Blog ini berisi portofolio selama saya berproses menjalankan misi hidup saya yaitu menjadi manajer pendidikan keluarga. Disini saya belajar dan mempraktekan materi dari Institut Ibu Profesional, dan Fitrah Bassed Education untuk mendampingi anak-anak. Semoga menginspirasi bagi yang membaca
Kamis, 31 Agustus 2017
Bintang Keluargaku #15
Hari ke 15 Tantangan 10 hari
1. Oza masih setia dengan proyek merawat ayam.
Merawat ayam membuatnya selalu berbinar-binar. Membersihkan kandang,memberi makan dan melihat perkembangan ayam. Hari ini dia bercerita kepada mbah kakungnya tentangbperkembangan ayamnya. Saya hanya mendengarkan dari balik puntu. Mbah kakung menanggapi dengan serius.
Oza (O) mbah kakung (K)
O : Kung, ayamku yang satu besar lho kung, bukunya mulai tumbuh, makannya banyak kung.
K : iya, yang besar itu keliatannya jantan
O : iya to Kung? Berarti nanti yang satu bisa bertelur kalau itu jantan dan betina
K : Iya
Oza sedang membersihkan kandang ayam
2. Aisya suka "ngumpul"
Sejak pagi Aisya sudah berulangkali menanyakan, nanti sore TPA ya mah, trus malam takbiran?. Ya hari ini hari Arafah, malam ini takbir keliling di kampung.
Sore gari selepas ashar, Aisya TPA di masjid, saat pulang dia bersama temannya, Ayu. Mereka bermain sepeda, lalu bermain "pasaran", baru selesai saat hampir Magrib. Sebelum Ayu pulang, Aisya dan Ayu janjian nanti malam ikut takbir keliling. Sampai saya menulis ini, Aisya masih ikut takbir keliling dan tidak mau didampingi, karena ingin bersama teman-temannya.
#day15
#Tantangan10Hari
#GameLevel7
#BintangKeluarga
Rabu, 30 Agustus 2017
Bintang Keluargaku #14
Hari ini seperti biasa, Oza membersihkan kandang, memberi makan, menjaga ayam dari panas ataupun dari kekurangan air.
Tapi ada yang beda tadi malam, ayamnya sudah tidak lagi aa di bawah lampu, ayamnya masih dimasukin rumah tapi tanpa lampu penghangat.
Ternyata menurut pengamatan Oza ada yang berubah dari kebiasaan ayam-ayam ini. Antara lain:
1. Si ayam tidur lebih awal
2. Bangun lebih awal
3. Tidak makan di malam hari.
Lalu kamipun diskusi, bagaimana kalau hal itu diterapkan di rumah? Waaah anak-anak protes, karena di malam hari kami lebih sering ngobrol dan main bersama hehehe.
Aisya kembali ke project mengaji 2 halaman, dilanjut dengan bermain peran. Kali ini dia menjadi guru yang mengajar muridnya membaca. Setelah bermain peran, dia bercerita kepada saya untuk dibelikan buku belajar membaca untuk dia gunakan mengajari murod-muridnya (boneka). Dan dia juga bercerita ingin menjadi guru.
#day14
#Tantangan10hari
#GameLevel7
#kuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga
Selasa, 29 Agustus 2017
Mari Memulai Home Education
📕Resume Diskusi Whatsapp denganTema: *MARI MEMULAI HOME EDUCATION*
👩🏫Narasumber: Bunda Deasy dan Ayah Rocky M. Adryanto
🗓Waktu: Jum'at,24/Agustus/2017
⏰ 13:00-14:30
🎙 Host : Bunda Intan Dian
📝 Notulen : Ayah Lukman
➖ *Profil Narasumber HEbAT Community* ➖
☘ Deasy Puspawati
☘ Jakarta, 15 Desember 1978
💝 Menikah dengan Rocky M. Adryanto
💝 Ibu dari Fadhlurrahman Nail Husnayan (11y) dan Syakira Bilhaq (7y4m)
🔹 Tinggal di Bojongsoang, Bandung
🔹 Mengenal dan memiliki minat besar pada dunia pendidikan, sejak mengasuh anak anak TPQ pada sebuah masjid di Surabaya, pertengahan 1998.
🔹 Senang berkolaborasi, bersinergi dan berjejaring sejak mengenal kawan kawan di organisasi Remaja Masjid, tahun 1998 serta perkumpulan lainnya.
🔹 Praktisi Home Education berbasis Fitrah
🔹Pembimbing sebuah PAUD di Bandung
🎙 *Host*
Baik, kita lanjut saja ke materi ya.. Sambil menunggu Bunda Deasy hadir bersama kita disini..
🏡💕
*Mari Memulai Home Education*
_Subject Matter Expert (SME): Bunda Septi Peni Wulandani_
Assalamu'alaikum wr.wb. ayah bunda yg dirahmati Allah SWT
Alhamdulillah, kali ini kita dapat bertemu kembali, untuk belajar bersama-sama membangun pribadi-pribadi yang indah masa depannya. Pertemuan kita kali ini kita akan membahas bagaimana memulai Home Education.
