Rabu, 10 Mei 2017

SCL Student centered Learning

🥜🍯Cemilan Rabu🍯🥜
Materi #4 Gaya Belajar Anak

*SCL, Student Centered Learning* 🔬📦📊

Apa itu SCL?
Student Centered Learning, Pembelajaran berpusat pada siswa adalah :
_Pengajaran yang 'sadar' terhadap siswa dan kebutuhan mereka melebihi hal lain, menempatkan siswa di pusat proses belajar._

Siswa lebih aktif dalan proses belajarnya sementara guru menjadi fasilitator dalam proses  belajar, bukan sebagai presenter informasi.

SCL, tidak hanya memungkinkan siswa atau anak memilih apa yang harus dipelajari, tapi bagaimana dan mengapa topik tersebut.

Brandes and Ginnis (1986), dalam bukunya  ‘A Guide to Student–Centered Learning' menjelaskan prinsip utama dalam SCL adalah :

1⃣‌Pelajar atau siswa bertanggungjawab penuh terhadap apa yang dipelajari

2⃣‌Keterlibatan dan partisipasi sangat dibutuhkan dalam proses belajar

3⃣‌Hubungan antar pelajar atau siswa adalah sama (setara), bertumbuh dan berkembang

4⃣‌Guru bertindak sebagai fasilitator dan narasumber

5⃣‌Pengalaman belajar berpengaruh dalam pendidikannya (afektif dan kognitif mengalir bersama)

6⃣‌Pelajar melihat dirinya berbeda sebagai hasil dari pengalaman belajar.

_*Implikasi SCL dalam Desain Kurikulum siswa*_

SCL mencakup gagasan bahwa siswa memiliki pilihan tentang apa yang harus dipelajari, bagaimana cara belajar dan sejauh mana hal tersebut bisa dia lakukan. Pada akhirnya setiap siswa akan mempunyai _personalized curriculum_  yang pasti amat berbeda dengan siswa yang lainnya.

_*Strategi Belajar "Student Centered Learning"*_

*KWHLAQ* salah satunya. Siswa dapat menggunakannya sebagai panduan untuk memperdalam topik yang dipelajari. Orangtua atau guru pun dapat menggunakannya untuk menstimulus siswa memperdalam informasi terkait topik yang dipelajari.

Masih bingung? Tenang, contoh penerapannya dapat disimak di infografis yang menyertai cemilan ini.

Selamat belajar bersama ananda 📚

Sumber :
_http://www.teachthought.com/pedagogy/28-student-centered-instructional-strategies/_

_Jurnal,  Geraldine O’Neill and Tim McMahon, 2005, STUDENT–CENTRED LEARNING: WHAT DOES IT MEAN FOR STUDENTS AND LECTURERS?, University College Dublin_

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang/

⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳

Selasa, 02 Mei 2017

Anak Adalah Benih Kehidupan

🍒🍈Cemilan Rabu 🍒🍈

Materi #4 Memahami Gaya Belajar Anak

🌱 ANAK ADALAH BENIH KEHIDUPAN 🌱

Banyak orang tua mengeluhkan anak tidak mau mengikuti perintah atau malah melakukan hal yang dilarang. Pada prinsipnya, anak bukanlah kertas kosong yang akan pasif menerima semua perintah atau perlakukan dari lingkungan sekitar.Sebaliknya anak memiliki gambar dan warna sendiri yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Maka pendidikan seharusnya tidak menyamaratakan anak, tetapi memahami keistimewaan anak dan mengembangkannya.

🐥 *Motivasi Eksternal & Motivasi Internal* 🐣

Penelitian yang dilakukan oleh Daniel Pink memberikan hasil bahwa dorongan dari luar berupa ganjaran dan hukuman pada anak, tidak efektif dalam mendidik anak. Apabila seorang anak diberikan iming-iming saat berhasil dengan satu tantangan, anak memang bisa lebih cepat bertindak, namun dampaknya cepat menghilang dan menimbulkan ketergantungan. Motivasi Internal berarti menumbuhkan kesadaran pada diri anak, menghargai anak sebagai benih kehidupan. Hasilnya tidak terlihat langsung, karena lebih lambat dalam membentuk perilaku. Namun motivasi internal ini memberikan dampak yang lebih lama, membangun kemandirian anak dan bisa membantu anak dalam menyelesaikan tugas yang kompleks dan butuh kreativitas.

Anak lahir dengan kecerdasan tertentu yang butuh ditumbuhkembangkan secara optimal. Keberagaman potensi anak perlu dipahami oleh orang tua dan kemudian mendidik anak sesuai dengan potensinya tersebut. Pendidikan yang menumbuhkan meyakini bahwa anak adalah benih kehidupan. Benih yang mempunyai karakteristik tertentu, bukan kertas kosong, anak akan bergerak sendiri, mencari tahu, mengenali, memuaskan rasa ingin tahunya.

Ibarat benih, anak lahir dengan kekuatan menggerakkan akar-akar ke dalam tanah untuk mendapatkan apa yang dibutuhkannya. Anak akan terus menerus bergerak hingga menemukan jawaban yang memuaskan rasa ingin tahunya.  Anak dengan komposisi kecerdasan visual akan tertarik pada hal-hal yang memuaskan kebutuhan visualnya. Demikian juga anak dengan komposisi kecerdasan lainnya. Komposisi kecerdasan ini akan mengambil peran pada gaya belajar anak.

Apakah seseorang hanya mempunyai kecenderungan salah satu gaya belajar? Belum tentu, bisa saja ia memiliki modalitas belajar perpaduan dari ketiga ciri tersebut. Tugas kita para pendidik (orangtua/guru) adalah memberikan stimulasi dengan ketiga ciri gaya belajar dimaksud.

*Yang penting anak pernah merasakan semua gaya belajar. Secara fitrah dirinya akan belajar mengikuti "suara hati kecil" akan menggunakan gaya yang mana, atau mengkombinasikan banyak gaya bergantung badai yg dihadapi .Ikuti suara hati kecil itu biarkan dia yang bersujud membisikkan ke seluruh bumi dan diamini oleh seluruh penghuni langit. ( _Septi Peni Wulandani_)*. 🌏🌏

Sehingga ilmu itu jadi berkah.

Sumber:
Anak Bukan Kertas Kosong, 2015, Bukik Setiawan, Panda Media

Diskusi ringan di kelas Bunda Sayang Koordinator IIP bersama Ibu Septi Peni Wulandani, Founder Institut Ibu Profesional

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional/