Senin, 18 Desember 2017

Fitrah Based Education

🌺📚🌺📚🌺📚🌺📚🌺📚🌺

*Notulensi Kulwap Fitrah based Education (Pendidikan berbasis Fitrah)*

WAG HEbAT Community - Solo Raya

🗓 Senin : 4 Desember 2017
👤 SME : Ust. Harry Santosa
🔑 Admin : bunda Ratna
🎤 Host : bunda Siwi
🖊 Notulis : bunda Deasy

📜 *Mendidik Anak dengan Kekuatan Fitrah* 📜

Sesungguhnya setiap anak telah Allah instal fitrah, yang apabila dididk dengan benar sesuai fitrahnya maka kelak fitrah itu akan menjadi peran peradaban terbaiknya.

Jadi tidak perlu banyak cemas dan gelisah, obsesif dan pesimis, apalagi banyak intervensi dan menggegas yang malah akan merusak fitrah ananda. Banyaklah bersyukur terhadap fitrah ananda karena Allah telah siapkan semuanya dalam fitrah ananda.

Fitrah adalah innate goodness atau bawaan baik dalam diri ananda, yang perlu dirawat dan dibangkitkan serta ditumbuhkan dengan penuh cinta, ketulusan dan ketelatenan sehingga mencapai peran terbaiknya sesuai maksud penciptaan Allah.

Fitrah itu seperti Feature (Fitur) pada sebuah gadget, yang sudah diinstal ketika kita menerima gadget, jadi hanya perlu diaktifasi saja dan diinteraksikan dalam keseharian sehingga berfungsi maksimal. Tidak diperkenankan mengunduh aplikasi yang mengganggu fitur ini sehingga berkinerja buruk bahkan menyebabkan gadget "hang".

Maka dalam mendidik fitrah kita hanya memerlukan rasa syukur yang mendalam, *mengaktifasi dari dalam (inside out) dengan penuh cinta* bukan banyak mengintervensi atau menjejalkan apapun (outside in) dengan penuh obsesi kecuali yang relevan dengan keunikan dan tahapannya.

Ibarat benih, *fitrah memerlukan tahapan dalam menumbuhkannya, tidak berlaku kaidah makin cepat makin baik.* Banyak orangtua tergesa menjadikan anak mereka shalih atau beradab sehingga tidak memahami tahapan dengan baik, lalu menggegasnya sehingga banyak masalah di kemudian hari. Bagai benih yang baru berdaun beberapa berhelai, lalu disiram dan dipupuk banyak banyak agar segera berbuah sehingga malah rusak akarnya, kemudian layu dan mati.

Pada ghalibnya, tiada perubahan atas fitrah Allah, yang ada adalah fitrah yang tersimpangkan dan terkubur karena lebay obsesi dan lalai pesimis orangtuanya.

Yakinlah bahwa setiap anak pasti kelak punya peran istimewa di masa depan atas fitrahnya, mustahil Allah ciptakan anak yang tidak punya peran di masa depan, kecuali orangtua dan lingkungan yang merusaknya.

Karenanya *fokuslah pada cahaya fitrah anak anak kita, bukan pada kegelapannya, kelak cahayanya akan melebar menerangi sisi gelapnya.* Berbaik sangkalah pada fitrah Allah, banyaklah bersyukur sehingga Allah berikan hikmah yang banyak dalam mendidik, sehingga kita bisa rileks dan optimis.

Mendidik anak sesuai fitrah akan membuat ayah dan bunda lebih rileks dan optimis, karena hanya mengikuti apa yang Allah karuniakan, mengikuti jadwal perkembangan yang Allah tentukan, menginteraksikan dengan peristiwa keseharian dan kehidupan juga bumi Allah yang ada dengan dipandu Kitabullah.

Yang perlu dicatat juga bahwa mendidik anak sesuai fitrah pada prakteknya sesungguhnya juga mendidik fitrah ayah dan fitrah bunda. *Raise your child, raise your self.* Tumbuhkanlah fitrah ananda, maka kita akan saksikan fitrah kita pun bersemi indah kembali.

📌 *Salah Paham terhadap Pendidikan berbasis Fitrah* 📌

1. Banyak yang mengira bahwa pendidikan berbasis Fitrah hanya terkait dengan bakat.  Fitrah bukan hanya terkait bakat anak. Anak anak kita setidaknya punya 8 aspek fitrah yg perlu dirawat bersamaan, jika tidak nanti tumbuhnya akan pincang atau mengganggu yg lain.

2. Merawat Fitrah juga bukan tentang bagaimana "mengisi" dari luar (outside in), tetapi "membangkitkan" dari dalam (inside out) sehingga menjadi amal nyata yang bermakna. "Sesungguhnya Amal itu karena Niat". Sedangkan Niat ada di dalam jiwa manusia  karenanya mendidik fitrah lebih banyak menyentuh hati, menguak tabir jiwa, memunculkan kebaikan kebaikan bawaan (innate goodnes) yang sudah diinstal dari dalam diri manusia.

3. Merawat dan menumbuhkan fitrah juga bukan berarti melakukan pembiaran atau mengabaikan Adab, tetapi justru adab akan mudah ditanamkan jika fitrah tumbuh indah. Misalnya bagaimana ananda menerima perintah sholat (adab kepada Allah) dengan ikhlash dan suka cita, jika fitrah keimanannya tidak tumbuh bersemi indah pada usia 0-6 tahun?

Itulah mengapa para Ulama mengatakan bahwa fitrah adalah kesiapan untuk menerima Syariah atau Agama. Ibnu Taymiyah bahkan menyebut fitrah yang diinstal dalam diri manusia dengan fitrah gharizah, sementara Kitabullah disebut sebagai Fitrah Munazalah, atau fitrah yang diturunkan. Apa maknanya? Fitrah manusia itu Islam, maka jika tumbuh paripurna maka kelak akan mudah menerima Islam atau Kitabullah atau Adab yang diambil dari nilai nilai Kitabullah.

📌 *Beberapa Aspek Fitrah* 📌

*Fitrah keimanan,* ini berbeda dengan sekedar menguasai ilmu agama, krn mendidik fitrah keimanan bicara bagaimana tauhid Rubbubiyah yang sudah terinstal di alam rahim diperkuat dan dimunculkan potensiny sehingga menjadi peran. Dimulai dari bagaimana mendampingi ananda pada usia 0-6 tahun agar bergairah dan antusias dalam mencintai Allah & RasulNya juga Islam melalui kesan mendalam atau imaji2 positif ttg alHaq. Kemudian berlanjut pada tahap usia 7-10 tahun, yaitu tahap dimana perintah sholat dan adab lainnya diperintah, tahap penyadaran potensi fitrah keimanan melalui eksplorasi potensi ketaatan melalui aktifitas dan nalar di alam dan di Kitabullah dalam rangka membangkitkan potensi ananda untuk mentaatiNya secara total dan kemudian diharapkan pada akhirnya sampai kpd tahap pengujian peran sehingga ananda mencapai peran da'iyah untuk sungguh sungguh menyeru Kebenaran (alHaq)

*Fitrah Belajar dan Bernalar,* ini juga bukan bicara bagaimana ananda menguasai banyak pengetahuan, tetapi bagaimana ananda bergairah dan antusias dalam belajar sepanjang hidupnya. Dimulai pada usia 0-6 tahun, dengan memberi ruang baginya untuk bergairah belajar seru tanpa terasa dengan beraktifitas bebas di alam sekitar, kemudian berlanjut kepada tahap penyadaran potensi belajar dan bernalar pd usia 7-10 tahun, berupa gairah untuk bernalar meneliti melalui eksplorasi potensi di alam dan kehidupan nyata sampai akhirnya kpd peran inovasi di muka bumi untuk memberi kabar gembira (solution maker) dan peringatan.

Begitupula *Fitrah Bakat,* ini bukan hanya bicara bagaimana mengajarkan keterampilan yg diminati, tetapi dimulai dengan mengenali sifat unik dan fisik unik istimewanya. Lalu mendorong ananda utk  percaya diri dgn sifat sifat uniknya, kemudian pada tahap usia 7-10 tahun difasilitasi untuk menyadari potensi uniknya melalui eksplorasi aktifitas dan kegiatan, lalu menguji potensi itu pada tahap usia 11-14 tahun sehingga akhirnya menjadi peran peran hebat dalam bidang kehidupannya ketika aqilbaligh. Jika misalnya ananda punya sifat unik suka melahirkan idea dan suka berdagang, maka perlu terus dikembangkan, jangan lupa juga amati sifat sifat unik lainnya karena satu anak setidaknya kombinasi 5 atau 6 sifat unik. Dengan sifat sifat unik yang tidak akan berubah, ananda akan punya banyak peran yang relevan.

Jangan lupa juga *Fitrah seksualitas* ditumbuhkan, ini bukan bicara pendidikan seks, tetapi bicara bagaimana ananda berfikir, bersikap, merasa sesuai gendernya. Fitrah seksualitas jika dirawat dan ditumbuhkan sesuai tahapannya dgn pendampingan penuh ayah bunda sejak 0-15 tahun kelak akan berujung od peran Ayah sejati atau Ibu Sejati. Jika tidak dirawat baik maka akan berakibat penyimpangan seperti LGBT atau setidaknya kelak akan gagap jadi Ibu atau gagap jadi Ayah.

*Salam Pendidikan Peradaban*

#fitrahnasededucation
#pendidikanberbasisfitrah

🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃

🎤 Assalamualaykum pak apa kabar ? Selamat datang di DuMay Solo. Sugeng Rawuh 😁

Terima kasih untuk Waktunya membersamai kami belajar ttg Fitrah.

👤 Alhamdulillah bunda Siwi yg baik, bahagia diundang ke group Solo Raya HEbAT, insyaAllah bisa belajar bersama ayahbunda di Solo

🎤 Baiklah sebelum ke pertanyaan pertama, adakah kalimat pembuka yang ingin disampaikan pak?

👤 Sebagai pembuka saya ingin menyampaikan ucapan seorang ulama

"Sesungguhnya pendidik sejati adalah Allah SWT, krn Allahlah Sang Khaliq yg ciptakan fitrah itu, dan Allah juga yg menetapkan jalan bagi fitrah itu utk tumbuh berkembang dan berbahagia sesuai tahapannya. Allah jualah yg menetapkan syariah atau Kitabullah, yang memandu fitrah itu agar sempurna, indah dan berbahagia. Maka wahai para pendidik, ikuti saja jalan fitrah itu dan pandulah dgn Kitabullah sehingga menjadi peran peradaban terbaik utk mencapai maksud menjadi Khalifatullah di muka bumi dan beribadah kpd Allah"

🎤 Baik kita masuk sesi diskusi

1⃣ *Menemukan Misi Hidup*

Bunda Ayu - Jakarta Timur

Assalamualaikum wr.wb.

Saya pernah mendengar apabila ingin mendidik anak dan menemukan misi anak sesuai fitrah, kita harus menemukan misi kita dulu.

❓Apakah yang harus dilakukan bila sampai usia 30an belum jua menemukan misi hidup?
❓Bagaimana agar kita bisa menemukan misi penciptaan kita?

👤 bunda Ayu yang baik.
Suami dan Istri dgn Misi personal masing masing yg ajeg, kemudian bersinergi menjadi Misi Keluarga, maka akan jauh lebih baik dalam menjalani rumah tangga dan menurunkan misi keluarganya itu menjadi program mendidik anak anaknya.

Misi hidup itu sederhana, yaitu aktifitas yg kita lakukan namun hasilnya banyak manfaat, kita bahagia melakukannya, semakin merekatkan cinta dan menebar rahmat. Misi hidup ini panggilan (our calling) yang muncul dari dalam jiwa.

Banyaklah berdoa agar Allah mudahkan menemukannya, banyaklah merenung, berefleksi, membaca tanda2 Allah di alam semesta dan pd diri, lakukan napak tilas perjalanan hidup sejak kecil, mengurangi hal2 rutin dan nyaman yg melenakan, jujur thd bakat diri dan mau menjadikannya jalan hidup.

Menemukan misi adalah dimulai dgn mengobservasi fitrah2 kita terutama fitrah bakat. Misi itu adalah kata kerja, atau aktfitas utk menyelesaikan masalah ummat dgn potensi fitrah bakat yg kita miliki.

2⃣ *Bagaimana Praktek HE*

Bunda Sekar - Medan
Bunda Dian - Serang

Assalamualaikum ustad

Sebelumnya saya sudah membaca materi yg dishare, masya Allah...subhanallah...luar biasa sangat bun materi nya. Dan saya sangat beruntung dan terbantu dgn adanya grup mendidik anak ini.

