemahaman bahwa suatu unsur (dalam hal ini: unsur huruf) akan bermakna apabila unsur tersebut bertalian atau dihubungkan dengan unsur lain (huruf lain) sehingga membentuk suatu arti.

Unsur huruf tidak akan memiliki makna apa-apa kalau tidak bergabung (bersintesis) dengan unsur (huruf) lain, sehingga membentuk suatu kata, kalimat atau cerita yang bermakna. Karenanya, dalam permainan ini, membaca dimulai dari unsur huruf.

Permainan membaca ini dilakukan dengan menggunakan bantuan gambar pada setiap kali memperkenalkan huruf, misalnya huruf a disertai gambar ayam, angsa, anggur, apel.

2⃣*Permainan membaca metode global*
Metode ini dibuat berdasarkan teori ilmu jiwa keseluruhan (gestalt).

Dalam metode ini, anak pertama kali memaknai segala sesuatu secara keseluruhan. Keseluruhan memiliki makna yang lebih dibandingkan dengan unsur-unsurnya. Kedudukan setiap unsur, hanya berarti jika memiliki kedudukan fungsional dalam suatu keseluruhan.

Contohnya: unsur “a” hanya bermakna, jika “a” ini fungsional dalam kata atau kalimat, misalnya “ayam berlari.”

Maka, metode global memperkenalkan membaca permulaan pada anak yang dimulai dengan memperkenalkan “kalimat.”

Kalimat dalam permainan membaca permulaan ini dipilih dari kalimat perintah agar anak melakukan hal-hal yang ada dalam perintah tersebut, seperti “ambil apel itu”. Permainan ini dapat dilakukan dengan menggunakan kartu kalimat, kata, pecahan suku kata, dan huruf. Kegiatan permainan ini juga dapat dilakukan dengan menggunakan papan flanel dan karton yang dapat ditempel.

3⃣ *Permainan membaca metode _whole-linguistic_*
Dalam pendekatan ”whole-linguistic” permainan membaca tidak dilakukan dengan menggunakan pola kata atau kalimat yang berstruktur melainkan dengan menggunakan kemampuan linguistik (bahasa) anak secara keseluruhan.

Kemampuan linguistik secara keseluruhan akan melibatkan kemampuan anak dalam melihat (mengamati), mendengar (menyimak dan memahami), meng- komunikasikan (mengungkapkan atau memberi tanggapan), membaca gambar dan tulisan yang menyertainya. Dalam menggunakan pendekatan ini, lingkungan dan pengalaman anak menjadi sumber permainan yang utama.

Pendekatan ini juga tidak hanya menfokuskan pada pengembangan bahasa saja tetapi juga intelektual dan motorik anak.

Contoh: pada tema ”tanaman” dengan subtema buah-buahan, orang tua mengenalkan buah apel. Ortu bertanya pada anak tentang pengetahuan buah apel dari segi warna dan bentuk, rasa, jumlah buah apel. Pengenalan membaca permulaan dalam pendekatan _”whole-linguistic”_ ini dilakukan secara terpadu tanpa mengenal struktur pada anak, misalnya setelah anak menggambar atau mewarnai sesuatu, misalnya rumah atau binatang, ortu meminta anak memberi nama dari gambar tersebut dan ortu membantu menuliskan nama dari gambar yang diinginkan anak. Dan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, anak masih diminta untuk menceritakan tentang isi gambar yang telah dibuatnya itu.

*Sumber:*
http://windaulfah-pgsd11.blogspot.co.id/2013/12/metode-membaca-permulaan-di-sekolah.html?m=1

http://www.membumikanpendidikan.com/2015/02/pendekatan-permainan-membaca-dan.html?m=1

http://susipebrianti1300682.blogspot.co.id/2015/12/rancangan-permainan-membaca-dan-menulis_99.html?m=1

*Salam Ibu Profesional*
//Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang//
⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛

Mengapa Wanita Banyak Bicara?

💡Cemilan Rabu 3💡
14 Juni 2017

_Ratna dan Galih bersiap untuk pergi ke resepsi pernikahan sahabat Ratna. Ratna telah membeli gaun baru dan ingin tampil sempurna. Dia memegang dua pasang sepatu, yang pertama berwarna biru, dan yang kedua berwarna keemasan. Kemudian Ratna mengajukan pertanyaan pada Galih, pertanyaan yang paling ditakuti para pria, “Sayang, sepatu yang mana yang cocok untuk gaun ini?”_

_Rasa dingin menjalari punggung Galih. Ia tahu ia dalam kesulitan. “Ahh … umm … yang mana saja yang kamu suka, sayang,” jawabnya dengan tergagap._

_“Ayolah, mas,” desak istrinya dengan tidak sabar. “Yang mana yang lebih bagus … Yang biru atau yang keemasan?_

_“Keemasan!” sahut Galih gugup._

_“Emangnya apa yang salah dengan sepatu biru ini?” tanya Ratna. “Kamu memang ngga suka kan aku beli sepatu ini, Mas!”_

_Bahu Galih melorot. “Kalau kami ngga terima pendapatku, jangan bertanya dong!” katanya. Galih pikir istrinya bertanya untuk menyelesaikan “masalah”, tetapi ketika ia memberikan jawaban, istrinya sama sekali tidak berterima kasih._

🔅🔅🔅🔅🔅

Apakah Bunda pernah mengalami hal serupa di atas? 😊

Jika YA, sampaikan tips ini pada suami Bunda ya. Bantulah suami memahami kebutuhan dan keinginan Bunda dengan cara yang positif.

💡 *TIPS MENGATASI SEPATU BIRU ATAU MERAH* 👠

Apa yang harus dilakukan pria jika mendapatkan pertanyaan “sepatu biru atau merah”?

❎ Tidak “terjebak” memilih
✅ Balik bertanya ➡ “Kamu sudah memilihkan, sayang?”
✅ Puji apapun pilihan akhir wanita

*OTAK DAN BICARA*

Dr. Tonmoy Sharma, kepala pengajar psikofarmakologi di Institut Psikiatri, London, pada tahun 1999 melakukan scan otak MRI. Hasilnya, pria memiliki sedikit titik penting dalam otak untuk fungsi bicara, yaitu seluruh belahan otak kiri aktif, namun MRI tidak dapat menemukan banyak pusat bicara.

Sedangkan pada wanita, keterampilan berbicara berada dibelahan otak kiri depan, dan masih ditambah di area yang lebih kecil dibelahan kanan.

Karena memiliki area berbicara di kedua belahan, selain membuat wanita pandai berkomunikasi, hal ini membuat wanita menikmati berbicara dan banyak melakukannya. Hal ini memungkinkan wanita dapat mengerjakan pekerjaan lain sambil terus bicara ( _multi tasking_ ).

*WANITA BUTUH BICARA*

Otak pria terbagi-bagi dan memiliki kemampuan untuk memisahkan dan menyimpan informasi. Pada akhir hari yang penuh masalah, otak pria yang _mono-tracking_ dapat menyimpan semua masalah tersebut.

Berbeda dengan otak wanita, masalah wanita terus berputar di dalam kepalanya. Satu-satunya cara wanita melepaskan masalah dari kepalanya adalah membicarakan masalah tersebut untuk mengungkapkannya. Karena itu, saat seorang wanita bicara diakhir harinya, tujuannya adalah untuk melepaskan ganjalan hatinya, bukan untuk mendapatkan kesimpulan atau solusi.

*BERPIKIR*

Apa yang dilakukan oleh pria jika mendapatkan tantangan?

Jawaban populer : _“Serahkan padaku”_ atau _“Akan Aku pikirkan”_.

Pria berpikir dalam diam, curhat tanpa suara dengan diri sendiri, dengan wajah nyaris tanpa ekspresi.

*Kelemahan :*
Wanita salah sangka menganggap pria tersebut pendiam, murung dan tidak ingin bersamanya.

Apa yang dilakukan wanita ketika berpikir?

Berpikir keras-keras = berbicara secara acak sekaligus mendaftar segala kemungkinan dan pilihan solusi.

*Kelemahan :*
Pria salah paham menganggap wanita “memberinya” sederet masalah dan mengharapkan solusi. Hal ini membuat pria cemas, marah, atau mencoba memberikan solusi. dalam dunia kerja, pria menilai wanita yang berpikir keras-keras sebagai wanita yang tidak disiplin dan tidak cerdas.

🔅🔅🔅🔅🔅

Dalam sehari, wanita memiliki 21.000 kata yang harus dikeluarkannya. Bandingkan dengan pria yang hanya memiliki ⅓-nya yaitu 7.000 kata. Perbedaan ini menjadi jelas dipenghujung hari ketika pria dan wanita bertemu setelah aktivitas harian masing-masing. Pria yang telah menghabiskan 7.000 katanya di tempat kerja tidak berkeinginan berbicara lagi. Sementara wanita tergantung aktifitasnya hari itu. Jika ia menghabiskan hari dengan berbicara dengan orang lain, mungkin ia telah menggunakan jatah katanya hari tersebut dan hanya sedikit berkeinginan berbicara lagi dengan pria pasangannya (berbicara bagi wanita adalah membangun hubungan). Jika wanita itu di rumah saja bersama anak-anaknya yang masih kecil-kecil, wanita itu akan beruntung jika dia sudah menggunakan 2.000 - 3.000 katanya. Ia masih memiliki sekitar 15.000 kata lagi yang bisa diucapkannya!

Proses wanita berbicara pada pasangan di penghujung hari dengan sisa kata yang ada sering disalah artikan oleh pasangannya sebagai cerewet dan omelan. Hal ini karena pria yang telah kehabisan kata tersebut menginginkan kedamaian dan ketenangan. Masalah muncul ketika wanita mulai kesal karena merasa tidak ditanggapi dan diabaikan.

*Ketika pria tidak berkata apa-apa (diam), serta merta wanita merasa dirinya tidak dicintai.*

Tujuan wanita berbicara adalah bicara.

Tetapi, menurut pria, ketika wanita menceritakan masalahnya tanpa henti maka itu adalah sebuah kode permohonan untuk mendapatkan solusi. Dengan otak analitisnya, pria akan memotong pembicaraan pasangannya dan memberikan solusi.

Kabar baik bagi pria :

*Ketika seorang wanita berbicara untuk mengeluarkan kata-kata yang belum sempat diucapkannya hari itu, dia tidak ingin disela dengan solusi untuk masalahnya. WANITA HANYA INGIN DIDENGARKAN.*

Ketika seorang wanita telah selesai berbicara dia akan merasa lega dan bahagia. Wanita akan menilai pasangannya sebagai pasangan yang hebat karena mau menyimak.

Dengan membicarakan masalah sehari-hari, wanita modern mengatasi rasa tertekannya. Mereka menilai percakapan yang terjalin antara mereka sebagai sebuah hubungan dan dukungan.

74% wanita bekerja dan 98% wanita yang tidak bekerja, menyebutkan kegagalan terbesar pasangan mereka adalah mereka enggan berbicara, terutama di penghujung hari sepulang dari aktivitas.

Generasi wanita sebelumnya tidak pernah mengalami ini karena mereka selalu mempunyai begitu banyak anak dan wanita-wanita lainnya yang dapat diajak bicara dan saling mendukung. Sekarang, para ibu yang tinggal di rumah sepertinya tampak kesepian karena ketiadaan teman bicara. Akan tetapi, dengan kemampuan otak yang luar biasa, wanita dapat belajar keterampilan baru yang dibutuhkan untuk bertahan.

*MEMBUAT PRIA MENDENGARKAN/MENYIMAK*

✅Tentukan waktu
✅Tegaskan bahwa Anda butuh/tidak butuh solusi

_“Sayang, Aku ingin ngobrol denganmu tentang pengalamanku hari ini. Setelah makan malam ya. Aku tidak perlu solusi darimu, Aku hanya ingin Kamu mendengarkanku.”_

Kebanyakan pria akan memenuhi permintaan seperti ini karena jelas waktunya dan tujuannya ➡ sesuai dengan otak pria.

