📕Resume Diskusi Whatsapp denganTema: *MARI MEMULAI HOME EDUCATION*
👩🏫Narasumber: Bunda Deasy dan Ayah Rocky M. Adryanto
🗓Waktu: Jum'at,24/Agustus/2017
⏰ 13:00-14:30
🎙 Host : Bunda Intan Dian
📝 Notulen : Ayah Lukman
➖ *Profil Narasumber HEbAT Community* ➖
☘ Deasy Puspawati
☘ Jakarta, 15 Desember 1978
💝 Menikah dengan Rocky M. Adryanto
💝 Ibu dari Fadhlurrahman Nail Husnayan (11y) dan Syakira Bilhaq (7y4m)
🔹 Tinggal di Bojongsoang, Bandung
🔹 Mengenal dan memiliki minat besar pada dunia pendidikan, sejak mengasuh anak anak TPQ pada sebuah masjid di Surabaya, pertengahan 1998.
🔹 Senang berkolaborasi, bersinergi dan berjejaring sejak mengenal kawan kawan di organisasi Remaja Masjid, tahun 1998 serta perkumpulan lainnya.
🔹 Praktisi Home Education berbasis Fitrah
🔹Pembimbing sebuah PAUD di Bandung
🎙 *Host*
Baik, kita lanjut saja ke materi ya.. Sambil menunggu Bunda Deasy hadir bersama kita disini..
🏡💕
*Mari Memulai Home Education*
_Subject Matter Expert (SME): Bunda Septi Peni Wulandani_
Assalamu'alaikum wr.wb. ayah bunda yg dirahmati Allah SWT
Alhamdulillah, kali ini kita dapat bertemu kembali, untuk belajar bersama-sama membangun pribadi-pribadi yang indah masa depannya. Pertemuan kita kali ini kita akan membahas bagaimana memulai Home Education.
Sebelumnya kita pahami dulu Home Education (HE) adalah kewajiban syar'i kita sbg orangtua.
Bahkan menurut saya justru jadi ilmu wajib bagi para calon ibu dan calon bapak.
Home Education itu dimulai dari satu pemahaman para fasilitator utamanya yaitu kita sebagai orangtuanya.
Beberapa hal yang perlu kita lakukan untuk memulainya, adalah:
1. Berdiskusi secara rutin antara anda dan pasangan tentang konsep HE. Tentukan jadwal khusus untuk anda bersungguh-sungguh membahas hal ini.
2. Seringlah belajar bersama dengan pasangan kita tentang HE, baik dengan silaturahim, ikut seminar, bedah buku dll kemudian segera tentukan apa hal-hal baik yg bisa segera kita terapkan di keluarga kita.
3. Berpeganglah teguh pada Al Quran dan Hadist sebagai acuan utama kita mendidik anak. Yang lain hanya jadikan referensi, jangan justru membuat anda bingung.
4. Belajarlah melihat potensi unik anak-anak kita, kemudian perkuat sisi keunikan tersebut, ingat anak kita adalah "limited edition" hanya kita yang paham, jangan pasrahkan ke orang lain.
5. Mulailah membuat kurikulum untuk anak-anak kita dengan sederhana, mulai dari aktivitas mereka 0-2 th, 2-7 th.
6. Konsep utama HE adalah Iqra' dan thalabul 'ilmi. Jadi urusannya adalah belajar atau tidak belajar bukan sekolah atau tidak sekolah.
-----------------------------------------------
* Materi diringkas dari Materi Pokok 1+2
🎙 *Host*
Alhamdulillah Bunda Deasy dan Ayah Rocky sudah hadir bersama kita semua.. 😍💕
Assalamu'alaikum.. Selamat Datang Bunda Deasy dan Ayah Rocky.. Terimakasih banyak sudah berkenan hadir dalam diskusi whatsapp pada siang hari ini.. 😊🌺
Kami antusias ini adalah tema yg kami tunggu tunggu 😄
*Sekali lagi diberitahukan kepada Ayah Bunda jika ada pertanyaam dapat langsung wapri ke saya ya*
🎙 *Host*
Baik, Bunda Deasy, apakah sudah boleh saya share pertanyaan yg sudah masuk? 😊
Bunda Deasy :Wa'alaikum salam Wr.Wb
Terima kasih banyak bunda Intan dkk, km sdh diundang ke Semarang 🙏🏻😊. Semoga kita semua dalam keadaan sehat wal'afiat
🎙 *Host*
Aamiin ya Rabbal'alamin..Alhamdulillah kami seneng bun bisa sama sama belajar disini dengan Bunda Deasy dan Ayah Rocky.. Barakallah aamiin 😊💞
Baik Bun langsung saja ke pertanyaan yg sudah masuk yaaa.... 😄
📌Pertanyaan
1⃣
💬Bunda Puji - Pekalongan
Bagaimana mempersiapkan home education utk orangtua tunggal dan harus bekerja juga?