Kalau seorang guru ketika ia akan mengajar anak anak, ia mempunyai perencanaan yg ditulis dlm silabus. Nah bagaimana dgn kita sebagi ibu rumah tangga.

Putra sy usia 2,4thn. Saya masih blm mengerti apa yg harus saya ajarkan kpd anak saya.

❓Bagaimana cara menerapkan atau memperaktekkan pendidikan sesuai fitrah anak?
❓Apakah kita harus memiliki atau membuat schedule dalam mendidik anak di rumah? (Baik schedule kegiatan motorik non motorik atau list ttg perkataan baik yg harus diucapkan pada anak, dll.)

Mohon bimbingan dari yg lebih berilmu dan berpengalaman. Jazakallah ustad.

👤bunda Dian dan bunda Sekar yg baik,
Pendidikan berbasis fitrah memiliki kerangka kerja (framework) yg digali dari best practice dan diupayakan sedekat mungkin dengan kebenaran syariah.

Ada 3 tahap dalam Islam, yaitu
1. fase usia 0-6 tahun (penguatan konsepsi fitrah dgn imaji2 positif utk membuat ananda terpesona dgn Allah, dgn dirinya, dgn orangtua dan sekitarnya) ,
2. fase 7-10 tahun (penyadaran potensi melalui ekplorasi aktifitas dan logika)
3. fase menjelang aqilbaligh 11-14 tahun (pengujian eksistensi dgn dibenturkan pd kehidupan nyata)
Untuk usia dini (0-6 tahun), pahamilah bahwa ananda sdg puncaknya imaji dan abstraksi, alam bawah sadarnya masih terbuka maka di tahap ini adalah golden age bagi fitrah keimanan, inilah awal fondasi mendidik aqidah dan semua kebaikan dgn penuh kecintaan bukan kepatuhan.

Permainan pun di tahap ini adalah permainan imajinatif, belajarpun harus banyak di alam, bakat diamati sbg sifat2 unik, ego sentris dipuaskan, bakat dikenali sbg sifat2 unik bukan cita2, seksualitas dikuatkan dgn kehadiran ayah dan ibu secara utuh, melatih executive functioning dgn memelihara hewan atau tumbuhan sederhana, bahasa ibu yg harus utuh sebelum bahasa lainnya dll.

Scehdule boleh saja, namun jangan ketat dan rigid, tetapi lebih bagus adalah beraktifitas saja secara spontan dan antuias sesuai peristiwa sehari2 (learning through living) dan buatlah jurnal kegiatan berupa catatan2 dokumentasi dan hasil karya anak termasuk membaca tanda2 bahagianya, fitrah2nya dstnya.
Utk framework dan konsultasi, silahkan ikuti FB saya di www.facebook.com/harry.hasan.santosa

3⃣ *Menumbuhkan Fitrah Anak*

Bunda Ayu Jak - Tim
Bunda Rahmi - Makasar

❓Bagaimana menumbuhkan dan mengasah 8 fitrah secara bersamaan untuk anak laki laki maupun perempuan berusia 2 - 7 thn
Terimakasih ustad 🙏🏽

👤bunda Ayu dan bunda Rahmi,
Karena fitrah itu ibarat benih yg Allah berikan kpd kita, dan kita tak pernah tahu benih apa sesungguhnya. Maka tugas kita adalah mirip seperti petani, yang dgn telaten dari hari ke hari mengobservasi perkembangan dan kebutuhan benih itu sesuai tahapannya.

Utk menjadi petani hebat, kita hanya perlu telaten mengobservasi dan membersamai dgn menajamkan fitrah keayahan dan fitrah keibuan kita, menajamkan nurani, intuisi dan firasat sbg orangtua.

Yakinlah bhw kita adalah orangtua terbaik versi Allah SWT bagi anak anak kita. Tidak mungkin Allah salah orang menitipkan amanah anak kpd kita.

Karenanya, buatlah jurnal utk tiap anak, bacalah kerangka FBE baik baik, rancanglah kegiatan sesuai kebutuhan tahap perkembangan, shg makin lama kita makin mengenal pola fitrah anak anak kita. Syukuri saja semua yg Allah berikan, jangan obsesif atau lalai pesimis.

Dalam kegiatan yg sama,  misalnya berkunjung ke masjid bersejarah atau museum atau alam, maka bunda bisa setting kegiatan utk anak pertama, anak kedua dstnya, sesuai kebutuhan perkembangan fitrah masing masing. Setelah kegiatan, lakukan observasi, catat mana fitrah yg nampak belum tumbuh.

🎤 Saya tergelitik dengan penjelasan ustad, apakah ini juga berlaku untuk orang tua terhadap anak adopsinya?

👤Ya, setiap amanah yg diberikan berarti Allah yakin kitalah yang terbaik utk menjalankannya, sepanjang menyambut panggilanNya. Allah tidak akan memanggil mereka yg mampu, tetapi memampukan mereka yg terpanggil.

4⃣ *Fase Perkembangan Fitrah*

Bunda Athia - Tanah Abang

Assalamualaikum,

❓Adakah fase2 konkret tentang pencapaian/perkembangan motorik, pendidikan akhlak, juga aqidah anak yang dapat diukur tiap tahunnya?

Terima kasih ustad

👤bunda Athia yg baik,
Tiap tahap ada indikatornya. Dalam pendidikan berbasis fitrah sebenarnya indikator umumnya adalah antusias pd segala kebaikan. Selama melihat ananda antusias pd kebaikan maka fitrahnya tumbuh baik.

Fitrah tdk diukur dari berat badan, jumlah hafalan, ilmu agama yg dikuasai, dll. Misalnya yg diukur utk anak usia 0-6 tahun adalah antusias pd buku bukan bisa membaca, antusias memakan makanan yg alami bukan over nutrisi, antusias mencintai Allah bukan hafalan doa, antusias pd sifat diri dan ego bukan dibenturkan pd akhlak, antusias pd bermain dgn ayah ibu, antusias belajar dgn bermain di alam, antusias berbicara dgn ekpresi yg utuh sesuai bahasa ibunya. Lengkapmya silahkan membaca buku FBE atau ikuti sharing saya di FB.

5⃣ *Fitrah Keimanan*

Bunda Dewi Rusita

Anak saya (5,5 thn), sejak umur 5 tahun sudah mulai saya ajak sholat.  Tiap masuk waktu sholat saya selalu bilang, "mas sudah adzan, kita sholat yuk." Dalam pelaksanaannya, kami tak pernah memaksakannya. Jika tdk maupun, tidak apa apa. Untuk gerakan dan bacaannya pun juga belum kami paksa sesuai rukun dan bacaan sholat yang benar. 

❓Apakah cara yang kami lakukan ini salah.  Jika salah, harus seperti apakah menumbuhkan fitrah keimanan di usia anak saya sekarang?

Terima kasih ustad

👤bunda Dewi Rusita yg baik,
Fitrah Keimanan utk usia 0-6 tahun adalah membuat anak terpesona kpd Allah, kpd Rasulullah SAW, kpd Islam, kpd semua kebaikan kebaikan. Ciptakan imaji2 positif ttg semua kebaikan, bukan menaku2i atau memarahi atau memaksa dsbnya.

Karenanya fitrah jangan dibenturkan dgn adab atau disiplin di bawah 7 tahun. Mengapa Allah menyuruh orangtua menyuruh anaknya sholat ketika usia 7 tahun bukan sejak dini? Itu karena Allah memahami betul fitrah manusia dan tahapannya. Kepatuhan atau adab itu sejak usia 7 tahun dan bertahap dengan kesadaran bukan pemaksaan.

Apa yg sdh bunda lakukan sudah benar, tinggal ditambahkan aktifitas2 yg membuat ananda antusias.

6⃣ *Fitrah Perkembangan*

Bunda Menik - Klaten
Bunda Key - Pasuruan

_Kasus 1_
Anak saya laki-Laki umur 3 tahun. Dia menirukan bicara bisa, tp klau untuk di ajak berbicara, ingin maem apa misalnya belum bisa mengungkapkan.
(Pendengaran bagus)

_Kasus 2_
Dedek abis keluar masuk RS, sampai saat ini masih kontrol. Anaknya sangat aktif tp blm bs duduk sendiri usia 8 bln.

❓Bagaimana sebaiknya sikap orangtua dalam pandangan Pendidikan Fitrah, terhadap 2 kasus ini ustad?
❓Haruskah Orangtua mendatangi para ahli/terapis untuk mendapatkan deteksi lebih akurat atau ditunggu saja hingga tumbuh sesuai fitrahnya?

Jazakallah Khoir ustad 🙏🏽

👤bunda Menik dan bunda Key yg baik,
Fitrah berbicara potensi yang siap ditumbuhkan, namun jika ada illness krn berbagai penyebab, misalnya speech delay, dll maka sebaiknya disembuhkan dulu. Tentu utk mengukur illness atau bukan maka diperlukan pakar/terapis yg relevan. Beberapa illness terapinya sederhana dan bisa dilakukan sendiri oleh orangtua, namun beberapa kasus lagi memerlukan tenaga medis.

7⃣ *Fitrah Terciderai*

Bunda Nia - Bekasi
Bunda Athia - Tanah Abang
Bunda Sofia - Solo

_Kasus 1_
Assalamu'alaikum.
Putra saya (3thn 6bln), sangat aktif dan pintar. Tp dia sangat susah dikasih tau. Saat ada tamu selalu bikin ulah (cari perhatian) dg memukul orang lain atau mengganggu siapa saja.
saya pernah khilaf, saya bentak terus saya pukul tangan dan bibirnya, karna menurut saya sikapnya sudah sangat keterluan.

_Kasus 2_
Anak kedua saya laki-laki (2y7m), sedang belajar toilet treaning. Beberapa bulan lalu, saya rasa berhasil. Tapi beberapa minggu akhir ini saya merasa menurun. Malah jadi tidak bilang sama sekali bila pup atau pis.

_Kasus 3_
Anak pertama saya (4y7m) beberapa kali diajak kawannya nonton film horor. Saat di rumah, jelas dia jadi takut kemana mana; ke dapur, kamar mandi bahkan keluar kamar saja harus ditemani. Saya sudah berulang kali mengingat kan untuk tidak ikutan menonton, tapi lagi2 ananda melakukan hal yang saya larang ini.

_Kasus 4_
Anak sy laki laki (4thn 2 bln). Senang sekali main game di hp krn sdh bisa hampir semua operasi di hp. Walaupun sudah saya batasi tp jika libur dan tdk keluar rumah pasti minta hp. Anak sy kalau diajak bicara sdh jelas dan mengerti, jika diajari satu kali juga langsung paham.

❓Bagaimana mensikapi keempat kasus tsb, dalam pandangan Pendidikan Fitrah ustad?
❓Bagaimana menghadapi perilaku anak anak tersebut ustad?
❓Apakah salah jika ada orangtua yg marah saat ananda pis atau pup disembarang tempat tanpa bilang?
❓Apakah film horor merusak fitrah anak?

Mohon arahannya ustad...
Terimakasih banyak.

👤bunda Nia, Athia dan Sofia yg baik,
Dalam perspektif pendidikan berbasis fitrah, tiada seorang anakpun yg nakal atau berniat jahat atau berdoa agar dirinya nakal. Maka rubahlah cara pandang ttg kenakalan, yaitu adalah jeritan hati yg belum ketemu jalan keluarnya atau potensi yg belum nampak buahnya.

Maka dalam mendidik fitrah, penting utk mengubah kata "bagaimana mengatasi/menghadapi anak yg begini begitu" menjadi "mengapa ananda melakukan hal itu".  Dengan menanyakan "mengapa" maka sesungguhnya kita sedang mengaktifasi fitrah kita, sedang menajamkan empati, firasat, nurani dan intuisi, sedang menggunakan kacamata fitrah bukan kacamata penjajah.

Dengan menggali mendalam atau lebih banyak menyerap latar belakang atau alasan perbuatan maka kita akan lebih tajam melahirkan solusi2 yg tepat. Jika kurang menyerap atau berempati, maka kita hanya akan melahirkan solusi gegabah yg akan melahirkan masalah baru.

Rasa kesal datang krn perilaku anak yg dalam pandangan kita buruk, wajar saja adanya, namun rasa kesal itu muncul krn kita kurang rileks dan optimis, bisa juga krn tak memahami dan menyelami alasan anak melakukan hal itu.

Anak yg "sudah baik" tiba tiba berperilaku sebaliknya, menurut saya penyebabnya bisa krn protes, krn trauma, krn pengaruh dlsbnya. Penyebab lainnya, kita gagal membuat aktifitas produktif dan membuat mereka terpesona dgn kebaikan.