Sebaliknya, jika Anda membutuhkan solusi/masukan, perhatikan :

✅Choose the right time
✅Penuhi kebutuhannya
✅Tegaskan kebutuhan Anda akan solusi

_“Sayang, Aku ingin ngobrol denganmu tentang perkembangan belajar Arya. Setelah Arya tidur ya. Aku butuh masukanmu sayang.”_

*WANITA DAN SUARA*
Penelitian menunjukkan, dalam dunia kerja, seorang wanita yang bersuara lebih dalam dianggap lebih cerdas, berwibawa dan dapat dipercaya. Untuk mendapatkan suara yang lebih dalam, Anda dapat berlatih merendahkan dagu, berbicara lebih lambat dan monoton.

Di lapangan, untuk mendapatkan kewibawaan, banyak wanita yang menaikkan suaranya, padahal hal tersebut justru memberi kesan agresif dan kontraproduktif.

/Tim Fasilitator Bunda Sayang 2/

📚 Sumber Bacaan :
Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps Mengungkap Perbedaan Pikiran Pria dan Wanita Agar Sukses Membina Hubungan,
Allan + Barbara Pease

Mengapa Wanita Banyak Bicara?

💡Cemilan Rabu 3💡
14 Juni 2017

_Ratna dan Galih bersiap untuk pergi ke resepsi pernikahan sahabat Ratna. Ratna telah membeli gaun baru dan ingin tampil sempurna. Dia memegang dua pasang sepatu, yang pertama berwarna biru, dan yang kedua berwarna keemasan. Kemudian Ratna mengajukan pertanyaan pada Galih, pertanyaan yang paling ditakuti para pria, “Sayang, sepatu yang mana yang cocok untuk gaun ini?”_

_Rasa dingin menjalari punggung Galih. Ia tahu ia dalam kesulitan. “Ahh … umm … yang mana saja yang kamu suka, sayang,” jawabnya dengan tergagap._

_“Ayolah, mas,” desak istrinya dengan tidak sabar. “Yang mana yang lebih bagus … Yang biru atau yang keemasan?_

_“Keemasan!” sahut Galih gugup._

_“Emangnya apa yang salah dengan sepatu biru ini?” tanya Ratna. “Kamu memang ngga suka kan aku beli sepatu ini, Mas!”_

_Bahu Galih melorot. “Kalau kami ngga terima pendapatku, jangan bertanya dong!” katanya. Galih pikir istrinya bertanya untuk menyelesaikan “masalah”, tetapi ketika ia memberikan jawaban, istrinya sama sekali tidak berterima kasih._

🔅🔅🔅🔅🔅

Apakah Bunda pernah mengalami hal serupa di atas? 😊

Jika YA, sampaikan tips ini pada suami Bunda ya. Bantulah suami memahami kebutuhan dan keinginan Bunda dengan cara yang positif.

💡 *TIPS MENGATASI SEPATU BIRU ATAU MERAH* 👠

Apa yang harus dilakukan pria jika mendapatkan pertanyaan “sepatu biru atau merah”?

❎ Tidak “terjebak” memilih
✅ Balik bertanya ➡ “Kamu sudah memilihkan, sayang?”
✅ Puji apapun pilihan akhir wanita

*OTAK DAN BICARA*

Dr. Tonmoy Sharma, kepala pengajar psikofarmakologi di Institut Psikiatri, London, pada tahun 1999 melakukan scan otak MRI. Hasilnya, pria memiliki sedikit titik penting dalam otak untuk fungsi bicara, yaitu seluruh belahan otak kiri aktif, namun MRI tidak dapat menemukan banyak pusat bicara.

Sedangkan pada wanita, keterampilan berbicara berada dibelahan otak kiri depan, dan masih ditambah di area yang lebih kecil dibelahan kanan.

Karena memiliki area berbicara di kedua belahan, selain membuat wanita pandai berkomunikasi, hal ini membuat wanita menikmati berbicara dan banyak melakukannya. Hal ini memungkinkan wanita dapat mengerjakan pekerjaan lain sambil terus bicara ( _multi tasking_ ).

*WANITA BUTUH BICARA*

Otak pria terbagi-bagi dan memiliki kemampuan untuk memisahkan dan menyimpan informasi. Pada akhir hari yang penuh masalah, otak pria yang _mono-tracking_ dapat menyimpan semua masalah tersebut.

Berbeda dengan otak wanita, masalah wanita terus berputar di dalam kepalanya. Satu-satunya cara wanita melepaskan masalah dari kepalanya adalah membicarakan masalah tersebut untuk mengungkapkannya. Karena itu, saat seorang wanita bicara diakhir harinya, tujuannya adalah untuk melepaskan ganjalan hatinya, bukan untuk mendapatkan kesimpulan atau solusi.

*BERPIKIR*

Apa yang dilakukan oleh pria jika mendapatkan tantangan?

Jawaban populer : _“Serahkan padaku”_ atau _“Akan Aku pikirkan”_.

Pria berpikir dalam diam, curhat tanpa suara dengan diri sendiri, dengan wajah nyaris tanpa ekspresi.

*Kelemahan :*
Wanita salah sangka menganggap pria tersebut pendiam, murung dan tidak ingin bersamanya.

Apa yang dilakukan wanita ketika berpikir?

Berpikir keras-keras = berbicara secara acak sekaligus mendaftar segala kemungkinan dan pilihan solusi.

*Kelemahan :*
Pria salah paham menganggap wanita “memberinya” sederet masalah dan mengharapkan solusi. Hal ini membuat pria cemas, marah, atau mencoba memberikan solusi. dalam dunia kerja, pria menilai wanita yang berpikir keras-keras sebagai wanita yang tidak disiplin dan tidak cerdas.

🔅🔅🔅🔅🔅

Dalam sehari, wanita memiliki 21.000 kata yang harus dikeluarkannya. Bandingkan dengan pria yang hanya memiliki ⅓-nya yaitu 7.000 kata. Perbedaan ini menjadi jelas dipenghujung hari ketika pria dan wanita bertemu setelah aktivitas harian masing-masing. Pria yang telah menghabiskan 7.000 katanya di tempat kerja tidak berkeinginan berbicara lagi. Sementara wanita tergantung aktifitasnya hari itu. Jika ia menghabiskan hari dengan berbicara dengan orang lain, mungkin ia telah menggunakan jatah katanya hari tersebut dan hanya sedikit berkeinginan berbicara lagi dengan pria pasangannya (berbicara bagi wanita adalah membangun hubungan). Jika wanita itu di rumah saja bersama anak-anaknya yang masih kecil-kecil, wanita itu akan beruntung jika dia sudah menggunakan 2.000 - 3.000 katanya. Ia masih memiliki sekitar 15.000 kata lagi yang bisa diucapkannya!

