Kamis, 30 November 2017

Singa yang Serakah

Dongeng bermula saat Aisya bertanya tentang apa itu serakah.
Dan berceritalah saya tentang Singa yang serakah.

Alkisah di suatu hutan, singa berteman dengan puma, harimau dan serigala. Mereka berkumpul untuk membicarakan apa yang sebaiknya dilakukan agar setiap hari bisa makan. Hm...akhirnya diambilah keputusan, setiap kali ada hasil tangkapan harus dibagi 4.
Jadilah setiap hari, baik singa, puma, harimau dan serigala yang mendapat mangsa selalu dibagi 4.

Pertama puma mendapat ayam, maka dibagi untuk makan meteka ber empat.

Lalu harimau mendapat rusa, dibagi lagi berempat

Serigala mendapat anak kambing mereka bagi berempat.

Dan terakhir saat singa mendapat sapi, singa tidak mau berbagi, teman-temannya tidak berani melawan, karena singa sangat kuat, singa menghabiskan makanannya sendiri itulah singa yang serakah.

Akhirnya singa ditinggalkan teman-temannya...

Aisya dan Oza mendengarkan dengan seksama dan akhirnya mereka memahami arti serakah dari dongeng tersebut.

#day1
#Tantangan10hari
#Game10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Mendongeng Sesuai Usia Anak

Camilan Rabu 10.1 🍓🥐🍯

🎙 *Mendongeng sesuai Usia Anak*

Salah satu kunci dalam mendongeng adalah memilih dan menyesuaikan cerita dengan usia anak. Cerita yang terlalu rumit maupun terlalu sederhana mempengaruhi antusiasme anak dalam mendengarkan cerita.

Berikut teknik mendongeng yang bisa bunda sampaikan di rumah, disesuaikan dengan usia anak.

👶🏼 *Anak usia 0 – 4 tahun*
Berceritalah dengan penokohan yang dikenal anak.  Cerita yang menarik untuk mereka biasanya berkaitan dengan sesuatu yang mereka kenal, seperti dunia hewan atau kegiatan sederhana dalam kehidupan. Sajikan cerita yang sederhana dengan durasi yang pendek.

👧 *Anak usia 4 – 6 tahun*
Di usia ini biasanya anak sudah mengenal teman. Mereka sedang belajar bersosialisasi dan senang bermain. Bunda bisa bercerita mengenai persahabatan atau cerita lain yang sesuai dengan kegiatan anak sehari-hari. Ingat, tingkat konsentrasi mereka hanya 1 menit dikali usianya, maka singkat saja.

Kalimat awalan yang menarik, menggunakan ekspresi dan suara akan membuat mereka terpikat. Penambahan ekspresi gerak juga akan membuat impresi cerita makin kuat.

Cara berpikir mereka masih sederhana dan cenderung konkret sehingga sampaikan cerita yang mudah dipahami. Penokohan cukup sedikit saja agar mudah diingat, tokoh juga perlu langsung diketahui anak melalui alur cerita yang disajikan.

👦🏻 *Anak usia 6 – 9 tahun*
Pada usia ini, anak biasanya kritis dan menyukai kisah yang menyenangkan. Mereka juga mulai dapat menangkap sisi baik dan sisi buruk dari setiap cerita. Bunda bisa mulai memperbanyak tokoh, waktu mendongeng juga bisa lebih lama dan tema diperberat.

Mereka sudah mulai bisa diajak dan mengidentifikasi tokoh. Muncul keinginan diri untuk menjadi seperti tokoh yang diidamkan. Selain itu, otak dan hati mulai tersinergikan sehingga bisa menggunakan kata-kata yang agak susah.

👧🏽 *Anak usia 9 -12 tahun*
Untuk anak usia ini, perlu pendekatan yang agak berbeda. Anak dalam kelompok ini biasanya mau mendengarkan, tetapi sudah bersifat kritis. Untuk itu, cara mendongeng harus dimulai dengan dialog karena daya nalar mereka sangat peka.

Cerita yang cocok dibawakan adalah cerita yang termasuk fiksi ilmiah, seperti cerita detektif, serial robot maupun petualangan.

Demikian tadi teknik mendongeng yang terbagi dalam empat rentang usia. Ini berlaku secara umum dan tidak baku ya, jadi bisa disesuaikan lagi dengan perkembangan anak-anak bunda. Selamat menjelajah bersama anak-anak, bunda...

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

📚Sumber Referensi :
Asfandiyar, Andi Yudha. 2009. Cara Pintar Mendongeng. Bandung : DARMizan