Memberikan atau mengajak nonton film horor utk anak di bawah 10 tahun sangat tdk wajar dan merusak fitrah, bisa juga fitrah keimanan atau aqidah. Para Ulama bahkan Rasulullah SAW menasehatiutk tdk menakut2i anak di bawah usia 7 tahun dgn ucapan, perlakuan yg keras.

8⃣ *Fitrah Seksualitas*

Bunda Saroh Darojah - Sukoharjo

Ustadz Harry, apakah boleh memberikan mainanan mobil untuk anak perempuan usia 2 tahun? apakah termasuk menyalahi fitrah🙏🏿
Terimakasih

👤Bunda Saroh yang baik
Usia 3 tahun, seorang anak harus dgn jelas menyebut identitas gendernya "saya cowo" atau "saya cewe". Di banyak keluarga, mobil2an, pistol2an dianggap mainan cowo dan kalau boneka dianggap mainan cewe. Secara gender, mainan, pakaian, gaya bicara dll seorang anak harus sesuai gendernya. Ini memang benar adanya. Nah coba diobservasi apakah secara tradisi mobil2an adalah mainan anak lelaki? Namun perlu diobservasi juga mengapa ananda perempuan suka mobil2an? Kalau pun suka mobil, tentu diarahkan ke warna warni yg mewakili keperempuanannya.

Di Bandung ada anak lelaki usia 5 tahun yg sukanya barbie dan warna kegemarannya pink. Itu karena sehari2 bersama nenek, ibunya dan bibi2 adik ibunya yg perempuan semua. Ayahnya kerja, 8 bulan sekali baru kembali dan kakeknya sudah wafat.

🎤 Baiklah, pertanyaan benar2 habis kali ini. Sebelum saya akhiri, adakah kalimat penutup sebagai bekal kami besok mangawali hari pak?

👤Deraskan Maknamu,
Bukan Tinggikan suara. Karena Hujanlah yang menumbuhkan bunga bunga, Bukan Petir dan guruhnya

Terimakasih kpd crew yg bertugas malam ini.

Kepada ayah bunda tetap rileks dan optimis ya.

Jazakumullah atas perhatiannya dan mohon maaf jika ada yg tak berkenan. Silahkan japri jika masih ada yg ingin didiskusikan
Wassalamu'alaikum wr wb 🙏😊
----------------------------------------------

Demikian notulensi ini kami buat. Semoga ilmu yang disampaikan narasumber, membawa manfaat dan berkah buat kita semua. Serta menjadikan kita sebagai orangtua yang lebih baik di mata Allah SWT dan keluarga kita, Aamiin.

🔹 _Diskusi dilaksanakan dengan sistem relay di 3 grup._
Kamis, 14 Desember 2017

Cara Membuat Dongeng yang Baik

🍑🍒🍓🍎🍅🍇🍈🍉🍋🍌🍍

*Cemilan Rabu #10.2*

📝 *Cara Membuat Dongeng Yang Baik* 📝

Kunci mendongeng yang baik adalah dengan memperhatikan pendengarnya. Dengan memperhatikan siapa pendengar dongeng kita, maka kita dapat menemukan empat unsur penting yang menjadi kunci ketertarikan pendengar (anak-anak) pada suatu dongeng. Yaitu:
•tema,
•tokoh,
•alur cerita,
•latar cerita.

Hal ini harus diperhatikan oleh seorang pendongeng atau orang tua agar dapat membuat dongeng yang menarik sehingga tujuan dari mendongeng benar-benar tersampaikan kepada anak. Sebab, di dalam proses mendongeng, terkandung banyak pelajaran (moral), nilai-nilai yang akan ditanamkan kepada anak.

Satu unsur dapat lebih menonjol di antara unsur lainnya, karena bisa jadi sebuah dongeng dikatakan menarik karena alur dan penokohan saja yang menonjol. Tentu lebih baik apabila keempat unsurnya diperhatikan optimal. Berikut uraian keempat unsurnya :

*1. Tema* 🎨

Tentukanlah tema dongeng yang akan dibuat. Pengarang menampilkan sesuatu tema karena ada maksud tertentu atau pesan yang ingin disampaikan, ini biasa disebut amanat. Jika tema merupakan persoalan yang diajukan, amanat merupakan pemecahan persoalan yang melahirkan pesan-pesan. 

Tema cerita merupakan konsep abstrak yang dimasukkan pengarang ke dalam cerita yang ditulisnya, sekaligus sebagai pusat cerita.

*2. Tokoh* 👥

Tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa atau perlakuan dalam berbagai peristiwa yang ada dalam cerita. Setiap cerita memiliki paling sedikit satu tokoh dan biasanya ada lebih dari satu. Tokoh-tokohnya mungkin binatang, orang, obyek, atau tokoh imajinatif.

Tokoh dapat memiliki dua sifat, yaitu protogonis (karakter yang melambangkan kebaikan, menunjukkan sikap positif dan merupakan contoh yang layak ditiru) dan antagonis (karakter yang berlawanan dengan tokoh protagonis, merupakan contoh karakter yang harus dijauhi sikap dan perbuatannya). 

Penokohan yang dipilih dipengaruhi oleh sifat, ciri pendidikan, hasrat, pikiran dan perasaan yang akan diangkat oleh pengarang untuk menghidupkan dongeng. 

*3. Alur* 🎞

Alur adalah konstruksi mengenai sebuah deretan peristiwa secara logis dan kronologis saling berkaitan yang dialami oleh pelaku. 
Alur dibagi menjadi dua macam,
🔸Alur lurus
🔸Alur sorot balik.

Alur lurus adalah peristiwa yang disusun mulai dari awal, tengah, yang diwujudkan dengan pengenalan, mulai bergerak, menuju puncak dan penyelesaian.
Alur sorot balik adalah urutan peristiwa yang dimulai dari tengah, awal, akhir atau sebaliknya. Alur dapat melibatkan ketegangan, pembayangan dan peristiwa masa lalu. Hal ini dimaksudkan untuk membangun cerita agar peristiwa ditampilkan tidak membosankan. 

Selanjutnya alur ditutup dengan _ending_, yaitu _happy ending_ (bahagia) atau _sad ending_ (sedih). Untuk _ending_ terserah kepada pendongeng apakah akan membuatnya menjadi akhir yang bahagia atau akhir yang menyedihkan. 

*4. Latar / _Setting_* 🏛

Latar adalah segala keterangan, petunjuk yang berkaitan dengan ruang, waktu dan suasana terjadinya peristiwa dalam suatu karya sastra. Dengan demikian sebuah latar cerita akan memberi warna cerita yang ditampilkan, disamping juga memberikan informasi situasi dan proyeksi keadaan batin para tokoh. 
Istilah latar biasanya diartikan tempat dan waktu terjadinya cerita.

Hal tersebut sebagian benar, tetapi latar sering berarti lebih dari itu. Di samping tempat dan periode waktu yang sebenarnya dari suatu cerita, latar meliputi juga cara tokoh-tokoh  dalam cerita itu hidup dan aspek kultural lingkungannya.

Berikut penjelasan tentang latar atau _setting_: 
1. Latar sosial (mencakup penggambaran keadaan masyarakat, kelompok sosial dan sikapnya, adat kebisaaan, cara hidup, maupun bahasa yang melatari peristiwa)
2. Latar fisik atau material (mencakup tempat, seperti bangunan atau daerah). Latar akan memberikan warna cerita yang ditampilkan, disamping juga memberikan informasi situasi dan proyeksi keadaan

*5. Bahasa* 🔡

Pastikan kalimat yang dibuat mudah dimengerti oleh pendengar. Hindari diksi maupun susunan kalimat yang bisa mengundang multitafsir. Pendengar seperti anak-anak lebih menyukai kalimat yang lugas dan tidak menggurui.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

🖥 Sumber Inspirasi:

http://jalurilmu.blogspot.co.id/2011/12/cara-memilih-dongeng-sesuai-usia-anak.html

http://shantystory.com/2016/09/15/ilmu-mendongeng-asyik-bersama-nia-kurniawati/

https://www.kompasiana.com/bennybhai/cara-mudah-menulis-dongeng-untuk-anak

🍇🍈🍉🍊🍋🍌🍅🍎🍏🍐🍑🍒

Sabtu, 09 Desember 2017

Gibah oh Ghibah

Hari ini, Ninis temen Aisya main ke rumah. Mereka main bersama lalu mewarnai gambar bersama. Setelah itu mereka ngobrol. Obrolan anak usia 5 tahun, seputar sekolah dan temannya...hm dan Aisya mulai ngomongin temennya...

Kebetulan deh saya ada, langsung saya mendongeng gibah oh gibah. Mengapa tidak boleh ghibah dan contoh-contoh perbuatan ghibah. Misalnya ada teman yang melakukan perbuatan yang kita tidak suka, lalu kita membicarakan dengan orang lain, walaupun itu kenyataan, itu namanya ghibah karena orangnya tidak suka kita bicarakan. Dan jika itu bukan kenyataan namanya fitnah.

Aisya tersenyum malu dengan Ninis.

#day10
#Tantangan10hari
#level10
#GrabYourImagination
#KuliahBunsayIIP

Jumat, 08 Desember 2017

Memberi Makanan

Terkadang kita orang dewasa tanpa sadar mengajari anak memberikan sesuatu yang tidak disukai. Contohnya makanan, setelah tidak suka atau tidak doyan baru dikasihkan. Nah saya ingin merubah kebiasaan ini saat membuat roti atau masakan yang lebih banyak dari biasanya, sebelum kami makan, saya bagikan dulu ke tetangga atau saudara.

Nah agar lebih mudah dimengerti anak-anak saya bacakan arti sebuah hadis "Janganlah kamu memberi makanan yang kamu sendiri tidak suka"(HR. Ahmad)

Dari penjelasan saya, lalu Aisya terinspirasi untuk membuat tulisan lagi, tapi kali ini dia ingin tulisannya diketik. Dia menulis semua yang ada dipikirannya, lalu saya bertugas sebagai editor. Setelah selesai, dia menggambar sesuai cerita yang dibuatnya.

#day9
#Tantangan10hari
#KuliahBunsayIIP
#level10
#GrabYourImagination

Kamis, 07 Desember 2017

Coretan Aisya

Kegiatan mendongeng sudah saya lakukan sejak anak-anak masih bayi. Hm.... setelah sekian lama.... dan ada tantangan di IIP saya kira ini hal yang mudah. Ternyata tidak....

Saat ini anak-anak sedang malas mendengarkan dongeng dari saya hahaha, mereka baru senang-senangnya membaca sendiri,
Oza yang tadinya hanya suka mendengarkan, karena komik 100 Kebiasaan Nabi, jadi suka baca sendiri. Aisya malah menuliskan apa yang ada dipikirannya dengan menggambar dan menulis. Berikut ini beberapa gambar Aisya hari ini. Mengungkapkan keinginan dan isi hatinya.

Walau sekarang anak-anak sedang tidak ingin mendengar dongeng dari saya, tapi saya yakin mereka akan merindukannya secepatnya (PD)

#day8
#Tantangan10hari
#KuliahBunsayIIP
#level10
#GrabYourImagination

Rabu, 06 Desember 2017

Sandal Sebelah

Pertanyaan Aisya, mengapa tidak boleh memakai  sandal sebelah ?

Jawabannya ada dalam hadist nabi Muhammmad

Janganlah seorang antara kalian berjalan dengan satu sandal, dan hendaklah ia memakai keduanya atau melepas keduanya (HR. BUKHARI DAN MUSLIM DARI ALI BIN ABI THALIB)

setelah itu aisya membuat cerita mengenai sandal.

#day7
#Tantangan10hari
#level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Selasa, 05 Desember 2017

Berangkat ke Masjid

Oza dan ayah sedang membiasakan diri sholat berjamaah ke masjid. Terkadang ayah terlalu santai di rumah, yang membuat Oza gemes, karena Oza trbiasa berangkat setelah adzan, sering terjadi keributan di rumah. Sehingga sayapun bercerita sebuah kisah di zaman Nabi

Dari Abu Qatadah

Tatkala kami sedang sholat bersama Rasulullah, tiba-tiba beliau mendengar sebuah suara gaduh. Rasulullah bertanya, "Apa yang terjadi dengan kalian?" Para sahabat menjawab, "Kami tadi tergesa-gesa mengejar sholat" Rasulullah bersabda " Jangan engkau berbuat demikian,apabila engkau mendatangi sholat, maka engkau harus bersikap renang. Sholatlah pada rekaat yang engkau dapati dan sempurnakan rekaat yang terlambat " (H.R. Muslim)

#day6
#Tantangan10hari
#level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Senin, 04 Desember 2017

Kisah Keluarga Merpati

Bermula saat kami (saya, oza dan Aisya) melihat burung merpati tetangga yang sering ke rumah kami, kami pun terinspirasi membuat dongeng sendiri.