Proses wanita berbicara pada pasangan di penghujung hari dengan sisa kata yang ada sering disalah artikan oleh pasangannya sebagai cerewet dan omelan. Hal ini karena pria yang telah kehabisan kata tersebut menginginkan kedamaian dan ketenangan. Masalah muncul ketika wanita mulai kesal karena merasa tidak ditanggapi dan diabaikan.

*Ketika pria tidak berkata apa-apa (diam), serta merta wanita merasa dirinya tidak dicintai.*

Tujuan wanita berbicara adalah bicara.

Tetapi, menurut pria, ketika wanita menceritakan masalahnya tanpa henti maka itu adalah sebuah kode permohonan untuk mendapatkan solusi. Dengan otak analitisnya, pria akan memotong pembicaraan pasangannya dan memberikan solusi.

Kabar baik bagi pria :

*Ketika seorang wanita berbicara untuk mengeluarkan kata-kata yang belum sempat diucapkannya hari itu, dia tidak ingin disela dengan solusi untuk masalahnya. WANITA HANYA INGIN DIDENGARKAN.*

Ketika seorang wanita telah selesai berbicara dia akan merasa lega dan bahagia. Wanita akan menilai pasangannya sebagai pasangan yang hebat karena mau menyimak.

Dengan membicarakan masalah sehari-hari, wanita modern mengatasi rasa tertekannya. Mereka menilai percakapan yang terjalin antara mereka sebagai sebuah hubungan dan dukungan.

74% wanita bekerja dan 98% wanita yang tidak bekerja, menyebutkan kegagalan terbesar pasangan mereka adalah mereka enggan berbicara, terutama di penghujung hari sepulang dari aktivitas.

Generasi wanita sebelumnya tidak pernah mengalami ini karena mereka selalu mempunyai begitu banyak anak dan wanita-wanita lainnya yang dapat diajak bicara dan saling mendukung. Sekarang, para ibu yang tinggal di rumah sepertinya tampak kesepian karena ketiadaan teman bicara. Akan tetapi, dengan kemampuan otak yang luar biasa, wanita dapat belajar keterampilan baru yang dibutuhkan untuk bertahan.

*MEMBUAT PRIA MENDENGARKAN/MENYIMAK*

✅Tentukan waktu
✅Tegaskan bahwa Anda butuh/tidak butuh solusi

_“Sayang, Aku ingin ngobrol denganmu tentang pengalamanku hari ini. Setelah makan malam ya. Aku tidak perlu solusi darimu, Aku hanya ingin Kamu mendengarkanku.”_

Kebanyakan pria akan memenuhi permintaan seperti ini karena jelas waktunya dan tujuannya ➡ sesuai dengan otak pria.

Sebaliknya, jika Anda membutuhkan solusi/masukan, perhatikan :

✅Choose the right time
✅Penuhi kebutuhannya
✅Tegaskan kebutuhan Anda akan solusi

_“Sayang, Aku ingin ngobrol denganmu tentang perkembangan belajar Arya. Setelah Arya tidur ya. Aku butuh masukanmu sayang.”_

*WANITA DAN SUARA*
Penelitian menunjukkan, dalam dunia kerja, seorang wanita yang bersuara lebih dalam dianggap lebih cerdas, berwibawa dan dapat dipercaya. Untuk mendapatkan suara yang lebih dalam, Anda dapat berlatih merendahkan dagu, berbicara lebih lambat dan monoton.

Di lapangan, untuk mendapatkan kewibawaan, banyak wanita yang menaikkan suaranya, padahal hal tersebut justru memberi kesan agresif dan kontraproduktif.

/Tim Fasilitator Bunda Sayang 2/

📚 Sumber Bacaan :
Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps Mengungkap Perbedaan Pikiran Pria dan Wanita Agar Sukses Membina Hubungan,
Allan + Barbara Pease

Jumat, 16 Juni 2017

Tantangan Menstimulus Anak Suka Baca #9

22 Ramadhan 1438 H

Hari ini kami tilawah seperti biasa. Saat siang sebelum tidur siang, mamah, aisya dan oza membeca buku "Allah melipat gandakan pemberian sedekah", dengan sub judul Bau harum Masitoh dan Onta juga bisa mengadu. Hikmahnya :

  • Anak-anak belajar tauhid
  • Menyayangi hewan seperti rosulullah 
  • Belajar hak-hak dan adab terhadap hewan
Ini pohon literasi kami di hari ke-9
#Gamelevel5
#Tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#forthingstochangeimustchangefirst





Kamis, 15 Juni 2017

Tantangan Menstimulus Anak Suka Baca #8

20 Ramadhan 1438

Tadi siang kami melakukan aktivitas bersama "Bercerita tentang Nabi Adam AS" . Selain itu kami juga tilawah bersama, sesuai dnegan target masing-masing. Anak-anak menggali hikmah dari cerita Nabi Adam AS, yaitu kita harus taat kepada Allah,tidak melanggar larangan Allah SWT, berbuat baik dengan saudara dan peristiwa pembunuhan pertama di muka bumi.

Aisya suka sekali menempelkan daun mama, ayah, kakak dan miliknya. Ini pohon literasi kami hari ini:

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForthingstochangeIMustChangeFirst

Rabu, 14 Juni 2017

Tantangan Menstimulus Anak Suka Baca #7

19 Ramadhan 1438 H

Ya tantangan hari ke 7 harusnya terkirim kemarin, tapi baru hari ini saya bisa menuliskan. Kemarin saya mendapat pesanan nasi box untuk buka bersama Remas masjid, saat malam aisya rewel, batre hp habis jadi saya offline hehehe

Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, tantangan mendapat job nasi box menjadi tantangan keluarga My Family My Team, sya bersama kakak saya, dibantu anak-anak menyelesaikan tantangan ini. Alhamdulillah sukses ses ses....