Sebelumnya kita pahami dulu Home Education (HE) adalah kewajiban syar'i kita sbg orangtua.
Bahkan menurut saya justru jadi ilmu wajib bagi para calon ibu dan calon bapak.
Home Education itu dimulai dari satu pemahaman para fasilitator utamanya yaitu kita sebagai orangtuanya.
Beberapa hal yang perlu kita lakukan untuk memulainya, adalah:
1. Berdiskusi secara rutin antara anda dan pasangan tentang konsep HE. Tentukan jadwal khusus untuk anda bersungguh-sungguh membahas hal ini.
2. Seringlah belajar bersama dengan pasangan kita tentang HE, baik dengan silaturahim, ikut seminar, bedah buku dll kemudian segera tentukan apa hal-hal baik yg bisa segera kita terapkan di keluarga kita.
3. Berpeganglah teguh pada Al Quran dan Hadist sebagai acuan utama kita mendidik anak. Yang lain hanya jadikan referensi, jangan justru membuat anda bingung.
4. Belajarlah melihat potensi unik anak-anak kita, kemudian perkuat sisi keunikan tersebut, ingat anak kita adalah "limited edition" hanya kita yang paham, jangan pasrahkan ke orang lain.
5. Mulailah membuat kurikulum untuk anak-anak kita dengan sederhana, mulai dari aktivitas mereka 0-2 th, 2-7 th.
6. Konsep utama HE adalah Iqra' dan thalabul 'ilmi. Jadi urusannya adalah belajar atau tidak belajar bukan sekolah atau tidak sekolah.
-----------------------------------------------
* Materi diringkas dari Materi Pokok 1+2
🎙 *Host*
Alhamdulillah Bunda Deasy dan Ayah Rocky sudah hadir bersama kita semua.. 😍💕
Assalamu'alaikum.. Selamat Datang Bunda Deasy dan Ayah Rocky.. Terimakasih banyak sudah berkenan hadir dalam diskusi whatsapp pada siang hari ini.. 😊🌺
Kami antusias ini adalah tema yg kami tunggu tunggu 😄
*Sekali lagi diberitahukan kepada Ayah Bunda jika ada pertanyaam dapat langsung wapri ke saya ya*
🎙 *Host*
Baik, Bunda Deasy, apakah sudah boleh saya share pertanyaan yg sudah masuk? 😊
Bunda Deasy :Wa'alaikum salam Wr.Wb
Terima kasih banyak bunda Intan dkk, km sdh diundang ke Semarang 🙏🏻😊. Semoga kita semua dalam keadaan sehat wal'afiat
🎙 *Host*
Aamiin ya Rabbal'alamin..Alhamdulillah kami seneng bun bisa sama sama belajar disini dengan Bunda Deasy dan Ayah Rocky.. Barakallah aamiin 😊💞
Baik Bun langsung saja ke pertanyaan yg sudah masuk yaaa.... 😄
📌Pertanyaan
1⃣
💬Bunda Puji - Pekalongan
Bagaimana mempersiapkan home education utk orangtua tunggal dan harus bekerja juga?
Jawab Bunda Deasy :
Secara umum, mempersiapkan HE baik orangtua utuh maupun tunggal, baik yg bekerja publik maupun bekerja di rumah adalah sama saja. Sama sama perlu mempersiapkan diri dari aspek ruhiyah, fisik, psikis, keilmuan serta aspek lainnya yang menunjang pengasuhan berjalan baik. Karena ketika orangtua sudah diberi kepercayaan Allah dititipkan amanah, artinya Allah telah mempersiapkan seperangkat fitrah/potensi untuk mendampingi anak anaknya.
🎙 *Host*
Terimakasih Bunda Deasy atas jawabannya, bagaimana Bunda @puji utami | 🌻 ひまわりknit 🌻 ada yg mau ditanggapi dari jawaban Bunda Deasy? 😊
🎙 *Host*
Baik nampaknya Bunda Puji sedang tidak online saat ini
Lanjut ke pertanyaan selanjutnya ya Bunda 😊
📌Pertanyaan
2⃣
💬Bunda Neny Semarang
Bagaimana menyiasati pembelajaran anak yang tidak bisa dijadwalkan. Jadi misalnya hari ini ingin saya ajak mengamati semut di lapangan, ee..anak saya ga mau. Maunya main rumah2an di rumah. Anak saya umur 4 dan 2 tahun.
Jazakillah khayr nggih bu 🙏🏾
Jawab Ayah Rocky :
Bunda Neny semoga Alloh merahmatinya..