Kisah Keluarga Merpati

Alkisah 2 ekor merpati hidup bersama, bercanda, bermain dan bermandikan hujan berdua. Sampai pada suatu ketika Merpati betina bertelur. Lalu ia membuat sarang. Merpati jantan ikut membantu. Suatu hari merpati betina terbang dan tak kunjung pulang, karena mencari makan, merpati jantan yang bergantuan mengerami telur-telur merpati betina.

Di suatu pagi yang cerah, terdengar riuh suara" piyik, piyik". Ternyata telur-telur merpati itu sudah menetas. Betapa senangnya hati ibu bapak merpati. Setiap pagi, siang, malam mereka bergantian menjaga anak-anaknya. Mereka hidup bahagia, dalam sebuah keluarga yang saling menyayangi...

Anak-anak tertawa terbahak bahak setelah sambung menyambung membuat dongeng. Saat saya akan meneruskan dongeng saya, mulut saya sudah ditutup oleh oza, karena saya diminta membacakan buku, yang sudah selesai dia baca....hahaha, nggak puas klo belum mamah yang baca katanya...

Yasudah cukup sekian kisahnya....

#day5
#Tantangan10hari
#level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Minggu, 03 Desember 2017

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail

Saat mendengar sholawat di masjid

Allahumma firlii wali walidayya warhamhuma kamaa robbayani soghiro

Itu doa apa sih mah? Tanya Oza

Doa untuk kedua orangtua dari anak yang berbakti. Selama ini hafal dan tau artinya ternyata belum paham maksudnya.

Lalu kami berkisah tentang Nabi Ibrahim, tentang ketaatan Nabi Ismail saat ada perintah untuk menyembelih Nabi Ismail, saat Nabi Ismail diberitahu Nabi Ibrahim dan menjawab "Laksanakan yang diperintahkan kepadamu, dan kau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar"

Hiks...oza terharu, saya juga...

Ceritanya panjang, tidak sempat menuliskan semuanya, karena Aisya minta ditemani hehehe

#day4
#Tantangan10hari
#level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Sabtu, 02 Desember 2017

Akibat Tidur Larut Malam

Hari ini kami berdiskusi antara saya, Oza dan Aisya tentang kenapa kita tidak boleh tidur larut malam???

Anak-anak me!punyai energi yang luar biasa, tanpa tidur siang, malam masih banyak aktivitas. Saya yang kualahan...

Dan sayapun bercerita...

Suatu hari ada seorang anak yang bernama Nita, tidur jam 1 malam, akibatnya dia bangun kesiangan. Karena bangun kesiangan, dia hampir terlambat ke sekolah dan lupa tidak sarapan.

Saat pelajaran dimulai, dia sangat mengantuk, karena sudah tidak kuat, dia tidur di alam kelas, semua teman menertawakannya..., kasihan Nita.

Tidak berhenti disitu, karena terburu-buru uang sakunya ketinggalan, sehingga Nita tidak bisa jajan, padahal tidak sarapan, akhirnya dia kelaparan.

Karena terlalu menahan lapar, akhirnya Nita pingsan saat perjalanan pulang ke rumah. Untung dia bertemu Pak RT, daaan diantar pulang oleh Pak RT, Nita malu sekali....

Setelah itu, Nita menjadi lebih disiplin waktu, agar tidak lagi terburu-buru saat akan berangkat sekolah.

Dari cerita tersebut, reaksi anak-anak manggut-manggut, dan bilang, "iya mah klo tidur terlalu malam, g enak dibadan".

#day3
#Tantangan10hari
#KuliahBunsayIIP
#level10
#GrabYourImagination

Jumat, 01 Desember 2017

Kerbau yang Rakus

Pertanyaan Aisya kali ini tentang arti kata rakus
Mah rakus itu apa???

Sayapun mulai mendongeng tentang singa dan kerbau yang rakus.

Pada suatu hari, ada seekor singa yang kelaparan. Betapa bahagianya singa saat melihat 2 ekor kerbau yang sedang makan rumput.
Singa langsung menyergap kedua kerbau itu, kedua kerbau itu ternyata menyerang singa bersama-sama. Singapun jatuh tersungkur. Lalu singa pergi dari kerbau-kerbau itu.

Kerbau pertama merasa sudah kenyang, lalu meninggalkan padang rumput. Sedang kerbau ke dua sangat rakus, walaupun sudah kenyang enggan meninggalkan padang rumput dia ingin menghabiskan semua rumput.

Tidak disangka ternyata singa datang lagi dengan teman-temannya untuk menyerang kerbau. Kerbau kedua yang masih merumput sendiri ingin lari kencang dari serangan singa, etapi karena terlalu banyak makan, dia tidak bisa lari, dan akhirnya menjadi sangapan singa dan teman-temannya.

Nah itulah yang dimaksud rakus, tidak pernah merasa cukup dan ingin berlebih-lebihan.

Aisya mengangguk dan bilang berarti seperti kakak atau aku yang kalau suka makanan ingin dihabiskan sendiri ya mah ??? Sambil kami tertawa  bersama

#Day2
#Tantangan10hari
#KuliahBunsayIIP
#Level10
#GrabYourImagination

Kamis, 30 November 2017

Singa yang Serakah

Dongeng bermula saat Aisya bertanya tentang apa itu serakah.
Dan berceritalah saya tentang Singa yang serakah.

Alkisah di suatu hutan, singa berteman dengan puma, harimau dan serigala. Mereka berkumpul untuk membicarakan apa yang sebaiknya dilakukan agar setiap hari bisa makan. Hm...akhirnya diambilah keputusan, setiap kali ada hasil tangkapan harus dibagi 4.
Jadilah setiap hari, baik singa, puma, harimau dan serigala yang mendapat mangsa selalu dibagi 4.

Pertama puma mendapat ayam, maka dibagi untuk makan meteka ber empat.

Lalu harimau mendapat rusa, dibagi lagi berempat

Serigala mendapat anak kambing mereka bagi berempat.

Dan terakhir saat singa mendapat sapi, singa tidak mau berbagi, teman-temannya tidak berani melawan, karena singa sangat kuat, singa menghabiskan makanannya sendiri itulah singa yang serakah.

Akhirnya singa ditinggalkan teman-temannya...

Aisya dan Oza mendengarkan dengan seksama dan akhirnya mereka memahami arti serakah dari dongeng tersebut.

#day1
#Tantangan10hari
#Game10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Mendongeng Sesuai Usia Anak

Camilan Rabu 10.1 🍓🥐🍯

🎙 *Mendongeng sesuai Usia Anak*

Salah satu kunci dalam mendongeng adalah memilih dan menyesuaikan cerita dengan usia anak. Cerita yang terlalu rumit maupun terlalu sederhana mempengaruhi antusiasme anak dalam mendengarkan cerita.

Berikut teknik mendongeng yang bisa bunda sampaikan di rumah, disesuaikan dengan usia anak.

👶🏼 *Anak usia 0 – 4 tahun*
Berceritalah dengan penokohan yang dikenal anak.  Cerita yang menarik untuk mereka biasanya berkaitan dengan sesuatu yang mereka kenal, seperti dunia hewan atau kegiatan sederhana dalam kehidupan. Sajikan cerita yang sederhana dengan durasi yang pendek.

👧 *Anak usia 4 – 6 tahun*
Di usia ini biasanya anak sudah mengenal teman. Mereka sedang belajar bersosialisasi dan senang bermain. Bunda bisa bercerita mengenai persahabatan atau cerita lain yang sesuai dengan kegiatan anak sehari-hari. Ingat, tingkat konsentrasi mereka hanya 1 menit dikali usianya, maka singkat saja.

Kalimat awalan yang menarik, menggunakan ekspresi dan suara akan membuat mereka terpikat. Penambahan ekspresi gerak juga akan membuat impresi cerita makin kuat.

Cara berpikir mereka masih sederhana dan cenderung konkret sehingga sampaikan cerita yang mudah dipahami. Penokohan cukup sedikit saja agar mudah diingat, tokoh juga perlu langsung diketahui anak melalui alur cerita yang disajikan.

👦🏻 *Anak usia 6 – 9 tahun*
Pada usia ini, anak biasanya kritis dan menyukai kisah yang menyenangkan. Mereka juga mulai dapat menangkap sisi baik dan sisi buruk dari setiap cerita. Bunda bisa mulai memperbanyak tokoh, waktu mendongeng juga bisa lebih lama dan tema diperberat.

Mereka sudah mulai bisa diajak dan mengidentifikasi tokoh. Muncul keinginan diri untuk menjadi seperti tokoh yang diidamkan. Selain itu, otak dan hati mulai tersinergikan sehingga bisa menggunakan kata-kata yang agak susah.

👧🏽 *Anak usia 9 -12 tahun*
Untuk anak usia ini, perlu pendekatan yang agak berbeda. Anak dalam kelompok ini biasanya mau mendengarkan, tetapi sudah bersifat kritis. Untuk itu, cara mendongeng harus dimulai dengan dialog karena daya nalar mereka sangat peka.

Cerita yang cocok dibawakan adalah cerita yang termasuk fiksi ilmiah, seperti cerita detektif, serial robot maupun petualangan.

Demikian tadi teknik mendongeng yang terbagi dalam empat rentang usia. Ini berlaku secara umum dan tidak baku ya, jadi bisa disesuaikan lagi dengan perkembangan anak-anak bunda. Selamat menjelajah bersama anak-anak, bunda...

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

📚Sumber Referensi :
Asfandiyar, Andi Yudha. 2009. Cara Pintar Mendongeng. Bandung : DARMizan

Jumat, 13 Oktober 2017

Menganal Bakat Anak

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

🙇 *RESUME KULWHAP IIP Cirebon Raya*🙇‍♀

*Waktu*           : Kamis, 12 Oktober 2017, jam 13.00- 15.00 Wib
*Moderator*    : Riefki Amalia
*Narasumber* : Elma Fitria
*Peresume*    : Niken Panhasti

⭐ Profil Narasumber ⭐

*Elma Fitria*
*Seorang ibu pembelajar.*

📌 _Misi hidup : Merekontruksi keluarga menuju hakikatnya yang sejati._

Istri dari Muhammad Firman, praktisi Talents Mapping.
Ibu 4 anak (usia 10, 6, 4, dan 2 tahun)

🎓S1 Teknik Lingkungan ITB (2001 – 2005)

📬 Alamat : Dago Utara, Bandung
📱 Facebook : Elma Fitria
📱Twitter-Instagram : @elmafitria

📌 *Aktivitas :*

🔅 Ibu rumah tangga menuju profesional

🔅 Strength Based Family Practitioner bersama suami

🔅 Mendalami Talents Mapping dibimbing suami

🔅 Belajar jadi Home Educator dan Ibu Profesional

🔅 Mengisi seminar dan diskusi parenting.

🔅 Menulis di blog www.elmafitria.wordpress.com

🔅 Tergabung di One Day One Post (ODOP) dan bersama 32 ibu  hebat menulis buku Me Time Story, Perjalanan Ibu Bahagia

🔅Sedang menulis buku “Mengenal dan Mengembangkan Bakat Anak” bersama suami, mudah-mudahan bisa rilis Desember 2017.

📌 *Pengalaman Belajar dan Berguru :*

🔅sejak 2004 : Bu Linda Saptadji (Trainer/Psikolog)
🔅sejak 2006 : Ust. Adriano Rusfi (Psikolog/Konsultan SDM)
🔅sejak 2011 : Abah Rama Royani (creator Talents Mapping)
🔅sejak 2013 :
    - Ust. Nouman Ali Khan (video ceramah di youtube dan bayyinah.tv)
    - Bu Septi Peni Wulandani sekeluarga
    - Bu Elly Risman, Psi
    - Ust. Harry Santosa

📌 *Pengalaman Mengisi Seminar dan Diskusi Parenting :*

🔅Bersama suami menyelenggarakan Talents Mapping Basic Training (2016 dan 2017) diisi oleh Abah Rama Royani dan suami (Muhammad Firman)

🔅Bersama suami menjadi narasumber tetap materi Mengenal dan Mengembangkan Bakat Anak di Bandung, Jakarta, Jogja. Kota lain menyusul. (sepanjang 2017)

🔅    Launching SEMAI 2045 (sebagai Ketua) bersama Bu Elly Risman,Psi. (Juni 2014)

🔅Moderator untuk Mbak Enes Kusuma dan Andri Rizki Putra dalam “Yang Muda Berani Beda” (akhir 2014)

🔅“Anakku Kunci Surgaku” dalam Konferensi Hulu Hilir Halal (Januari 2015) bersama Ustadz Bendri Jaisyurrahman dan Ustadz Cahyadi Takariawan

🔅“Work and Family in Harmony” Kementerian Keuangan (2014 dan 2017)

🔅TNI Angkatan Darat (2015) bersama Mien Uno, dan Ketua Komisi Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait

🔅Selama 2015, di Fatherhood Forum bersama suami dan teman-teman SEMAI 2045 menyelenggarakan seminar berseri dengan pembicara : Pak Dodik Mariyanto (suami Bu Septi Peni Wulandani), Ustadz Adriano Rusfi, Ustadz Harry Santosa, Ustadz Bendri Jaisyurrahman, Bu Elly Risman, Keluarga Bu Septi Peni Wulandani, Ustadz Saiful Islam Mubarak.