Satu tantangan sukeses, bagaimana dengan tantangan menstimulus anak membaca? Ya karena sibuk persiapan saya dan suami hanya sempat tilawah. Kami tidak sempat membaca buku lain. Begitu pula Oza, apalagi Oza kecapaian sejak pagi habis saur tidak istirahat dan ikut belanja ke pasar, saat siang tidur seharian, saat malam ngobrol dengan ayahnya. Aisya tadi malam saat saya tarawih saya bawakan buku dan bolpent untuk corat coret. Ya Aisya membuat kotak-kotak, dia ingin membuat kotak di buku gambar. Berukut ini gambar Aisya saat di masjid

Pohon litersi #7

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForTingsToChageIMustChangeFirst

Selasa, 13 Juni 2017

Tantangan Menstimulasi Anak Suka Baca #6

18 Ramadhan 1438 H

Hari ini kami punya banyak kegiatan bersama. Pagi hari saya dan kakak Oza mengecat papan-papan untuk decoupage, dilanjutkan belajar transaksi keuangan bersama Aisya (membawa uang untuk belanja di sipermarket sendiri), membuat kerupuk gendar dari nasi sisa bersama Oza saat pulang, lanjut PKK RT. Karena banyak kegiatan, anak-anak hanya memiliki sedikit waktu untuk membaca.

Ya stimulus membaca ini dimulai dengan mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Kegiatan kami yang terkait stimulus membaca pada hari ini antara lain:
1. Ayah tilawah Al Qur'an
2. Mama tilawah Al Qur'an
3. Aisya membaca dan latihan menuliskan kembali, kegiatan ini disukai aisya tanpa diminta
4. Oza hari ini mendengarkan murotal, membaca dan menghafalkan Al A'la
Pohon literasi hari ke 5

Kakak Oza murojaah, mendengar, membaca dan menghafal

Aisya membaca dan menulis

#GameLevel5
#Tantangan10hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Senin, 12 Juni 2017

Tantangan Menstimulasi Anak Suka Baca #5

17 Ramadhan 1438 H

Hari ini bertepatan dengan 17 Ramadhan. Alhamdulilah kakak Oza masih berpuasa, walaupun sedang diare. Badannya lemas dan mengeluh sakit perut. Kakak Oza absen tilawah hari ini. Saat siang hari setelah perut Oza mamah beri minyak telon, maman membacakan buku "Aku Anak Cerdas Saat berinternet", Aisya juga membaca buku yang sama. Tetapi Aisya membaca sendiri, setelah dulu pernah mama bacakan buku ini. Anak-anak sangat suka dengan buku ini. Banyaknyang bisa diambil dari buku ini. Anak-anak jadi paham penggunaan inernet, dan berhati-hati, walaupun saat ini mereka belum pernah menggunakan sensiri. Tapi mereka menjadi paham, untuk memiliki akun di sosmes harus berusia 13 tahun.

Buku ini adalah pemberian mbak Maftuha salah seorang peserta matrikulasi batch 3 Jogja. Beliau memberi saya buku ini untuk kenang-kenangan.

Selain membaca buku bersama kami juga bertilawah. Masing-masing dari kami punya target sendiri-sendiri sesuai kemampuan masing-masing.
Alhamdulilah, Ramadhan berkah tanpa Televisi anak tetap bahagia dengan dibacakan atau membaca buku. Ini pohon literai kami




#GameLavel5
#Tantangan10hari
#KuliahBunsayIIP
#forthingstochangeImustchangefirst

Minggu, 11 Juni 2017

Tantangan Menstimulus Anak Suka Membaca #4

16 Ramadhan 1438

Hari ini banyak kegiatan di rumah. Mulai bersih-bersih dapur, menyiapkan beras zakat (menimbang beras),ke pasar, ke tempat Budhe, dan takziah. Semua anggota keluarga terlibat dalam kegiatan week end ini. Anak-anak senang karena mereka merasa bermain saat berkegiatan bersama saya dan ayahnya. Saat takziah karena pemakaman dengan upacara militer, ozapun antosias dalam mengikuti upacara pemakaman tetangga kami. Karena banyaknya aktivitas hari ini, anak-anak hanya sempat membaca sebentar saat pagi, itupun tanpa saya temani. Sedangkan saya hanya sempat tilawah begitupula ayah.

Hari ini Oza dan aisya membaca komik Doraemon bersama mereka berdiskusi sambil cekikikan. Tidak ada foto adegan mereka membaca karena saya sibuk membersihkan kompor. Alhamdulilah sudah 1 minggu TV tidak nyala, jadi anak-anak membaca untuk mengisi waktu longgar selain mereka bermain bersama.

Pohon literasi keluarga Dedi hari ke 4

Kakak Oza memiliki daun terbanyak, ternyata setelah membaca diberi daun itu membuat kakak oza bersemangat membaca.

#Gamelevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Sabtu, 10 Juni 2017

Tantangan Menstimulasi Anak Suka Membaca #3

15 Ramadhan

Hari ini semangat anak-anak membaca agak menurun karena tafi pagi kami sekeluarga ada kunjungan ke rumah teman jadi mungkin lelah, dan sinar matahari yang panas di bulan Ramadhan ini, menguji kesabaran Oza saat melihat Aisya minum es teh hehehe

Ya di seperti ini, yang biasanya mama memberi tawaran maua baca apa, jadi berinisiatif "yuk hari ini kita baca terjemahan Al Qur'an mengkaji tentang beberapa benda di sekitar kita, dan membaca sampai tuntas Majalah Just for Kids yang dipinjam dari Aksa. Jadi kali ini Saya, Oza, dan Aisya membaca bacaan yang sama dan diskusi bersama. Selain tilawah Al Qur'an kami lakukan sendiri-sendiri.