Pada praktek pendidikan anak di rumah, sy berusaha komitmen n konsisten menjadikan anak sbg subjek pendidikan. Penjadwalan adalah kesepakatan antara kita dgn anak. Sy lebih mengikuti kesiapan anak untuk belajar apa, dan menjadikan media belajar sebagai tools utk mencapai tujuan pendidikan. Pd usia 4 th, lbh kami lbh berupaya pada membangkitkan logika dasar dan nalar nya saja. Demikian kiranya. 🙏
🎙 *Host*
Terimakasih Ayah Rocky atas jawabannya, jadi sebaiknya memanh ada komitmen mengenai jadwal ya, jadi saat pembuatan jadwal pun melibatkan anak 😊
Lanjut ke pertanyaan berikutnya
📌 Pertanyaan
3⃣
💬Bunda Ahza - Semarang
Bagaimanakah cara meng HE kan anak sementara saya dan suami biasanya berangkat kerja jam 6.00-16.00 baru sampai rumah kembali.
Anak kami 3.5th kami titipkan di TPA😭, saya sudah ada keinginan untuk resign tapi belun diijinkan suami.
mohon pencerahannya...
Terimakasih banyak atas jawabannya.
Bunda Ahza
Wassalamualaikum wr wb
Jawab Ayah Rocky :
Bunda Ahza, semoga Alloh merahmatinya.
Pertama, HE/ pendidikan dirumah sejatinya merupakan amanah dari Alloh sang pemilik kehidupan ini. Respon kita terhadap amanah ini merupakan indikator iman kita, kalo responnya cepat/ segera iti berarti iman kita kuat, bgtu pun sebaliknya. Bersykurlah... dan sabar..
Tanggung jawab mendidik, membimbing anak kita sesuai fitrah nya tidak bisa di gantikan oleh pihak lain selagi ayah bunda nya ada..
Coba bunda lakukan penilaian ulang, dari sekian harta yg paling berharga yg ada dirumah itu apa? Kalo jawaban nya Anak, masya Alloh.., lakukan segera untuk hadir mendampingi, membersamai, dan membangkit kan fitrah anak bunda.
demikian kiranya. 🙏
Bangun komunikasi dengan suami secara baik &kesabaran penuh, tingkatkan pemahaman akan tanggung jawab aybun sbagai penerima titipan Alloh.
Bila kita berharap anak kita sholeh di mata Alloh, mulak bagi ortunya harus sholeh dimata Alloh pula.
🙏
🎙 *Host*
Jadi ikut tersentuh membaca jawaban dari Ayah Rocky.. Terimakasih.. Mudah mudahan kita semua bisa selalu melakukan yg terbaik utk membersamai anak anak yg merupakan amanah dari Allah.. 💕 aamiin
🎙 *Host*
Adzan Ashar sudah berkumandang, mari kita break dulu ya untul sholat
🎙 *Host*
Alhamdulillah mari kita lanjut ya Diskusi Whatsapp nya.. Ada 2 pertanyaan lagi yg belum terjawab.. Terimakasih banyak Bunda Deasy dan Ayah Rocky yg sudah bersedia bersama kami sampai selesai..
📌 Pertanyaan
4⃣
💬Bunda Novita - Semarang
Bagaimana trik agar kita bisa mulai menerapkan home education dengan berbagai faktor kesulitan intern (misal sibuk dengan pekerjaan rumah tangga,jarak usia anak dekat 7bln&2thn yang menguras tenaga) dan ekstern yaitu saudara dan mertua yang tidak setuju
Jawab Bunda Deasy :
Bunda Novita yang baik..., salam silaturrahim 🙏🏻😊. Semoga bunda dan suami senantiasa Allah beri kekuatan dan kesabaran dalam menjalankan amanah mulia ini.
Kondisi bunda jamak dialami oleh bunda bunda yang lain, semoga bunda tetap optimis dan rileks bahwa kita tidak sendiri mengalaminya. Sama seperti jawaban suami saya di atas, mari kita bangun komunikasi dengan pasangan secara baik&penuh kesabaran. Bangkitkan pemahaman bahwa amanah ini tidak hanya menjadi tanggungjawab bunda seorang, tapi bersama dg suami. Ridho dan bersykurlah atas ketetapan Allah bahwa bunda diamanahi 2 anak yg lucu, sehat, cerdas, baik, periang. Dan nikmatilah kondisi bunda saat ini, krn kelak kita akan kehilangan moment indah kebersamaan ini. Anak anak kita terus tumbuh dan berkembang. Kelak kelucuannya akan kita rindukan, kelak lincah pola lakunya akan kita impikan, dan kelak mereka akan meninggalkan kita.
Trik terbaik berasal dari bunda & suami yang membersamai sehari hari. Amati, rasakan, dengarkan, dan serap hal yg paling mudah dan urgen untuk kita lakukan dalam memulai HE, baik bersama suami maupun anak anak. Jika keluarga kita sudah memiliki nilai, pola serta kesepakatan dalam menjalankan HE dan itu telah menguat, insya Allah pihak luar tidak akan mempengaruhi langkah kita.
🎙 *Host*
Iya ya Bunda Deasy, tumbuh kembang anak tidak akan terulang, mari kita menikmatinya, kualitas waktu bersama anak ditingkatkan 😊💞.. Benar benar mengena nih jawaban dari Bunda Deasy.. Terimakasih...
Nah pertanyaan terakhir cocok nih jadi penutup bun
📌 Pertanyaan
5⃣
💬Bunda Nisa - Pekalongan
Pengalaman selama HE,apa suka duka nya ? Terimakasih bun😊
Jawab Bunda Deasy :
Insya Allah akan jawab berdua ya bun, krn bisa jadi saya dan suami punya pengalaman berbeda...apalagi anak anak kami luar biasa "mennggoda" lincahnya 😀
Kalau saya, banyak suka nya Bun Nisa 😍😍😍
🎙 *Host*
Waaah asik nih jawaban suka duka dari kacamata Bunda dan Ayah praktisi HE 😍
Jawab Bunda Deasy (kompilasi) :
Duka dalam perspektif sedih kali ya...
Sedih kalau jagoan jagoan sy murung, sakit, luka, nggak ceria. Krn keduanya setiap hari teh aktif banget. Senang bergerak, senang berkreasi, apa aja jadi bahan belajar&bermain. Masing masing juga punya keunikan yang Masya Allah...menakjubkan (sy yaqin anak anak ayah bunda juga demikian). Dari waktu ke waktu Allah menunjukkan suatu perkembangan yg tidak kami sangka sangka dlm diri anak anak... Alhamdulillah. Rasanya Allah sayang banget sama kami, padahal kami masih banyak kekurangan 😔🙏🏻
Duka/sedih lainnya, jika perasaan&pikiran kami sedang tidak stabil...dan ini mesti kami terima dan akui. Kadang emosi atau suara yang meninggi membuat anak anak tidak nyaman dengan saya (terutama), kalau sama ayahnya mah...anak anak happy terus 😀👍🏽👨🏻👦🏻👧🏻😍
Sukanya: banyak..., sulit diungkapkan satu persatu.
- Yang utama, kami merasa Allah begitu dekat&sayang lewat keajaiban keajaiban yg Allah titipkan kepada anak anak kami.
- Insya Allah fitrah dan potensi anak anak tumbuh sebagaimana mestinya, mudah2an demikian pula hingga mereka Aqil Baligh
- Kami makin merasa yakin bahwa HE itu bukan beban, tapi rute kehidupan yang mesti kami jalani.
- Kami juga yaqin dg janji janji Allah terhadap hambanya yang memenuhi panggilanNya.
- Makin kita bersyukur terhadap anak anak, makin banyak Allah limpahkan rezeqi
Pokoknya banyak deh sukanya ❤❤❤😀
Jawab Ayah Rocky (kompilasi) :
Sukanya..
Gairah untuk terus belajar meningkat bun.., gairah untuk mengutuhkan fikiran, perasaan, secara spiritual jg meningkat, cara berfikir thd anak jadi naik level bun.., sebelumnya memahami anak sbg beban, sekarang memahami anak sebagai aset ☺
Sukanya juga sy jd lebih pede karena sudah menunaikan kewajiban utama sbg aybun , dan anak2 konfirm akan hal itu..
Suka nya juga HE menjadi media saya menghantarkan kedewasaan dalam beradab, berilmu dan berkebajikan.
Sukanya anak2 menemukan dan menikmati jati dirinya pada masanya..
Anak sy faham bahwa dia belajar bukan untuk menjadi yang dia pelajari, tapi belajar untuk memahami peran utamanya sbg 'abdillah.
Dukanya... apa ya.. 😃
🎙 *Host*
Wah wah bikin makin semangat membersamai anak jadinya ya baca jawaban dari Ayah Rocky dan Bunda Deasy 😃💞...
Nah Ayah Rocky duka nya apa nih dari kacamata seorang Ayah? Apa terlalu banyak suka nya ya jadi rintangan terhempaskan jauuh sehingga tidak terasa menjadi duka 😊
Jawab Ayah Rocky :
Iya betul begitu bun..☺
Umumnya dari eksternal, contoh orang tua kebetulan akademik mainded.
Alhamdulillah setelah dikomunikasikan secara perlahan, penuh keyakinan, mereka mereka pun mendukung karena sejatinya orangtua nyalah yg bertanggung jwb akan pendidikan anak nya..
Contoh lain tatkala minimnya biaya/ keuangan untuk memfasilitasi kegiatan anak2. Ternyata yang muncul bukan duka melain kreatifitas kita sbg aybun dan anak untuk membuat fasilitas yg lain agar tujuan pendidikan tercapai. Itu semua kembali pada komitmen & konsistensi kita pada tujuan.
🎙 *Host*
Subhanallah gak terasa sudah pukul 16:50 😄 waktu yg tercurah cukup lama nih dari Bunda Deasy dan Ayah Rocky..
Penjelasan2nya dari hati sehingga saya yg membacanya pun ikut menemukan gairah, spirit, semangat utk terus ikhtiar memperbaiki diri dan membersamai anak.. 😊💞 semoga Allah lancarkan..
Terimakasih ya Bunda Deasy dan Ayah Rocky... Semoga ilmu, dan segala kebaikannya dibalas oleh Allah SWT
Semoga gak kapok ya mampir ke semarang.. Jika sedang bertugas atau berlibur ke semarang hubungi kami yaa Aybun.. Mudah mudahan bisa bersilaturahim 😊💞
Haturnuhun pisan.. Jazakullah khairan katsiran.. Semoga sehat bahagia berkah selalu bersama keluarga.. Barakallah..
🎙 *Host*
Demikian diskusi whatsapp dengan judul *Mari memulai Home Education* waktu yg panjang sekali ini.. Tapi Ayah Rocky dan Bunda Deasy berkenan berbagi disini ya senangnya 😃😃.. Alhamdulillah.. 😊💞
Jawab Ayah Rocky :
🙏 terimakasih ayah bunda HEbAT semarang atas kesempatan nya untuk berbagi.
Mohon maaf atas segala kekurangan nya.
🎙 *Host*
Kami bersyukur aybun, semuanya terasa lebih malah..😊 puas dengan jawaban jawabannya..
🎙 *Host*
Mudah mudahan kita berjumpa lagi ya di diskusi whatsapp pekan depan dengan tema lain dan narusmber lain In sya Allah..
Salam semangat membersamai Anak mencapai Ridha Allah SWT Ayah Bunda HEbAT 😊
🎙 *Host*
Selamat melanjutkan aktivitasnya kembali Ayah Rocky dan Bunda Deasy dan Ayah Bunda HEbAT
🎙 *Host*
kita tunggu catatan resume nya dari Ayah Lukman ya yg bertugas sebagai notulen di kesempatan kali ini 😊
Saya sebagai host undur diri ya..
Wassalamu'alaikum wr.wb
🎙 *Host*
Mari kita akhiri dengan bacaan doa penutup majelis
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.
Menumbuhkan Fitrah Bakat Anak
🍎🍏 *Cemilan Rabu* 🍏🍎
*Materi 7 : Semua Anak adalah Bintang*
*Menumbuhkan Fitrah Bakat Anak*
👑 Setiap anak terlahir unik dan membawa peran hidup masing-masing (fitrah bakat).
🌟 Abah Rama Royani, yang mengembangkan _talents mapping_, secara sederhana menyebut fitrah bakat adalah fitur unik, yaitu potensi produktif seseorang, dan dapat dilihat secara sederhana pada aktivitas yang dikerjakan dengan _easy, enjoy, excellent, earn_ (4E).
👨👩👧👦 Tugas orang tua adalah menjadi fasilitator dan partner yang menumbuhkan dan mengapresiasi fitrah yang mereka miliki.
Fitrah anak bisa jadi akan cedera jika orang tua menitipkan mimpi mereka kepada anak-anak mereka. Misalnya, orang tua mengharuskan anak mengikuti jejak orang tua menjadi dokter, memimpikan anak mereka menjadi pegawai negeri karena mendapatkan tunjangan pensiun, dan harapan-harapan yang lain yang sejatinya itu bukan "diri" mereka. Bisa jadi anak-anak tersebut memang hebat dalam bidang tersebut ( _easy_ dan _excellent_), akan tetapi mereka belum _enjoy_ dalam menjalaninya.
🏆 Bakat bukan hanya keistimewaan fisik seperti olahraga, memasak, menari, dsb, akan tetapi bakat juga terkait keistimewaan sifat seperti suka mengatur suka meneliti, suka berkomunikasi, suka memimpin, dan sebagainya.
📝 Usia 0-7 tahun
Bagaimana menemukan bakat anak? Caranya adalah dengan terus mengamati dan mendokumentasikannya. Dalam tahapan usia ini, berikan ragam aktivitas dan wawasan.
🗒 Usia 7-10tahun
Pada tahapan usia ini anak perlu memetakan bakat dan membuat _visioning board_. Serta memperbanyak gagasan dan aktivitas pada klub, proyek maupun _visiting_ agar dapat ditemukan bakatnya ketika usia 10 tahun
💡Usia 10-14 tahun
Usia ini merupakan _golden age_ bagi fitrah bakat karena anak berada pada masa pra-aqilbaligh agar mandiri dan berkarya ketika mereka berusia 14-15 tahun. Untuk membangkitkan fitrah bakatnya adalah dengan disiplin dan konsisten. Bimbing anak agar menemukan bakat yang merupakan panggilan hidupnya dengan magang, belajar bersama maestro atau _projects based talents_.
💫 Usia >15tahun
Diharapkan pada usia ini sudah menemukan peran spesifik peradaban.
⭐ Semua anak adalah bintang, biarkan anak bersinar terang dengan cahaya mereka sendiri. ⭐
Salam Ibu Profesional,
/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang/
Sumber Bacaan:
Fitrah Based Education, 2016, Harry Santosa, Millenial Learning Center
Bintang Keluargaku #13
Senin, 28 Agustus 2017
Bintang Keluargaku #12
Hari ini Oza masih merawat ayamnya, memberi makan, memberaihkan kandang dan mengajak ayamnya bermain. Oza saat ini sedang belajar pengelompokan hewan berdasarkan makanannya, lalu dia meneliti, ayamnya herbivora atau omnivora?
biasanya ayamnya makan pelet yang terbuat dari bekatul, kali ini ayamnya dicoba diberi oza cicak kecil, yang Oza dapat dari dinding. Ternyata anak-anak ayam ini berebut cicak. Dan ...hap langsung habis.