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

[9/10 20.06] ‪+62 852-2120-7887‬: 🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳

📋 Prinsip dan Metode

*Mengenal dan Menemukan Bakat Anak*

oleh : Teh *Elma Fitria*

*Ada dua hari yang penting dalam hidup seseorang* :
🌼 Hari pada saat Anda dilahirkan
🌼 Hari pada saat Anda menemukan jawaban mengapa Anda dilahirkan

❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤

Allah SWT memberi setiap orang bakat yang unik. Kumpulan bakat unik pada diri seseorang ini adalah potensi kekuatan. Baru hanya sekedar potensi, kalau tidak dikelola. Tapi akan jadi kekuatan jika dikelola dengan baik.  Kekuatan ini Allah anugerahkan untuk menunaikan misi hidup yang unik, berbeda untuk setiap orang.

*Bakat* ini adalah pola perilaku, cara berpikir, dan cara merasa yang bisa didayagunakan optimal untuk aktivitas produktif.

Adalah tugas setiap manusia untuk menemukan potensi keunikan diri yang disebut bakat ini,.
Allah SWT menyatakan dalam *Al quran Al-Israa ayat 84* bahwa :

*“... Setiap orang akan berbuat sesuai Syakilaah-nya masing-masing ...”*

💫🌟💫🌟💫🌟💫🌟💫🌟💫

*Syakilaah* inilah modal unik yang Allah SWT install dalam diri setiap orang, dengan tujuan menunaikan misi yang berbeda demi tujuan besar sebagai rahmatan lil’aalamiin.

Sebagai orang dewasa, kita masih di jalan menemukan bakat kita, mengelolanya menjadi kekuatan, dan kemudian mewujudkan menjadi misi hidup yang mulia. Namun, sebagai orang tua, adalah tugas penting kita juga untuk mendampingi anak menemukan bakat uniknya sendiri. Oleh karena itu, kita perlu sadar (aware) dan peka dengan pertumbuhan fitrah bakat anak. Bagaimana mungkin kita bisa tahu bagaimana membantu anak mengelola bakatnya, jika kita tidak pernah mengobservasi dan mengenalinya ?

Ketika kita dan anak-anak tahu apa bakat anak-anak, maka kita jadi paham apa arahan tugas yang Allah SWT embankan kepada anak ini.

Modal bakat itu mencerminkan apa tugas atau misi anak di dunia. Cita-cita yang tepat bagi anak adalah yang selaras dengan tugas ini.                    

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Mengapa orangtua bersama anak perlu mengenali “keunikan bakat” anak ?

Because *“You Can Be Anything You Want”* is totally *WRONG* ❎‼❎‼❎‼

Seiring manusia dewasa, kita hanya akan bisa semakin menjadi diri kita sendiri, dan justru itulah letak kekuatan kita. Anak kita tidak perlu menapaki jalan yang sama dengan orang lain, justru anak akan sukses dalam jalan anak sendiri, jalan yang disitu seluruh potensi kekuatannya termanfaatkan maksimal. Inilah jalan menuju misi unik anak. Di jalan ini, aktivitas yang dilakukan adalah aktivitas yang mempertemukan bakat, passion, dan produktivitas sekaligus.

*Ciri aktivitas ini adalah 4E* :

✔ENJOY

✔EASY

✔EXCELLENT

✔EARN

Inilah sebabnya menurut Abah Rama Royani, mengetahui jalan sukses itu harus lebih dahulu daripada cara mencapai suksesnya. Karena kalau kita (orang tua dan anak) sudah tahu jalannya, sudah berada di jalan yang tepat, maka selambat apapun caranya, anak akan sampai ke kesuksesan. Tapi kalau anak salah jalan, secanggih apapun caranya tetap tidak sampai ke kesuksesan 😍😍

*Kesuksesan* ini bukan tentang kekayaan materi, tapi tentang kebahagiaan sejati, kehidupan yang bermakna dan bermanfaat bagi orang lain.

💗💐💗💐💗💐💗💐💗💐💗

3 alasan penting mengapa orang tua berada pada posisi strategis untuk mengenali bakat anak :

👨‍👩‍👧‍👦 Orang tua lah pihak pertama dan utama yang paling mempengaruhi pertumbuhan self worth dan proses self discovery.  

👨‍👩‍👧‍👦 Orang tualah yang paling mungkin memberikan ruang pertumbuhan yang sehat untuk fitrah bakat anak sepanjang hidup anak.

👨‍👩‍👧‍👦 Orang tua lah yang bisa menjadi coach membimbing anak melatih dan mengandalkan bakat kuatnya, dan membimbing anak menyiasati bakat lemahnya sendiri.    

                   
📣📣📣📣📣📣📣📣📣📣📣

*Bagaimana caranya mengenali bakat anak ?*

🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇

Langkah pertama dan utama mengenali bakat anak adalah *Observasi* jangka panjang.

*OBSERVASI* artinya kita mengamati secara obyektif, bebas dari asumsi dan persangkaan kita. Secara umum, yang diobservasi adalah setiap aktivitas yang dilakukan anak. Untuk itu, anak perlu diberikan keleluasaan mengalami berbagai ragam aktivitas, sehingga benar-benar tahu bagaimana rasanya ketika menjalani aktivitas tersebut.

Amati 5 ciri yang menunjukkan bahwa aktivitas anak ada dalam area bakat anak dari waktu ke waktu:
[9/10 20.07] ‪+62 852-2120-7887‬: Setelah *observasi*, kita tuangkan atau rekam dalam dokumentasi sederhana atau portofolio. Kita buat simpel saja, misalnya mengumpulkan karya anak, mendokumentasikan aktivitas anak dan respon anak dalam kegiatan tersebut, dll. Intinya adalah kita punya rekam jejak yang bisa memberikan data bagi anak sehingga baik orang tua maupun anak bisa aware dengan bakatnya dan menyusun cita-cita sesuai tugasnya.

📝✏📝✏📝✏📝✏📝✏📝

*Kapan observasi bakat anak ini dimulai ? Dan sampai kapan ?*

Untuk tahu waktu pengamatan ini, pahami tahap perkembangan anak sampai dewasa menurut Islam.

Mengacu dari buku Fitrah Based Education yang disusun Ustadz Harry Santosa dan Ustadz Adriano Rusfi, serta pengalaman nyata keluarga Bu Septi Peni Wulandani, maka timeline nya adalah sebagai berikut :                        

▶ *0 – 6 tahun :*
Masanya membangun bonding dengan orang tua. Pastikan kelekatan terbangun baik, karena anak hanya akan bisa jadi dekat, dan kelak jadi sahabat kita, jika di usia ini berhasil membangun kelekatan.
Berikan keleluasaan bagi anak untuk mengalami beragam aktivitas dan memahami berbagai wawasan.
Mendokumentasikan aktivitas.                        

▶ *7 – 10 tahun :*
Masanya melakukan berbagai aktivitas dengan melibatkan gagasan terkait aktivitas itu. Jadi di usia ini, setiap kegiatan dimaknai tidak hanya sebagai wawasan, tapi juga untuk membangkitkan gagasan/ide pada diri anak.
Perbanyak Tour de Talents, mengenal berbagai ragam profesi, melakukan ekspedisi dan visiting ke berbagai tempat pusat aktivitas.
Mendokumentasikan portofolio. Di usia ini, jika anak sudah mulai menghasilkan karya, karyanya sudah bisa dikumpulkan dan akan jadi rekam jejak perkembangan fitrah bakatnya.
Jangan terjebak dengan rutinitas akademik yang membuat anak terpaku pada 1 ragam aktivitas tertentu saja, karena akan menyulitkan mengenal bakat anak di usia 10 tahun.

▶ *10 – 14 tahun :*
Mewujudkan gagasan dan kompetensi anak dengan beberapa cara berikut :
Magang di suatu pusat aktivitas
Belajar bersama Maestro
Project Based Talents Development : Pengembangan bakat dengan mengerjakan proyek.
Orangtua mendampingi dengan menyusun bersama : Personalized Curriculum.
Memetakan bakat anak dengan jelas dengan Talents Mapping.                        

▶ *>15 tahun :*
Masa Aqil Baligh : Anak kita bukan anak-anak lagi, sudah masuk kategori dewasa menurut Islam. Sudah bertanggungjawab penuh atas dirinya sendiri, menanggung pahala dan dosa sendiri.

👦👕👧👗👦👕👧👗👦👕👧

*Baligh* 👉 mencapai kedewasaan biologis dengan ciri kematangan alat reproduksi.

*Aqil* 👉 mencapai kedewasaan psikologis, sosial, finansial, mampu memikul tanggungjawab syariah.

Anak sendiri sudah mulai mengambil peran sesuai talentsnya : *Talentspreneur.*

‼ *Relasi anak dan orang tua disini adalah partner.* ‼

♨♨♨♨♨♨♨♨♨♨♨

Penutup materi dari saya, saya ingin mengutip quote tentang tugas kita sebagai orang tua :

*The real task of parenting is not to prepare the path for our children rather to prepare them for the path they will inevitably need to walk.*

-Wayne Hammond, Ph.D-


1⃣ Riefki_ Cirebon

Assalamu'alaikum mbak elma ☺

Anak sya laki-laki usia 10thn skrng lg hobi bgt buat komik ringan sesuai dgn imajinasinya,, bahkan dia sdh mengkoleksi bbrp hasil komik buatannya sendiri.  Pertanyaannya :
1. Apakah hobi ananda tsb sdh bisa dikatakan sbg bakat?
2. Apabila itu bisa dikatakan bakat,  apakah bakat tsb akan bertahan selamanya atau ada masa dmn dia akan beralih ke bakat yg lain?
3. Bagaimana caranya agar hobinya dlm membuat komik bisa disalurkan ke arah yg lebih serius,, krn ananda sdh berulang kali ingin komik buatannya tsb bs dinikmati orang banyak bahkan ingin diterbitkan layaknya buku-buku yg ada di toko buku ☺

Terimakasih mbak 🙏🏻

*Jawaban*
1⃣ Mba Riefki Yth.

Hobi bisa disebut berada dalam area bakat anak jika memenuhi 5 ciri yang saya jelaskan di materi :
Yearning (Nagih)
Satisfaction (Memuaskan)
Flow (larut dan lupa waktu)
Rapid Learning (Cepat belajar)
Glimpses of Excellence (ada tanda keunggulan)

Jika pada hobi ini, Ayah/Bunda melihat ananda menunjukkan 5 ciri ini, maka ini adalah area bakatnya. Jadi Ayah/Bunda yang bisa menilainya langsung, bukan orang lain 😊.

Jika memang bakat, biasanya bertahan terus, bisa menemukan bentuk yang berbeda, tapi intinya sama.

Misalnya : yang menjadi kekuatan Ananda ketika membuat komik adalah kemampuan menyajikan cerita. Maka inilah sebenarnya bakatnya, ini bisa diwujudkan dalam bentuk lain misalnya menjadi storyteller, sutradara, presenter acara, penulis, dll. Bisa juga tetap diwujudkan dalam bentuk membuat komik. Jadi bakat itu tidak sekedar tentang mampu gambarnya, tapi bagaimana cara dia melakukannya.

Tentang menyalurkan keinginan serius membuat komik, tinggal hubungi penerbit dan bawa semua hasil gambarnya 😊. Satu penerbit nolak, coba lagi yang lain. Ada banyak penerbit, dari mayor sampai indie yang pernah menerbitkan komik yang digambar anak-anak☺ ✅

2⃣ Indah_ Bekasi

Pertanyaan : Bagaimana jika dalam perjalanan observasi, saya menemukan bakat anak pada bidang musik (menyanyi atau bermain alat musik) sedangkan saya tidak ingin anak saya menggeluti bidang tersebut nantinya?