Berikut daftar bacaan yang kami baca bersama:

  • Tentang Besi (QS. Al Hadid 25), lalat (QS. Al Hajj 73), kuda(QS. An nahl 8), kilat (Ar Ruum 24), pisang (Al waqiah 29)
  • Membaca majalah Just for Kids semua tema. Saya bacakan, fiskusi dan tebak-tebakan


Daftar Tilawah :
  • Mama : Juz 29
  • Aisya : Albaqoroh ayat 100-106
  • Ayah : Al-imron
Oza : baru mengaji nanti malam

#GameLevel5
#Tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#ForthingstochangeIMustChangeFirst

Jumat, 09 Juni 2017

Tantangan Menstimulasi Anak Suka Membaca #2

14 Ramadhan

Di hari le dua ini anak-anak masih membaca buku yang sama dengan judul yang berbeda. Sedangkan ayah belum ada yang dibaca selain Al Qur'an. Sedangkan saya asyik membaca materi Home Schooling, dan materi muslimah di Telegram selain menemani anak-anak membaca pastinya. Berikut daftar bacaan kami:
  • Aisya minta dibacakan Doraemon science tentang Katrol dan Roda gandar. Dari sini Aisya jadi tau alat-alat rumah tangga apa saja yang menggunakan Roda gandar sehingga pekerjaan menjadi ringan. 
  • Oza minta di dampingi membaca Doraemon Science tentang pengungkit. Di sini Oza jadi mengerti macam-macam pengungkit dan penggunaannya di kehidupan sehari-hari. Selain membaca komik science Oza juga mengaji seelah sbolat subuh alhamdulilah 1 halaman telah selesai dibaca
  • Ayah 2 hari ini masih mengkaji QS.Imron, selain itu yang dibaca ayah artikel kantor yang ada di email.
  • Mama selain mengaji Al Qur'an Juz 28, mamah mendampingi anak-anak membaca dan menjelaskan matri yang dibaca di kehidupan sehari-hari. Selain itu mama juga membaca artikel tentang HS dan materi muslimah masa kini di telegram. 
Untuk kali ini tidak ada foto anak-anak yang saya ambil, karena saya membersamai mereka, jadi tidak sempat candid. Jadi hanya ada foto pohon literasi keluarga 
Ppohon literasi hari ke dua

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChaneIMustChangeFirst

Kamis, 08 Juni 2017

Tantangan Menstimulasi Anak Suka Membaca #1

Ramadhan 13

Ya tantangan hari ke 1 Menstimulus Anak Suka Membaca Ini dimulai bertepatan dengan Ramadhan ke 13. Ya sejak Bulan Ramadhan kami sekeluarga mempunyai kebiasaan baru yaitu mengaji Al Quran lebih dari biasanya. Termasuk anak-anak Oza dan Aisya.
Sebenarnya saya sudah memulai kebiasaan anak-anak ini sejak mereka kecil. Mulai dengan mendengarkan saya membaca, menceritakan yang di dengar atau menceritakan semua kejadian sehari-hari yang ditemui. Untuk tahap suka membaca aisya yang berhasil, untuk oza yang usia nya lebih tua lebih suka mendengarkan daripada membaca. Berbagai pancingan saya lakukan baik dari buku bertema hobinya atau buku cerita yang disukai. Oza lebih suka dibacakan. Karena memang gaya belajarnya auditory kinestetik. Untuk tantangan ini saya tetap mencoba, oza untuk senang membaca dengan buku-buku baru.
Kami membuat 1 pohon literasi  untuk 1 keluarga, dengan daun yang berbeda. Daun ungu untuk Aisya (4yo), kuning untuk oza (7yo) ayah hijau dan mamah biru. 

Masing-masing akan mendapat daun apabila sudah membaca 1 buku/judul dan 1 aun lagi jika sudah membaca Al Qur an.
  • Aisya (4 yo) hari ini selain membaca Al Qur an, Aisya juga membaca dengan terbata-bata komik science doraemon tentang neraca dan pengungkit dengan didampingi mama. Disini Aisya jadi tau tentang neraca legas dan pengungkit
  • Oza (7yo) selain mengaji Al Qur an Oza membaca komik doraemon, untuk menghibur diri agar tidak bosan karena puasa sehari penuh
  • Mama selain mengaji Al Quran hari ini juga membaca beberapa artikel di grup Hebat dan mendampingi Aisya membaca dan menjelaskan komik science 
  • Ayah hari ini mengaji Al Quran, saat pagi. Tetapi saat daun ditempel bersama anak-anak, ayah sudah berangkat kerja jafi belum tau sampai dimana ayah mengaji hari ini.
Nah itu sekilas tentang pohon literasi hari ini, perlu efforts lebih untuk membuat oza dan ayah lebih semangat membaca.

#gameLavel5
#Tantangan10hari
#KuliahbunsayIIP
#forThingstoChangeIMustChangeFirst

Rabu, 07 Juni 2017

Tahap Perkembangan Membaca Anak Usia Dini

🍯 *Cemilan Rabu* 🍯
*Materi #5:* *Menstimulasi Anak Suka Membaca*

*Tahap Perkembangan Membaca Anak Usia Dini*

📚Membaca adalah salah satu kemampuan bahasa yang penting bagi anak.

📚Membaca juga dapat meningkatkan daya imajinasi anak dan meningkatkan kosakata anak dan masih banyak manfaat membaca lainnya.

📜Berikut tahapan membaca yang dapat dilakukan oleh anak usia dini.

*Tahapan Perkembangan Membaca Anak Usia Dini*

*📖1. Tahap fantasi (Magical Stage)*
Anak mulai belajar menggunakan buku, mulai berfikir bahwa buku itu penting, melihat atau membolak-balikkan buku dan kadang-kadang anak membawa buku kesukaannya.

📖 *2. Tahap Pembentukan Konsep Diri Membaca (Self Concept Stage)*

Anak memandang dirinya sebagai pembaca, dan mulai melibatkan diri dalam kegiatan membaca, pura-pura membaca buku, memberi makna pada gambar atau pengalaman sebelumnya dengan buku, menggunakan bahasa buku meskipun tidak cocok dengan tulisan

📖 *3. Tahap Membaca Gambar (Bridging Reading Stage)*

Pada tahap ini anak menjadi sadar pada cetakan yang tampak serta dapat menemukan kata yang sudah dikenal, dapat mengungkapkan kata-kata yang memiliki makna dengan dirinya, dapat mengulang kembali cerita yang tertulis, dapat mengenal cetakan kata dari puisi atau lagu yang dikenalnya serta sudah mengenal abjad

📖 *4. Tahap Pengenalan Bacaan (Take Off Reader Stage)*

Anak tertarik pada bacaan, berusaha mengenal tanda-tanda pada lingkungan serta membaca berbagai tanda seperti kotak susu, pasta gigi atau papan iklan