Dan jadinya ayam termasuk apa kak? Ternyata ayam omnivora.
#day12
#Tantangan10hari
#GameLevel7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga
Minggu, 27 Agustus 2017
Bintang Keluargaku #11
Sampai hari ke 11, Oza masih suka dengan projeknya betrnak ayam. Kali ini Oza mengamati perbedaan antara kedua ayam. Ayam pertama A perutnya lebih besar daripada ayam ke 2 B. Perutnya lebih besar karena makannya lebih banyak.
Saat tadi kami berjalan-jalan melihat kambing kurban, Oza mengamati ayam jantan dan betina yang sedang bermain bersama. Kata Oza "nanti ayamku kalau besar seperti itu ya mah"
#day 11
#Tantangan10hari
#GameLevel7
#kuliahbunsayiip
#BintangKeluarga
Sabtu, 26 Agustus 2017
Bintang Keluargaku #10
Alhamdulilah sudah sampai day 10, masih semangat menjalaninproyek, prok prok prok untuk Oza. Masih merawat ayam, membersihkan kandang, memberi makan. Tadi dia bercerita tentang pertumbuhan ayamnya. Antara lain:
a. Bagian leher lebih besar
b. Ukurannya lebih besar
c. Sayapnya lebih lebar
Itu tanda kalau ayamku tumbuh
Alhamdulilah
2. Aisya dengan proyek mengaji 2 halaman per hari
Masih istiqomah sampai hari ini
#tantangan10hari
#GameLevel7
#Bintang Keluarga
Jumat, 25 Agustus 2017
Bintang Keluargaku #9
Hari ini seperti biasa, sejak bangun tidur setelah sholat subuh, oza langsung mengeluarkan jandang ayamnya, membersihkan kandang ayam sekaligus memberi makan ayam. Sayangnya hari ini tidak ada pictures, karena saya bersiap penganian sejak pagi hari.
Semakin memiliki konsep untuk diirinya sendiri, bagaimana belajar dan bagaimana caranya dia mengatur waktu dan bertanggung jawab untuk piaraannya.
2.Proyek Aisya mengaji 2 halaman
Alhamdulilah Aisya masih terus mengaji 2 halaman apapun keadaan dia, baik lelah, mengantuk ataupun sakit.
#day9
#tantangan10Hari
#Gamelevel7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga
Kamis, 24 Agustus 2017
Bintang Keluargaku #8
Sampai saat ini, Oza masih rajin merawat ayamnya, memberinya makan dan membersihkan kandang setipanpukul 06.30WIB. Kalau anak seusianya sedang berangkat sekolah, dia merawat ayam. Hal ini adalah kegiatan yang ia sukai dan menurut Oza jika suka maka tidak akan lelah.
Rabu, 23 Agustus 2017
Bintang Keluargaku #7
"Biarkan anak-anak menghabiskan jatah gagalnya, pada waktu kita masih sehat dan bisa membantu mereka " Dodik Maryanto
Itu kata-kata Pak Dodik yang saya ingat, saat kami dulu bertemu di salah satu acara CBE.
Itu yang erjadi pada Oza saat ini. Tadi malam ayam-ayamnya sehat, dan tiba-tiba di pagi hari 2 ayamnya mati. Sedih...pasti, dia sudah merasa merawat dengan benar dan baik, tapi Allah berkehendak lain, ya ini belajar di ranah penciptaan. Menyadari bahwa Allah yang menjadikan ayam-ayam itu hidup dan mati. Oza paham benar, tentang kematian ayam ini. Dia tetap bangkit dan merawat ayam-ayam yang masih hidup.
Makan pagi sambil menunggui ayam
2. Aisya dengan meronce
Hari ini Aisya ingin meronce bangun datar. Sambil mengenal bangun datar. Ada 3 yang dikenalnya kotak, lingkaran dan segitiga. Aisya mendapatkan pelajarn ini di sekolah, dan meminta saya untuk menyiapkan bahannya untuk dibuat di rumah (ranah interpersonal)
#day7
#tantangan10hari
#GameLevel7
#kuliahbunsayiip
#bintangkeluarga
Selasa, 22 Agustus 2017
Bintang Keluargaku #6
Seperti biasa hari ini oza sejak pagi merawat ayamnya, saat memberi makan, fia baru tahu ternyata pakan ayamnya habis. Lalu dia bilang kepada saya "mah, pakan ayamnya habis, nanyi beli ya?pakai uangku yang aku titip ke mamah kemarin". Saya jawab " sudah habis to kak? Kemarin kita beli berapa ya?" Oza menjawab "Beli setengah kilo, 4000", Saya tanya lagi "berarti setengah kilo buat berapa hari kak?", Ozapun lalu menghitung sejak pertama kali beli, "berarti 5 hari mah" jawaban Oza. Math arround us". Ya, itu tema game level 6, tapi bisa untuk menguatkan konsep di tantangan sekarang.