Terima kasih

*Jawaban*
2⃣ Bu Indah Yth.

*Pada dasarnya anak dan orangtua itu berjodoh, Allah yang Mengaturnya*

Jadi adanya anak ini dengan bakatnya juga pasti ada maksudnya sehingga dipasangkan dengan Anda sebagai orangtuanya.

Pahami dulu ini di awal, sehingga kita tidak lagi melihat perbedaan sikap antara orang tua dan anak sebagai masalah.

Kita bisa melihat situasi ini sebagai : _*situasi yang Allah kehendaki menjadi bagian dari perjalanan hidup kita sebagai orang tua dan anak.
Jika anak berbakat di bidang musik, sementara anda tidak berkenan anak mendalami bidang musik. Maka duduklah bersama untuk sama sama membahas hal berikut :

1. Apa yang ananda sukai dari musik ?
2. Apa yang ingin ananda ciptakan dengan musikmu itu ?
3. Apa yang Bunda rasakan tentang musik ?
4. Apa yang membuat Bunda tidak berkenan memilih bidang musik ?

Setelah clear jawabannya baru bahas solusi.
Contohn jawaban dan solusinya, ini saya ambil contoh anak yang sudah mulai besar ya.

1. Yang aku sukai dari musik adalah musik itu bisa diterima siapa pun, semua orang ngerti "bahasa" musik, kayaknya kita bisa cerita apapun lewat musik.

2. Yang mau aku ciptakan dari musik adalah rasa kebersamaan, bahwa semua orang itu sama sama butuh disayangi dan kita bisa saling menyayangi.

3. Yang Bunda rasakan tentang musik adalah banyak membawa hal negatif, dan diterima orang tanpa sadar.

4. Yang membuat Bunda tidak berkenan adalah Bunda khawatir anak Bunda jadi terbawa hal negatif dari dunia selebriti yang menjadi pelaku musik.

Kalau sudah jelas apa duduk perkaranya dan jelas sikap masing-masing, baru tentukan solusi, misalnya :

a. Oke, kamu bisa bermusik, tapi musik yang hanya akanmembawa pesan kedamaian, dan agenmu adalah Bunda, Bunda yang akan bantu memfilter kamu dari dunia selebriti.

b. Tidak, sebaiknya kamu tidak bermusik, kita pilih jalur lain untuk menyampaikan pesanmu ke dunia. (lalu bahas jalur lain itu seperti apa).

Diskusinya tentu akan berbeda, jika anak masih kecil. Karena alasan/motif mereka ingin menekuni musik masih sangat dipengaruhi faktor eksternal seperti role model, pergaulan, peer common interest, dll.

Jika, misalnya, alasan Bunda adalah alasan yang Bunda yakini syar'i maka sampaikan juga ke anak. Bantu anak paham bahwa ini adalah prinsip bagi keluarga, sehingga pilihan aktivitas yanag diambil hanya bisa yang sesuai dengan syar'i.
kalau melihat contoh yang saya berika n, maka kuncinya di komunikasi ya, Ini yang harus diperkuat di awal, sehingga beda minat atau persepsi bisa dibicarakan dengan netral dan tidak jadi sumber masalah.

3⃣Titi Suhartin _ Bandung

Assalamu'alaikum

Pertanyaan :
Anak saya sekarang sudah kelas 3 Smp mondok dipesantren, sebentar lagi persiapan Sma, kami jarang bertemu & berkomunikasi karenanya.. apa yang harus saya lakukan untuk bisa mengenali potensi dan bakat anak yang tepat di usianya sekarang ini.

Terimakasih

*Jawaban*

3⃣ Bu Titi Yth.
Saya perlu menyampaikan prinsip dasarnya dulu. Ini berlaku untuk semua model pendidikan yang orang tua pilih untuk ananda.

*Untuk mengenali potensi dan bakat anak, kebutuhan utama yang mutlak adalah orang tua membersamai anak, sehingga mampu observasi mendalam*

Kalau menurut Bu Septi Peni Wulandani :

*Engange-Observe-Watch-Listen- write*
Engage adalah tahap pertama, terhubung sepenuhnya tahap tahap ini yang akan membantu kita mengenal anak dan mengenali bakatnya

Sebenarnya *keputusan memilih pondok pesantren untuk pendidikan anak pun adalah bagian dari hasil kita mengenal bakat anak*

Misalnya anak menunjukkan bakat tekun mempelajari sesuatu, minat terhadap topik agama, punya kemandirian mengurus dirinya, dan daya juang tinggi untuk belajar. Maka anak seperti ini sangat cocok masuk ke pesantren, karena pesantren akan membuat bakatnya terasah optimal dan signifikan melompatkan kemampuannya. Banyak ustadz ustadz sekitar kita tumbuh besar seperti ini.
Lalu bagaimana kalau sudah masuk pesantren.?
Jika sebelum masuk pesantren, ayah ibu belum benar-benar mengenali bakat anak, maka selama di pesantren, ayah ibu perlu *memastikan bahwa di pesantren anak mengalami berbagai ragam aktivitas, tidak hanya aktivitas belajar akademik, dan membahas topik yang seragam*.

Mengapa perlu begini ? karena hanya anak yang menyelami banyak ragam aktivitas yang akan bisa mengukur saya suka apa, minat apa, mudah mengerjakan apa, dll.
Bagaimana memastikan anak mengalami berbagai ragam aktivitas di pesantren ?

Pertama, Memilih pesantren yang menyajikam ragam aktivitas.
Kedua, orang tua terhubung dengan baik ke para pengasuh di pesantren tersebut.
Ketiga, memanfaatkan betul momen bertemu dengan anak atau ketika anak pulang untuk menyajikan aktivita slain yang tidak sempat dia alami di dalam pesantren.
Tanggungjawab pengasuhan dan pendidikan ada di tangan orang tua, apapun dan siapa pun wakil pendidik yang kita pilih (sekolah, pesantren, mentor, dll) 😊

4⃣ Nia Yuningsih_ Purwakarta

Assalamu'alaikum

Pertanyaan :alhamdulillah, sudah 4 buah hati kami (12th, 10th, 8th, 2th) yg sulung (perempuan) insyaAllah sudah menjelang Aqil baliqh dan rasanya sudah menemukan bakatnya, yg no. 2&3 (laki-laki) rasanya cukup sulit kami tangkap apa yg menjadi bakatnya, karena mereka cukup sulit diajak berkomunikasi, yg dibicarakan biasanya hanya tentang bermain dan bermain, saya kesulitan membangun komunikasi dengan mereka, kemudian suami merencanakan mereka untuk mondok di pesantren saya kurang setuju (yg sulung sudah mondok, insyaAllah sesuai dengan keinginannya).Menyambung dengan teori membimbing mereka sesuai fitrahnya, saya merasa banyak kecolongan dlm pengasuhan mereka selama ini. Saya ingin "membayar" pola pengasuhan sesuai fitrah untuk mereka.
Tapi bingung harus memulai dari mana dulu.

Terimakasih

*Jawaban*
4⃣ Bu Nia Yth.

Yang perlu kita ingat selalu sebagai orang tua adalah semua anak itu tidak sama. Mereka punya keunikan masing-masing, dan jalan hidup masing-masing.

Oleh karena itu, jika suatu cara efektif untuk mengasuh anak yang satu, belum tentu efektif untuk mengasuh anak yang lain. Ini paling terlihat dalam konteks mengembangkan bakat anak.
Ayah perlu terbuka dengan segala alternatif yang mungkin disebutkan oleh anaknya. Ingat, bahwa everything is negotiable kecuali hukum syar'i dan prinsip keluarga (yang juga berlandaskan syar'i).

Apapun yang disampaikan anak, kita selalu bisa mengajak mereka eksplorasi mendalam dan diskusi tentang masa depan. Kita sampaikan pemikiran kita, dan kita tanya serat gali apa pemikiran anak.
Jika anak terlihat sulit diajak berkomunikasi karena biasanya hanya bicara seputar bermain, maka coba mengawali pembicaraan dengan mengajak dia ke tempat dimana hobinya itu adalah profesi serius.

Misalnya, anak suka bermain mobil-mobilan, maka bawa dia ke sirkuit dan melihat balapan asli. Perlihatkan bahwa dari minat pun, sesuatu itu bisa berkembang menjadi profesi, jika ada bakat disitu, dan mau menekuninya dengan sabar dan tawakal.

Dan kita perlu ingat juga, bahwa segala ragam profesi yang tidak menabrak batas syar'i pada dasarnya sangat bisa dijadikan adalah jalan dakwah juga.
Komunikasi juga akan memampukan ayah bunda melihat apa yang bolong dari perkembangan fitrah anak anak selama ini,  Jadi selalu berkomunikasi✅

5⃣ Stephanie Betha_ Indramayu

Assalamu'alaikum

Pertanyaan : Apakah cara mengenali bakat anak bisa dengan melihat jenis permainan yang sering dia mainkan? hal ini sesuai dengan pengalaman saya sendiri..sewaktu kecil, kata ibu saya, saya suka sekali bermain peran sebagai guru atau mengajar...sampai saya lulus kuliah..saya tidak menyadari jika saya punya potensi untuk mengajar..dan atas saran ibu saya, saya disuruh mencoba profesi ini..
Alhamdulillah sampai skr saya sangat menikmati sekali bisa berbagi ilmu ke yang lain dan ternyata ini memang passion saya..Apakah memang ada hubungannya antara jenis permainan yang sering dimainkan saat kecil dengan bakat seseorang?

Terima kasih

*Jawaban*
5⃣ Bu Stephanie Yth.

Benar Bu, sangat bisa. Jadi bakat kita itu diinstall oleh Allah dalam ruh kita, ada video tafsir Alquran yang membahas surat Al-Israa ayat 83 - 85 yang membahas tentang syaakilaah (bentukan diri) dan ruh. Nanti saya share link videonya.

Jadi bakat ini sudah ada sejak awal dalam diri kita. Bakat ini akan menuntun minat kita. Artinya kita akan berminat pada hal hal yang disitu Allah sudah menyiapkan bakat untuk kita mengerjakannya dengan sangat baik.
Jika anak terlihat senang bermain permainan tertentu, dan menunjukkan 5 ciri bakat yang sudah saya share sebelumnya, maka kita bisa mengamati apa bakatnya melalui aktivitas permainan tersebut.
Misalnya, ibu Anda mengamati anda waktu kecil senang bermain sebagai guru dan meniru aktivitas mengajar. Maka besar kemungkinan Anda punya bakat bakat yang mendukung untuk mengajar.

Manusia punya 34 bakat sifat yang akan muncuk sebagai bakat kuat atau lemah dalam kadar yang berbeda pada setiap orang. Ini adalah hasil penelitian panjang selama 20 tahun melalui wawancara mendalam kepada 2 juta orang, oleh Gallup Organization

Ada bakat bakat tertentu yang mendukung untuk menjalani peran Teaching (dilakukan oleh guru) salah satunya adalah Developer, senang mendampingi orang lain belajar
Saya akan bahas ini di akhir ya, tentang ragam bakat.✅

6⃣ Yayu _ Garut

Pertanyaan : anak saya kelas 2 SD. Ada kekurangan dalam mata pelajaran tertentu. Apakah memang dia tidak berbakat dalam pelajaran tersebut atau memang mungkin dia kurang memahami? Jika dia tidak berbakat apakah mungkin bisa membuat dia lebih mengerti pelajaran tersebut.

Terimakasih.

*Jawaban*
6⃣ Bu Yayu Yth.

Untuk memahami apa masalah yang sebenarnya terjadi, kita perlu memetakan faktor faktoa yang mempengaruhi anak ketika belajar pelajaran tersebut.
Ada faktor tentang pelajaran itu sendiri, ada faktor gurunya, ada faktor kepercayaan diri anak ketika belajar itu, dll
JIka tidak ada masalah dari guru, fasilitas buku juga cukup, maka tinggal dilihat apa anak minat atau tidak ketika mulai belajar pelajaran itu
Jika tidak minat, kemungkinan besar, anak tidak berbakat di bidang tersebut.

Apakah pelajaran ini ditinggalkan saja ? Bisa ditinggalkan atau tetap dipelajari sebatas kemampuan, tidak perlu menargetkan bernilai bagus. Karena anak bagus di bidang dan pelajarn lain. Ini mungkin bertolak belakang dibandingkan dengan pemahaman umum yang ada di pikiran orang tua. Kalau anak kurang di pelajaran tertentu maka dia harus dikasih les disitu, didrill belajar disitu.