📖 *5. Tahap Membaca Lancar (Independent Reader Stages)*

Pada tahap ini anak dapat membaca berbagai jenis buku yang berbeda secara bebas, menyusun pengertian dari tanda, pengalaman dan isyarat yang dikenalnya, dapat membuat perkiraan bahan-bahan bacaan. Bahan-bahan yang berhubungan secara langsung dengan pengalaman anak semakin mudah dibaca

Sumber:

https://ilmupengetahuanibu.com/2016/11/18/tahapan-perkembangan-membaca-anak-usia-dini/

https://yudhistira31.wordpress.com/2008/12/22/tahap-perkembangan-kemampuan-membaca-pada-anak/

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang/

⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛

Minggu, 04 Juni 2017

Menstimulasi Anak Suka Membaca

*Institut Ibu Profesional, Kelas Bunda Sayang, Materi ke #5*

MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA

🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹

Mari  kita mulai dengan bermain peran terlebih dahulu. Bayangkan kita adalah seorang dewasa dengan bahasa yang kita gunakan sehari-hari adalah bahasa Indonesia,   belum pernah mengetahui bahasa mandarin  kemudian tiba-tiba kita diberi Koran berbahasa mandarin dengan tulisan mandarin semua. Apa yang kebayang di benak kita semua?
Pusing?  Tidak tahu maksudnya? Lalu kita hanya melihat-lihat gambarnya saja?

Hal tersebut akan sama halnya dengan anak-anak`yang belum dibiasakan mendengarkan berbagai dialog bahasa ibunya, belum belajar berbicara bahasa ibunya dengan baik, tiba-tiba dihadapkan dengan berbagai cara belajar membaca bahasa ibunya tersebut yang berisi dengan deretan-deretan huruf yang masih asing di benak anak, diminta untuk mengulang-ngulangnya terus menerus dengan harapan anak bisa cepat membaca.

🍒 *KETRAMPILAN BERBAHASA*
Sebelum lebih jauh membahas tentang teknik menstimulasi anak membaca kita perlu memahami terlebih dahulu tahapan-tahapan yang perlu dilalui anak-anak dalam meningkatkan ketrampilan berbahasanya.

🍒 Tahapan tersebut adalah sebagai berikut :

a. Keterampilan mendengarkan ( listening skills)
b. Ketrampilan Berbicara ( speaking skills)
c. Ketrampilan Membaca ( reading skills)
d. Ketrampilan Menulis ( writing skills)

Keempat tahapan tersebut di atas harus dilalui terlebih dahulu secara matang oleh anak. Sehingga anak yang *BISA MENDENGARKAN* ( Menyimak) komunikasi orang dewasa di sekitarnya dengan baik, pasti *BISA BERBICARA* dengan baik, selama organ pendengaran dan organ pengecapnya berfungsi dengan baik.

Mendengarkan dan berbicara adalah tahap yang sering dilewatkan orangtua dalam menstimulasi anak-anaknya agar suka membaca. Sehingga hal ini mengakibatkan anak yang *BISA MEMBACA, belum tentu terampil  mendengarkan dan berbicara dengan baik dalam kehidupan sehari-harinya.*
Padahal dua hal ketrampilan di atas sangatlah penting.
Banyak orang dewasa yang menggegas anaknya untuk bisa cepat-cepat membaca, padahal Anak yang BISA BERBICARA dengan baik, pasti akan BISA MEMBACA dengan baik, tetapi banyak yang mengesampingkan 2 tahap sebelumnya.
Pertanyaan selanjutnya mengapa banyak anak bisa membaca tetapi sangat sedikit yang menghasilkan karya dalam bentuk tulisan, bahkan diantara kita orang dewasapun sangat susah menuangkan gagasan-gagasan kita, apa yang kita baca, kita pelajari dalam bentuk tulisan?

Padahal  kalau melihat tahapan di atas anak yang BISA MEMBACA dengan baik pasti akan BISA MENULIS dengan baik.
Mengapa? Karena selama ini anak-anak kita hanya distimulus untuk *BISA* membaca tidak *SUKA MEMBACA*. Sehingga banyak diantara kita  BISA MENULIS huruf (melek huruf) tetapi tidak bisa menghasilkan karya dalam bentuk tulisan (
MENULIS KARYA)
Terbukti  berdasarkan survey UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia baru 0,001 persen. Artinya dalam seribu masayarakat hanya ada satu masayarakat yang memiliki minat baca. Berdasarkan studi _"Most Littered Nation In the World"_ yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.
Padahal  program membaca  ini tidak hanya digencarkan oleh pemerintah dalam program literasinya, melainkan juga sudah diperintahkan di dalam salah satu kitab suci agama yang sebagaian besar dianut oleh bangsa Indonesia. Disana tertulis IQRA’( bacalah), perintah membaca adalah perintah pertama sebelum perintah yang lain turun.
Mengapa kita perlu membaca? Biasanya jawabannya klise yang muncul adalah agar kita bisa menambah wawasan kita, bisa membuka cakrawala dunia dll.

Jawaban di atas baik, tapi ada yang kita lupakan tentang tujuan  membaca ini yang jauh lebih penting, yaitu agar anak-anak kita lebih mengenal pencipta nya, karena membaca akan lebih membuat anak-anak  mengenal “siapakah dirinya”, maka disitulah dia mengenal siapa Tuhannya.

*MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA*

Sekarang kita akan belajar bagaimana tahapan-tahapan agar anak-anak kita *SUKA MEMBACA tidak hanya sekedar BISA. Agar ke depannya mereka SUKA MENULIS.*

🌼🌸🌼🌸🌼🌸

Kita akan memulai dengan berbagai tahap ketrampilan Berbahasa.