Setelah itu kami jalan-jalan ke pasar beli pakan ayam. Oza membawa uang Rp. 8.000,- untuk membeli 1 kilogram BR16. Saya hanya menunggu di luar kios pakan ayam. Oza bertanya dan membeli sendiri pakan ayam. Di sini dia belajar ranah inter personal, dan dia berhasil.
Setelah sampai rumah, Oza langsung memberi pakan ayamnya.
Foto saat menyimpan pakan ayam, belajar motorik halus juga
2. Aisya sekarang suka bermain peran.
Setelah proyek belajar membaca Al Qur'an, Aisya saat ini sedang sangat suka bermain peran. Sehari bisa 4 jam bermain peran, sayangnya saya dan ayahnya hanya bisa mendengarkan dari balik kamar, karena tidak ada seorangpun yang boleh ikut unuk bermain peran bahkan melihatnya. Saya mendengar dia menjadi guru, ibu dan menjadi panitia lomba 17 san. Jadi saat dia menjadi peserta lomba ternyata dia mengamati mbak-mbak panitia. Lalu di rumah dia menjadi panitia lomba dan boneka-bonekanya menjadi pesertanya hehe
Foto aisya saat menjadi mbak panitia yang mencatat pendaftaran.
#day6
#GameLevel7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga
Senin, 21 Agustus 2017
Bintang Keluargaku #5
Yang jelas Oza berbinar beternak ayam, dan membuat dia ingin tahu banyak tentang ayam.
Minggu, 20 Agustus 2017
Bintang Keluargaku #4
A. Oza dengan proyek beternak ayam
Sabtu, 19 Agustus 2017
Bintang Keluargaku #3
1. OZA dengan project beternak ayam
Hari ini seperti biasa oza membersihkan kandang di pafi hari. Saat malam, memberi lampu penghangat, dengan mata bersinar melihatboolah ayam-ayam itu yang saling berdesakan, berebut makanan dan berebut di bawah lampu. Kata Oza "mah, ayamku sudah bertambah berat lho dari hari pertama, soalnya tadi aku beri makan banyak lho mah".
Tadi siang kami jalan-jalan ke daerah klero Tegalwaton, di sana kami mendapati 4 kandang peternakan ayam yang cukup besar. OZA bertanya"mengapa kandang harus di tengah kebun yang sepi?" Ayah menjelaskan "agar baunya tidak mengganggu tetangga-tetangga kita".Oza mengatakan "Ya aku akan membeli tanah di wilayah ini, yang masih banyak kebunnya untuk ternak ayam".
Kami asah melek perubahan Oza, melihat tetangga kami yang beternak ayam di rumah, yang baunya ke mana-mana, kami menunjukkan cara beternak yang lebih baik. Tidak hanya berpikir keuntungan pribadi retapi menumbuhkan inter personal dengan orang lain.
Jumat, 18 Agustus 2017
Aku Ingin Beternak Ayam
Oza mendapat kandang ayam hadiah dari mbah kakung, hm...Oza senang sekali. Lalu dia membeli anak ayam yang ada dipinggir jalan sebanyak 4 ekorambil harganya @5000 jadi Oza mengambil uang dicelengannya sebesar 20.000, ditambah lagi beli pakan ayam BR 16 seharga 4000,oiya oza juga membeli lampu untuk menghangatkan anak-anak ayam pada malam hari. Semua perlengkapan disediakan sendiri. Dia suka sekali malakukan ini. saat saya tawarkan bantuan finansialpun dia menolak, Dia ingin ayam ini benar-benar ayam miliknya.
Saya tanyakan kepadanya apa motivasi dia merawat anak ayam:
1. Karena ayam juga makhluk Allah jadi harus dirawat dengan baik
2. Ingin belajar beternak ayawat am
3. Ingin mengembangbiakan ayam
Selama merawat ayam, Oza mengurangi kegiatannya bersepeda. Sehari dia hanya sibuk menurusi ayam. Mulai membersihkan kandang, memberi makan, memberi minum dan menjaga kandang dari tikus di kebun.
Dari apa yang dilakukan Oza dapat saya simpulkan:
1. Melek Spiritual : latar belakang adalah merawat makhluk Allah
2. Intra Personal : Memahami keinginan dirinya dan berusaha untuk mewujudkan keinginannya itu.
3. Inter Personal : Mencari tahu cara merawat ayam dari mbah kakung dan ayah, meminta bantuan saat kebingungan merawat ayam-ayamnya.
4. Change Factor : Belajar dari kegagalan. sekarang melakukan perawatan dengan lebih Profesional.
Berbeda dengan Oza, Aisya juga suka melihat project kakaknya. Dia mengamati ayam-ayam yang dirawat kakak. Lalu menggambarnya di bukunya tanpa saya minta. Hanya minta tolong kepada saya bagaimana cara menggambar paruh.
Gambar Aisya setelah melihat ayam Oza, dengan modifikasi warna.