Drill pelajaran yang memang anak tidak minat dan tidak bakat, tidak akan menjadikan dia bagus di plajaran tersebut, bisa jadi hanya membaik. Namun untuk itu, anak mengeluarkan energi ekstra besar karena mengerjakan sesuatu yang tidak sesuai minat dan bakatnya.

Apakah ini buruk ? tergantung motif. JIka motifnya adalah ingin anak sempurna nilainya dimana-mana, lalu mengorbankan perasaan dan keunikan anak, maka anak akan tumbuh tanpa benar benar mengenal dirinya dengan baik, dan berpotensi jadi remaja galau.

Jika motifnya adalah, mengusahakan sebaik mungkin hanya sekedar untuk mengejar target nilai minimal yang memungkinkan dia lulus, maka biasanya tidak akan berdampak buruk ke anak. Pastikan saja perasaannya ditanya/dikonfirmasi terus dan diterima kerja kerasnya.

7⃣ Debbie Chintya_ Jakarta

Pertanyaan :
Pembuatan portofolio untuk tour de talents biasanya apa saja yg di dokumentasikan? Apakah dideskripsikan secara naratif berdasarkan apa yg dirasakan anak? Bagaimana jika si anak menolak membuat portofolio tsb?

Terima kasih

*Jawaban*
7⃣ Mba Debbie Yth.

Portofolio pada dasarnya adalah dokumentasi kegiatan anak dan bagaimana perasaan anak ketika menjalani kegoatan tersebut. Amati 5 ciri bakat yang sudah saya jelaskan apakah tampak ketika anak beraktivitas ?

Lebih jauh lagi bisa dilihat apakah anak Enjoy mengerjakannya, Easy mengerjakannya, dan hasilnya Excellent.
Boleh dengan deskripsi naratif, boleh point point, check list, apapun yang dianggap mudah oleh Ayah Bunda
Begitu pun dengan Tour de Talents, minta anak menceritakan apa yang dia amati dan pelajari ketika mengungjungi para maestro di bidang pekerjaannya masing-masing.
Yang pertama membuat portofolio adalah ayah bunda. Umumnya anak bisa diajak melanjutkan membuatnya sendiri, setelah anak menemukan minat dan bakatnya sendiri.✅

8⃣ Rachmi Wulandari _ Sidoarjo

Pertanyaan : Saya Ibu dari 4 anak laki2 usia 12,10,5,dan 4th..
Apa langkah awal yang harus saya terapkan agar saya bisa memberikan underline pada kesukaan dan bakat anak saya...
karena selama ini saya tidak menemukan *cara* yang pas untuk menerapkan ke anak2. sehingga..semua nya mengambang..tidak bisa saya garis bawahi..ini lho bakat anak saya.
mohon bantuan nya Bunda Elma..dari pengalaman dan ilmu nya..agar bisa saya jadikan literatur untuk menentukan dan menemukan bakat anak saya.

jazakillah

*note:anak saya yg ke2 pernah diindikasikan sbg ABK*

*Jawaban*

8⃣ Mba Rahmi Yth.

Kuncinya dalam mengenali bakat anak adalah obervasi dan mengamati apakah ada aktivitas yang menunjukkan 5 ciri bakat yang saya sampaikan di materi.

Kalau belum bisa disimpulkan mana yang menunjukkan 5 ciri bakat tadi, ya tidak apa-apa, semua proses kan butuh waktu. Orang tua butuh waktu untuk belajar cara mengenali bakat anak. Anak juga butuh waktu untuk menyelami satu aktivitas sampai dia bisa merasakan sendiri apakah dia memang ada bakat dalam melakukan aktivitas tersebut atau tidak.
Yang terpenting dari mengenali bakat anak, bukanlah segera menemukan apa bakat anak. Tapi proses orang tua belajar menerima dan mengenali anak, serta proses anak mengenali dirinya dan menerima keunikan dirinya. Anak juga tidak perlu digegas supaya segera hebat dengan bakatnya kok. Berjalan saja secara alami. Allah SWT akan punya kurikulum tersendiri untuk setiap orang. itulah sebabnya Allah menyajikan jalan hidup yang berbeda-beda untuk setiap orang, karena semua diasah dengan cara berbeda. Tentu saja, karena misi masing-masing orang juga beda.

Allah menginstall bakat ini untuk misi tertentu. Itulah yang perlu dicari oleh setiap manusia dalam perjalanan hidupnya.
Jadi sangat mungkin kita baru melihat tanda tanda bakat justru ketika anak beranjak besar, lalu anak butuh waktu lama mengasah bakatnya menjadi suatu karya produktif, lalu butuh waktu lama juga untuk akhirnya menemukan misi hidupnya. Dan Allah takdirkan umur kita, orang tuanya, tidak sampai kesitu.
Ini semua bisa saja terjadi.
Maka yang penting adalah ini:
Kita memastikan bahwa hidup kita saat ini adalah *dedikasi membersamai anak tumbuh menjadi dirinya sendiri yang otentik dan berkesadaran* bahwa dia adalah hamba Allah, akan mengemban misi dari Allah, dan hidup dalam jalan yang Allah pilihkan.
Selama prinsip ini terjiwai terus dalam hidup kita sebagai orang tua anak ini, maka _everything is fine_.

_You're on the track*_ ✅

9⃣ Imelda _ Tangerang

Assalamu'alaykum

Pertanyaan :
Saya memiliki anak yang pertama usia 6 thn, sekarang duduk dibangku sekolah fullday kelas 1, karena konsepnya full day pulang jam 2 siang.

Yang ingin saya tanyakan adalah berapa jam dalam sehari anak boleh belajar akademik?  Krn seminggu 3x  saya ikutkan les  melalui lembaga les yg waktunya menyesuaikan dengan sikon anak .

Efektifkah mengenali bakat anak melalui kursus terlebih dahulu?

Terima kasih.

*jawaban*
9⃣ Mba Imelda Yth.

Mengenali bakat anak dimulai dari aktivitas yang dipilih secara alami oleh anak, bukan yang kita pilihkan.
Sepanjang yang saya amati, les tidak bisa jadi sarana mengukur bakat anak. Tidak efektif, karena faktor spontanitas dan otentisitas disitu tidak terjadi.
Ketika anak les ataupun berada dalam sistem belajar terstruktur seperti sekolah, anak sudah lebih dulu wajib mengikuti silabus dan kurikulum tertentu, sebelum dia mengenali dan memahami betul apakah dia berminat dalam bidang itu. Ini yang sering terjadi. Les, biasanya, hanya baik dilakukan, jika anak sudah menunjukkan minat dan bakat pada bidang itu dalam jangka waktu lama, lalu kita asah, salah satunya melalui cara ikut les.Tentang jam akademik, tidak ada patokan baku berapa jam harus mempelajari akademik.
Kenapa ?
Karena bahkan jika manusia tidak sedikit pun belajar hal yang berasal dari akademik, itu pun tidak apa-apa. Manusia bertemu minat dan bakatnya bukan karena akademik, tapi karena menjalani jalan hidup yang sudah Allah rancang untuknya.
Belajar sistem terstruktur secara akademik adalah bentukan budaya kita. Mau dipakai, silakan. Tidak dipakai, juga gapapa. Tentukan itu dalam diskusi keluarga, perjelas prinsip keluarga ini apa, dan pilih jalur belajar yang sesuai prinsip keluarga dan kebutuhan masing-masing anak.

1⃣0⃣ Kurniawati Purnama Dewi_ Cianjur

Pertanyaan : Setelah mengenali bakat anak apa yang seharusnya dilakukan? Bagaimana memberikan motivasi utk anak agar potensinya optimal?

*JaWaban*
1⃣0⃣ Mba Kurniawati Yth.

Kalau abakat anak sudah dikenali, tanya pendapatnya apa yang ingin dia lakukan untuk mengembangkannya.

Setelah ditanya, silakan ajukan tawaran aktivitas yang menurut kita mungkin bisa membantu mengembangkan bakat anak.
Ini adalah proses panjang. Sekali lagi, karena Allah punya rencana atas anak ini, anak ini akan dibawa dalam berbagai tantangan hidup dan ujian. Yang terpenting adalah selalu bersama-sama berpegang teguh pada Allah, percaya pada yang Allah pilihkan karena itulah yang terbaik, dan anak bersedia menjalani segala jatuh bangun dalam hidupnya karena tahu itulah cara Allah mengasah dirinya juga bakatnya.
Dan sebagai orang tua, kita menjadi orang pertama, utama, bahkan bisa jadi satu-satunya yang mendukung anak.
Bayangkan jika orang tua anda 100% mendukung pilihan dan ikhtiar anda, dan bersedia melihat jatuh bangun ikhtiar anda, tanpa sedikit pun meragukan keyakinan dan pilihan anda. Bukankah itu dukungan terbaik yang bisa orangtua anda berikan ? Hidup yang keras sekali pu, rasanya akan sanggup kita tanggung, karena ada Allah dan ada orang tua kita yang percaya pada kita.

Begitu pun yang akan anak anda rasakan dari kita

1⃣1⃣ Yossi silvia_ Pasuruan

Assalamu'alaikum

Pertanyaan : untuk mengetahui bakat anak, boleh tidak sebagai orang tua mengarahkan atau cukup memantau anak kita mengarah kemana bakatnya.

Terimakasih

*Jawaban*
1⃣1⃣ Mbak Yossi Yth.

Dimulai dari memantau, sambil menyajikan berbagai aktivitas yang meliputi beragam bakat. Lihat apa yang anak pilih, lalu kembangkan dan arahkan mulai dari sana.
Kalau ditulis sih hanya 1-2 kalimat ya. Prakteknya mah panjaaaang dan tahunan, kita perlu stok sabar dan sayang dan percaya ketika menjalani ini semua ✅

1⃣2⃣ Rianpuspita sari_ Karawang

Assalamu'alaikum     

usia anak 4 tahun laki laki,  sepengetahuan saya kalau sekolah negeri masalah minat dan bakat ini belum terlalu di prioritaskan seperti sekolah swasta sentra atau sekolah alam. bagaimana misalnya anak di sekolahkan di sekolah negeri tp minat dan bakat nya tersalurkan,  apakah dengan mengikuti berbagai macam tambahan (les) dapat membantu?  
karena isu di domisili saya kalau misalnya sudah masuk ke sekolah swasta,  nanti ke depannya susah masuk sekolah negeri,  sampai kuliah pun susah.
awalnya saya mantap mau menyekolahkan anak ke sekolah yg menunjang minat dan bakat sejak dini, mendengar isu tsb saya jd ragu

terimakasih 😊

*Jawaban*
1⃣2⃣ Mba Rianpuspita Yth
Jika sudah duduk berdua dengan suami menentukan tujuan pengasuhan ke anak-anak. Lalu lanjut diskusi keluarga menentukan jalan belajar yang akan disajikan ke anak. Dan kemudian memutuskan bahwa anak akan masuk sekolah, maka pilih sekolah yang akan membantu ayah bunda dalam mengasuh anak sesuai tujuan pengasuhan.
Dari pertanyaan bunda tadi, bunda galau menentukan apakah sekolah negeri atau swasta karena ada isu jika swasta akan susah ke negeri bahkan kuliah.
Disini saya perlu mengajak bunda melihat lagi lebih dalam dan menentukan apa yang sebenarnya penting untuk anak bunda
yang penting adalah tumbuh kembang anak sejak kecil optimal karena baik sekolah maupun orang tua se-pemikiran, atau yang penting adalah anak bisa sekolah di negeri dan kuliah ?

Mengapa itu yang ayah bunda pilih ?
yang penting adalah anak melalui jalur sekolah lalu kuliah atau yang penting adalah anak menjalani hidupnya secara otentik ?

Anak bisa kok tumbuh otentik dengan tetap sekolah dan kuliah. Banyak yang begitu. Banyak juga yang tidak.

Anak kita yang mana ?
Jadi, menentukan jalur pendidikan anak, tidak sekedar memilih negeri atau swasta, tidak sekedar mencari mana yang mudah untuk kuliah atau tidak.

Anak kita akan menjalani apa di masa depan, bukan ditentukan oleh pilihan sekolah kita sekarang.
Hidup tidak linier. Hidup itu dinamis.
Jadi, ayah bunda bisa rileks menjalani ini semua karena hidup anak kita terjamin dalam rencana Allah SWT. Tugas kita adalah memilih pilihan yang paling tepat sesuai kebutuhan anak, terlepas apapun anggapan umum yang berkembang di luar.