🍒 *TAHAP MENDENGARKAN*

a. *Sering-seringlah berkomunikasi* dengan anak, baik saat mereka di dalam kandungan, saat mereka belum bisa berbicara dan saat mereka sudah mulai mengeluarkan kata-kata dari mulut kecilnya.

b. Buatlah berbagai *forum keluarga* untuk memperbanyak kesempatan anak mendengarkan berbagai ragam komunikasi orang dewasa di sekitarnya.

c. *Setelkan berbagai lagu anak*, cerita anak yang bisa melatih ketrampilan mendengar mereka.

d. *Bacakan buku-buku anak dengan suara yang keras* agar anak – anak bisa melihat gambar dan telinganya bekerja untuk mendengarkan maksud gambar tersebut.

e. *Sering-seringlah mendongeng/membacakan* buku sebelum anak-anak tidur. Jangan pernah capek, meski anak meminta kita mendongeng/membaca buku yang sama sampai puluhan kali. Begitulah cara menyimak,

🍒*TAHAP BERBICARA*

a. Di tahap ini anak belajar berbicara, kita sebagai orang dewasa belajar mendengarkan. Investasikan waktu kita sebanyak mungkin untuk mendengarkan *SUARA ANAK*

b. *Jadilah pendengar yang baik*, disaat anak-anak ingin membacakan buku untuk kita, dengan cara mengarang cerita berdasarkan gambar, apresiasi mereka.

c. Jadilah murid yang baik, disaat anak-anak kita ingin menjadi guru bagi kita, dengan cara *membuat simulasi kelas*, dan dia menjadi guru kecil di depan.

d. *Ajaklah anak-anak bersilaturahim* sesering mungkin, bertemu teman sebayanya dan orang lain yang di atas usianya bahkan di bawah usianya untuk mengasah ketrampilan mendengar dan berbicaranya.

🍒*TAHAP MEMBACA*

a. *Tempelkan tulisan-tulisan dan gambar-gambar* yang jelas dan besar di sekitar rumah, terutama tempat-tempat yang sering di singgahi anak-anak

b. *Tempelkan tulisan/kata* pada benda-benda yang ada, misalnya, tempelkan kata- “televisi” pada pesawat televisi.

c. Buatlah *acara membaca bersama* yang seru, misalnya perpustakaan di bawah meja makan

d. Sekali waktu, *ajaklah* anak-anak ke pangkalan buku-buku bekas, pameran buku dan toko buku

e. Siapkan alat perekam dan *rekamlah* suara anak kita yang sedang membaca buku

f. Biasakanlah *surat-menyurat* dengan anak di rumah. Misalnya , dengan menempelkan pesan-pesan di kulkas atau buatlah parsi (papan ekspresi) di rumah

g. Dorong dan ajak anak kita untuk *membaca apapun* label-label pada kemasan makanan, papan reklame dan masih banyak lagi

h. Berikan *buku-buku berilustrasi* tanpa teks.  Warna mencolok dan menarik akan merangsang minat untuk membaca, sekaligus membangkitkan rasa ingiin tahunya. Selanjutnya berikan buku full teks dengan ukuran huruf yang besar-besar.

i. *Komik* juga menarik sebagai pemancing rasa ingin tahu dan gairah membaca anak (tentunya perlu selektif dalam memilih komik yang tepat).

j. Ajaklah anak *bertemu* dengan pengarang buku, ilustrator, komikus, penjual buku, bahkan penerbit buku.

k. *Dukung hobi anak* kita dan sangkut pautkan dengan buku.
Misalnya, buku tentang perangko untuk anak yang hobi mengkoleksi perangko, buku cerita tentang boneka untuk anak yang suka boneka dan sebagainya

l. *Budaya baca* bisa ditumbuhkan dari ruang keluarga yang serba ada. Ada buku-buku yang mudah diambil anak,  ada mainan anak,  ada karya-karya anak dalam satu ruangan tersebut.

m. Ajaklah anak untuk *memilih bukunya sendiri*, tapi tentunya dibawah bimbingan kita agar tidak salah pilih

n. *Contohkan kebiasaan membaca* dan mengkoleksi buku dengan sungguh-sungguh dan konsisten

o. *Buatlah pohon literasi keluarga*, caranya:
📌Masing-masing anggota keluarga memiliki pohon dengan gambar batang dan ranting, tempelkan di dinding.
📌Siapkanlah daun-daunan dari kertas sebanyak mungkin, setiap kali anak-anak selesai membaca, tuliskan judul buku dan pengarangnya di daun tersebut.
📌kemudian tempelkan di pohon dengan nama anak tersebut.

Cara ini bisa untuk melihat seberapa besar minat baca masing-masing anggota keluarga kita, hanya dengan melihat seberapa rimbun daun-daunan di pohon masing-masing.

🍒*TAHAP MENULIS*

a. *Siapkan satu bidang tembok* di rumah kita, tempelkan kertas flipchart besar disana dan ijinkan anak-anak untuk menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan atau coretan.

b. Berilah kesempatan dan dorong anak kita untuk *menulis  apapun* yang dia lihat, dengar, pegang dan lain-lain

c. *Siapkan buku diary keluarga*, masing-masing anggota keluarga boleh menuliskan perasaaannya di buku diary tersebut, sehingga akan membentuk rangkaian cerita keluarga yang kadang nggak nyambung tapi seru untuk dibaca bersama.

d. *Buat buku jurnal/ buku rasa ingin tahu* anak dari kertas bekas,   ijinkan setiap hari anak menuliskan apa yang dia alami apa yang memunculkan rasa ingin tahunya di dalam buku tersebut.

e. *Hiraukanlah* tanda baca, huruf besar, huruf kecil dll, saat anak-anak mulai belajar menulis. Biarkanlah anak merdeka menuangkan isi pikirannya, hasil bacaannya, tanpa terhenti berbagai kaedah –kaedah menulis yang harus mereka pahami. Setelah anak-anak lancar menulis baru setahap demi setahap ajarkanlah berbagai macam kaedah ini.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang /

📚Sumber  Bacaan :

_Kontributor Anatalogi Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang, Gaza Press, 2014_

_Pengalaman Bunda Septi dalam mengembangkan ketrampilan berbahasa di keluarganya, Wawancara, Kelas Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, 2017_

_Andi Yudha Asfandiyar. Creative Parenting Today : Cara praktis memicu dan memacu kreatifitas anak melalui pola asuh kreatif. Bandung : Kaifa. 2012_

http://www.supernanny.co.uk/Advice/-/Learning-and-Education/-/4-to-13-years/Help.-My-child-doesn’t-like-reading.aspx