Menstimulus anak suka matematika dengan menyadari bahwa setiap kegiatan ternyata tidak lepas dari matematika. Dan di Sekolah, teori yang ada seakan memisahkan antara matematika dan kehidupan sehari-hari.
Oza anak pertama saya sangat matematis. Berpikir logis, kritis, sistematis, teliti dan deduktif dalam semua hal. Misalnya saat saya parkir motor, dia akan menyiapkan semuanya agar saat keluar dari tempat parkir jadi mudah, lalu mengarahkan motor saya, menjaga motor tidak tergores. Contoh lain lagi saat akan pergi dia akan menyiapkan semua keperluan, mengunci pintu, memeriksa jendela-jendela, bensin, check motor semua biasa dilakukan dulu.
Bermain 3 jadi saat menjalankan tantangan kemarin semakin melatih Oza untuk berlatih strategi. Begitu pula Aisya. Aealnya dia suka belajar mengurutkan angka, atau bermain peran, misal ada jeruk “aku makan satu sisa berapa ya?” tanpa saya dampingi, disini saya hanya sebagai pengamat.
Setelah adanya tantangan ini semakin menyadarkan saya, bahwa matematika dalam prakteknya ada di Sekitar kita, dan anak-anak dapat belajar dengan mudah dari permainan sehari-hari.
Terimakasih Bu Septi dan IIP yang telah mengajarkan saya banyak hal. Terimakasih mbak Ratih yang telah memandu kelas dengan keren sehingga saya dapat menuntaskan tantangan. Terimakasih teman-teman yang telah menginspirasi.
#aliranrasa
#GameLevel6
#kuliahbunsayiip
#matharroundus
#ILoveMath
Tidak ada komentar:
Posting Komentar