1⃣3⃣ Laila Faiqoh _ Kab. Ketapang Kalbar   

Pertanyaan : untuk mengenali bakat dan gaya belajar anak dimulai dr usia berapa? Anak saya Fathan usia 3y1m, sangat aktif sehingga jarang sekali mau duduk diam dan belajar. Mengajarinya hafalan surat2 pendek n do'a sehari2 saja sambil dia lari-larian, belajar mengenalkan sholat jadi lebih berat karena dia gak mau diam dengan posisi yg sama lebih dr 1 menit. Cepat sekali bosan. Dia sudah saya sekolahkan tapi masih main2 saja, kadang berangkat kadang gak. Dan di sekolahkanpun dia sangat aktif, ketika teman2 yg lainnya bisa duduk diam dan menulis dia malah naik2 ke atas meja dan jalan ditempat di meja 😅😪.
Intinya dia sangat aktif dan gak bisa diam, jadi sebaiknya bakatnya diarahkan kemana?

Jazakillah khoir mbak..

*Jawaban*
1⃣3⃣ Mba Laila Yth.
Pertama, saya mau menyampaikan selamat dulu, karena anak Mba sepenuhnya NORMAL 😊😃.

Serius 😄.

Saya diamanahi 4 anak, yang semuanya unik. 4 anak saya ketika mereka 3 tahun, dan semua anak berusia 3 tahun yang pernah saya amati, memang aktif, tidak mungkin bisa diam, tidak bisa menerima instruksi terstruktur seperti sholat, ngaji, sekolah, dll. Juga tidak bisa diajak ikut atau bahkan sekedar dikenalkan dengan aktivitas terkait kognitif seperti belajar duduk rapi, dll.
Jadi, dalam hal ini bukan anak kita yang perlu "diperbaiki", tapi pola pikir kita dalam memandang anak yang perlu diperbaiki 😊
Ada alasan kuat mengapa Allah memerintahkan belajar sholat di usia 7 tahun. Ada alasan kuat juga mengapa manusia masuk periode menerima konsekuensi ketika tidak sholat, di usia 10 tahun.
Allah yang menciptakan manusia, menciptakan otak. Allah memang merancang otak manusia siap menerima aktivitas terkait kognitif itu di usia 7 tahun.
Jadi berharap anak bisa belajar terstruktur di usia di bawah 7 tahun adalah usaha yang sebenarnya tidak pas, bahkan dalam banyak kasus bisa mencederai otak anak.
Lalu apa yang tepat dilakukan di usia anak di bawah 7 tahun ? Perhatikan hidup Rasulullah saw
Di bawah usia 7 tahun, yang dialami oleh Rasulullah adlaah memperkuat bahasa ibu dan terhubung dengan alam. Itu semua memperkuat pondasi aqidah karena fitrah keimanan nya tumbuh subur. Golden age bagi fitrah keimanan adalah 0 -7 tahun.
Jadi perbanyak aktivitas membersamai anak yang membangun bonding ayah bunda ke anak, dengan banyak membangkitkan rasa terhubung antara anak dengan Allah. Itu alami, ada di setiap manusia. Orang tua hanya perlu membangkitkan dan menyuburkannya.

Dan ini bukan melalui diajak sholat, sekolah, ngaji, dll.
Tapi melalui berkisah tentag Rasulullah, menjawab semua pertanyaan anak (pasti lagi cerewet2nya) dan mengaitkan jawaban dengan Allah. Banyak memeluk anak dan mencium anak, dilakukan baik oleh bunda, maupun oleh ayah, sehingga terbentuk trust dan kelekatan antara orang tua dan anak.

Rabu, 20 September 2017

Melatih Anak Cerdas Finansial Sejak Dini Dapat Menjadi Bekal Yang Berharga di Masa Depannya

🌭🍟🍷 *Cemilan Rabu #8.2* 🍫🍨🍿

*Melatih Anak Cerdas Finansial Sejak Dini Dapat Menjadi Bekal Yang Berharga di Masa Depannya.*

Di tengah arus kompleksitas perubahan zaman dan gemuruh publikasi korupsi negeri ini, orang tua dituntut lebih cerdas mendidik anaknya. Tentunya kita tidak sudi melihat anak tumbuh sebagai koruptor yang menyengsarakan.

Dari situ, selain membesarkan anak yang sehat secara fisik dan emosional, orang tua juga wajib mendidik anak secara benar.

Karena, mendidik anak bukan berarti mengabulkan setiap keinginannya. Tetapi, bagaimana orang tua mampu memberi teladan dan mengenalkan anak segala akhlak terpuji, terutama pengajaran kecerdasan finansial.

Maraknya lalu lintas rayuan iklan di segala media bisa mendikte anak menjadi pribadi yang konsumtif dan hedonis.

Namun, orang tua tak perlu khawatir, ketika anak sejak dini sudah dilatih kecerdasan finansialnya. Maka hasilnya, anak akan menjadi pribadi yang tangguh dan cermat dalam mengelola uang.

Di sinilah, peran orang tua sangat vital, mengingat “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, sehingga *teladan orang tua menjadi pelajaran pertama bagi anak.*

Hal ini terbukti efektif menciptakan perubahan perilaku anak-anak agar tak terlena dengan uang. Karena, *mengajarkan anak tentang uang secara benar dapat membentuknya menjadi pribadi yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kewirausahaan.*

Mulai dari cara mengenalkan uang, menabung, berhemat, dan mengajarkan bertanggung jawab dengan uang saku, dengan menggunakan panduan akan konsep *spesifik ( _specific_), terukur ( _measurable_), dapat dicapai ( _atainable_), realistis ( _realistic_) dan jangka waktu ( _time bound_).*

Perpaduan konsep itu akan meninggikan mentalitas dan spirit anak dalam mengelola uang demi hasilnya bagi masa depan.

Selain itu, Kak Seto dan Kak Lutfi memberi gambaran metode:
*"10/10/10/70 ( _Pay yours first_)."*

Arti angka tersebut menggambarkan besaran persentase pembagian dari total uang saku yang diperoleh anak.

Semisal, 10 % untuk beramal ( _pay your soul first_),
10 % menabung ( _pay your safe first_),
10 % investasi ( _pay your self first_),
dan 70 % untuk pengeluaran kebutuhan mendasar.

Lewat pelaksanaan konsep ini akan mendorong penguatan akhlak anak menyadari bahwa uang bukanlah alat tukar untuk membeli barang semata. Lebih dari itu, uang bisa dimanfaatkan sebagai relasi penguatan penentram jiwa dan nilai spiritual ketika disedekahkan secara ikhlas.

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang Nasional/

📚Sumber bacaan:
"Financial Parenting" penerbit Nourabooks, Jakarta.
Penulis: Kak Seto Mulyadi dan Kak Lutfi Trizki.

Selasa, 19 September 2017

Cerdas Finansial #6

Berbeda dengan hari Senin, Oza tidak menggunakan uang sakunya sama sekali. Hari ini dia jajan Rp. 3.000, lalu mencatatnya di buku kas Oza. Sambil berlatih membuat pencatatan Oza juga belajar penjumlahan dan pengurangan. Math arround us...

Seperti biasa, Aisya masih belajar keinginan dan kebutuhan. Mengendalikan nafsu jajannya. Hari ini dia ingin bawa uang saku seperti temannya.
A : mah, bawa uang ya...
M : pesan bu guru kan nggak boleh bawa uang
A : iya mah, aku pengin ilona (temannya sekelas)
M : bawa bekal aja ya, yang banyak biar temannya ikut makan, nggak usah jajan semua...
A : asyyiiik...

#day6
#Tantangan10hari
#KuliahBunsayIIP
#level8
#RejekiPastiKemulyaanHarusdicari
#cerdasFinansial


Senin, 18 September 2017

Cerdas Finansial #5

Hari ini, hari senin bagian Oza mendapatkan jatah 3 harian Rp. 10.000, lalu Oza mencatat di buku kas Oza bulan September. Hari ini pun Oza tidak jajan, katanya uangnya akan di simpan, buat cadangan kalau makanan ayamnya habis.

Aisya masih mebedakan keinginan dan kebutuhan
A : mah rasanya kalau ada warung baru pengin beli terus
M : kenapa?
A : pengin mah...
M : itu namanya....
A : Boros....hahahaha

#day5
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10hari
#level8
#cerdasFinansial
#RejekiPastiKemulyaanHarusdicari

Minggu, 17 September 2017

Cerdas Finansial #4

Hari ini Oza tidak terlibat aktivitas Keuangan, Nggak jajan juga. Cukup di rumah bahagia membuat brownis hehehehe.

Aisya hari ini belajar mebedakan keinginan dan kebutuhan,

A : mah aku mau beli stiker, di warung sebelah jualan stiker, jualan mainan macem-macem gemes pengin beli beli, pakai uangku, sisa lebaran

M: stiker? Gambar apa? Mau taruh mana?

A:  ya nggak tau, nanti milih di sana, terus nggak tau ditaruh mana

M : Aisya mulai belajar yuk,membedakan kebutuhan dan keinginan,

A : apa itu mah?

M : Kebutuhan itu misalnya laper, klo nggak makan bisa sakit, lha keinginan itu pengin beli ini itu, sebenarnya klo nggak beli nggak papa
Lha kalau keinginan dituruti terus namanya boros

A : ooo gitu, nggak jadi beli aja

M: klo boros itu temannya...

A : Setaaaaan.... hahahaha

#day 4
#Tantangan10hari
#level8
#KuliahBunsayIIP
#cerdasFinansial
#RejekiPastiKemulyaanHarusdicari

Sabtu, 16 September 2017

Cerdas Finansial #3

1. Oza (8tahun)
Jumat malam sebelum tidur, saya ngobrol dengan Oza tentang kegiatan positif yang dilakukan hari Jumat. Oza akhirnya bercerita kalau dia shodaqoh di masjid sebanyak seribu rupiah (Alhamdulillah).

Setelah cek pakan ayam dan ternyata habis, Oza minta tolong ayah untuk membelikan bekatul, dengan memberi uang Rp. 5.000., lalu melakukan pencatatan di buku.  Betapa bahagianya Oza ternyata ada kejutan bonus dari ayah, pakan ayam kali ini gratis dari ayah (Alhamdulillah)

2. Aisya (4 tahun 11 bulan)
Belajar tentang pembagian penggunaan uang
A : mah kalau aku punya uang banyak, sebagian mau ditabung, sebagian mau beli mainan
M : yang buat sedekah mana?
A : oiya ding ya mah, ada yang buat sedekah (sambil meringis)

#day3
#Tantangan10hari
#KuliahBunsayIIP
#Level8
#RejekiPastiKemulyaanHarusdicari
#cerdasFinansial

Jumat, 15 September 2017

Cerdas Finansial #day2

Hari ini hari Jum'at. Seperti biasanya Oza melaksanakan sholat Jum'at bersama ayah. Hari ini Oza persiapan lebih awal. Sejak pagi setelah mandi sudah mengenakan baju koko. Lalu dilanjutkan dengan menemani mama siaran di Radio Suara Salatiga. Sesaat setelah sampai rumah, ternyata masjid mulai memperdengarkan bacaan ayat suci Al Quran. Oza menunggu ayah pulang dari kantor untuk sholat jum at bersama. Sementara itu Oza memberi makan ayam-ayamnya.
Saat ayah tiba, mereka pun bersiap mengambil wudu untuk berangkat sholat Jumat. Ada kejadian menarik sebelum berangkat ke masjid. Oza masuk kamar, dan membuka dompetnya, dia lakukan dengan sembunyi-sembunyi. Lalu saya tanya,
M : Buat infaq ya kak?
O : (Tersenyum sambil lari kecil)
M : Berapa itu?
O : (tidak terjawab)

Sampai laporan ini dibuat Oza masih merahasiakan jumlah uang yang disedekahkan, dan belum mau menuliskan di pembukuannya (pe bukuan Oza terlampir). Dia hanya menuliskan uang yang digunakan untuk jajan kemarin, hari ini dia tidak jajan. Karena dia tahu sedekah yang baik, yang dirahasiakan. Barokallahufikum.

Lain Oza lain Aisya, Aisya masih belajar komsep rejeki. Dia bilang kepada saya
A : mah, besok ke ramayana yuk?
M ; doa dulu sama Allah biar mamah punya rejeki yang cukup
A: kan cuma 5 ribu (main timezone)
M : belum parkir, belum jajan, itu kalau cukup 5 ribu mainnya.
A : eh iya ding (sambil nyengir)

A : mah, tunjuk ngajiku patah, aku pemhin beli yang baru yang lebih tebel biar gak patah, nanti pegangnya nggak ditekan-tekan
M: ya, nanti mamah kasih uang, Ais beli sendiri ya
A : ya mah

Hari ini Aisya belajar konsep rejeki dan mem edakan kebutuhan dan keinginan

#day2
#Tantangan10hari
#level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiPastiKemulyaanHarusdicari
#cerdasFinansial