Aisya mulai terasah di ranah intrapersonal, mengungkapkan apa yang ada di pikirannya, anak ayam yang berwarna warni berada di dalam kandang. Aisya sudah bisa menulis tapi menurut dia saat ini, kalau harus menulis bnayak dan lama dia pusing jadi dia lebih suka menggambar apa yang ada di pikirannya
#day2
#Tantangan10hari
#GameLevel7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga
Kamis, 17 Agustus 2017
Aku Ingin Begini Aku Ingin Begitu....
Ya....anak-anak sesusia Oza (8 tahun) Aisya 4,5 tahun memang sedang masanya gonta ganti cita-cita. Sesuai Fitrah Based Education, anak-anak akan tour the tellent pada usia itu, dan ingin mencoba semua yang dia lihat. Hal ini adalah wajar, baru saat usianya di atas 10btahun kita bimbing mereka fokus ke bakatnya yang paling berbinar.
Selama 1 tahun 6 bulan ini, Oza menjalani Home Schooling dengan metode fitrah Based Education. Selama itu Oza melakukan banyak percobaan, tertarik dengan banyak hal, sehingga fitrah bakatnya terlihat.
1. Oza ingin menjadi Chef
Karena cita-citanya ini, Oza pernah berjualan juice jambu, pernah berjualan snack, dan sekarang berjualan nasi box, ini masih berjalan sampai sekarang. Dalam seminggu Oza akan praktek1 resep baru.
2. Oza ingin beternak
Hewan-hewan yang pernah dirawat oza, ada kucing, hamster, ikan, cacing, yuyu, lele dan kura-kura. Untuk mengumpulkan informasi Oza mencari buku, google bahkan mendatangi langsung para peternak. Next Project Oza ingin merawat ayam.
3. Oza ingin buka bengkel
Yang jadi bajan percobaan, sepedanya Oza sudah berulang kali dibongkar pasang, gonta ganti aksesoris. Selain itu motor saya juga diamati, di panasi mesinnya dan diteliti tiap bagian. Tempat nongkrong paling betah di bengkel motor. Idolanya Shoichiro Honda, dan akan menjadi nama bengekelnya kelak.
4. Masih ada lagi cita-cita yang lain seperti dokter dan polisi hehehe
5. Ingin menjadi petani, dengan menanam ketela pohon,pohon pepaya, pohon markisa pemberian Pak Dodik.
Dari semua aktivitasnya, terlihat bakat sifatnya antara lain
1. Suka melayani atau Belief baik kepada sesama manusia ataupun dengan makhluk hidup lain seperti hewan dan tumbuhan.
2. Reatorative atau pemulih, senang mengotak atik barang yang tidak berfungsi atau berfungsi tetapi tidak maksimal untuk normal kembali
3. Deliberative atau waspada : teliti dan berhati-hati, suka memeriksa rumah sebelum tidur atau sebelum pergi
4. Arranger atau pengatur suka menjadi pimpro dan membagi tugas
5. Konsisten, patuh pada aturan dan akan mengkritik siapa pu yang melanggar termasuk mbak, ayah, mamah, tante
6. Achiever atau pekerja keras, semboyan Oza kalau senang itu nggak capek
7. Analitically, saat meneliti suka sekali dengan fakta dan menghubung-hubungkan kejadian Satu dengan yang lain
8. Learner saat menemui hal baru langsung ingin tahu
9. Input suka mengumpulkan informasi
10. Positivy atau Periang
11. Empathy cepAt sekali gembira dan cepat sekali sedih
12. Comand atau pengendali suka memerintah dan berani menghadapi orang lain
13. Activator selalu tidak sabar bergerak
14. Maximizer atau perfeksionis
Nah dapat deh 14 sifat oza yang menonjol sesuai pengamatan saya selama 1tahun 6 bulan dalam dia menjalankan project nya dan dalam kehidupan sehari-hari
Untuk tantangan 10 hari ke depan Oza akan menjalankan project Berternak Ayam
Itu tadi cerita tentang Oza, bedha Oza bedha Aisya...
Aisya suka sekali sekolah, alesannya karena banyak teman. Cita-citanya ingin jadi dokter. Karena cita-citanya ini saat kemarin rawat inap di Rumah Sakit Puri Asih, Aisya mengamati apa saja yang dilakukan perawat dan dokter. Aisya suka bermain peran sebagai Ibu (katanya ingin menjadi Ibu Profesional, sebagai ibu bekerja, sebagai guru, sebagai dokter hehehe
Dari keseharian Aisya bakat sifat yang muncul antara lain:
1. Ideation, menjadi sumber inspirasi teman-temannya
2. Learner suka sekali belajar, dan kalau orang lain bisa dia harus bisa
3. Context suka sekali dengan latar belakang ari suatu kejadian
4. Positivy atau periang
5. Relator atau banyak teman
6. Includer atau guyub
7. Competition tidak mau mengalah
8. Signifikan selalu ingin menonjolkan diri untuk dikagumi dikelompoknya
Itu tentang Aisya, untuk tantangan 10 hari ini akan saya amati tentang hal-hal yang membuat Aisya berbinar.
#Tantangan10hari
#GameLevel7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

