Jawab Bunda Deasy :
Secara umum, mempersiapkan HE baik orangtua utuh maupun tunggal, baik yg bekerja publik maupun bekerja di rumah adalah sama saja. Sama sama perlu mempersiapkan diri dari aspek ruhiyah, fisik, psikis, keilmuan serta aspek lainnya yang menunjang pengasuhan berjalan baik. Karena ketika orangtua sudah diberi kepercayaan Allah dititipkan amanah, artinya Allah telah mempersiapkan seperangkat fitrah/potensi untuk mendampingi anak anaknya.
🎙 *Host*
Terimakasih Bunda Deasy atas jawabannya, bagaimana Bunda @puji utami | 🌻 ひまわりknit 🌻 ada yg mau ditanggapi dari jawaban Bunda Deasy? 😊
🎙 *Host*
Baik nampaknya Bunda Puji sedang tidak online saat ini
Lanjut ke pertanyaan selanjutnya ya Bunda 😊
📌Pertanyaan
2⃣
💬Bunda Neny Semarang
Bagaimana menyiasati pembelajaran anak yang tidak bisa dijadwalkan. Jadi misalnya hari ini ingin saya ajak mengamati semut di lapangan, ee..anak saya ga mau. Maunya main rumah2an di rumah. Anak saya umur 4 dan 2 tahun.
Jazakillah khayr nggih bu 🙏🏾
Jawab Ayah Rocky :
Bunda Neny semoga Alloh merahmatinya..
Pada praktek pendidikan anak di rumah, sy berusaha komitmen n konsisten menjadikan anak sbg subjek pendidikan. Penjadwalan adalah kesepakatan antara kita dgn anak. Sy lebih mengikuti kesiapan anak untuk belajar apa, dan menjadikan media belajar sebagai tools utk mencapai tujuan pendidikan. Pd usia 4 th, lbh kami lbh berupaya pada membangkitkan logika dasar dan nalar nya saja. Demikian kiranya. 🙏
🎙 *Host*
Terimakasih Ayah Rocky atas jawabannya, jadi sebaiknya memanh ada komitmen mengenai jadwal ya, jadi saat pembuatan jadwal pun melibatkan anak 😊
Lanjut ke pertanyaan berikutnya
📌 Pertanyaan
3⃣
💬Bunda Ahza - Semarang
Bagaimanakah cara meng HE kan anak sementara saya dan suami biasanya berangkat kerja jam 6.00-16.00 baru sampai rumah kembali.
Anak kami 3.5th kami titipkan di TPA😭, saya sudah ada keinginan untuk resign tapi belun diijinkan suami.
mohon pencerahannya...
Terimakasih banyak atas jawabannya.
Bunda Ahza
Wassalamualaikum wr wb
Jawab Ayah Rocky :
Bunda Ahza, semoga Alloh merahmatinya.
Pertama, HE/ pendidikan dirumah sejatinya merupakan amanah dari Alloh sang pemilik kehidupan ini. Respon kita terhadap amanah ini merupakan indikator iman kita, kalo responnya cepat/ segera iti berarti iman kita kuat, bgtu pun sebaliknya. Bersykurlah... dan sabar..
Tanggung jawab mendidik, membimbing anak kita sesuai fitrah nya tidak bisa di gantikan oleh pihak lain selagi ayah bunda nya ada..
Coba bunda lakukan penilaian ulang, dari sekian harta yg paling berharga yg ada dirumah itu apa? Kalo jawaban nya Anak, masya Alloh.., lakukan segera untuk hadir mendampingi, membersamai, dan membangkit kan fitrah anak bunda.
demikian kiranya. 🙏
Bangun komunikasi dengan suami secara baik &kesabaran penuh, tingkatkan pemahaman akan tanggung jawab aybun sbagai penerima titipan Alloh.
Bila kita berharap anak kita sholeh di mata Alloh, mulak bagi ortunya harus sholeh dimata Alloh pula.
🙏
🎙 *Host*
Jadi ikut tersentuh membaca jawaban dari Ayah Rocky.. Terimakasih.. Mudah mudahan kita semua bisa selalu melakukan yg terbaik utk membersamai anak anak yg merupakan amanah dari Allah.. 💕 aamiin
🎙 *Host*
Adzan Ashar sudah berkumandang, mari kita break dulu ya untul sholat
🎙 *Host*
Alhamdulillah mari kita lanjut ya Diskusi Whatsapp nya.. Ada 2 pertanyaan lagi yg belum terjawab.. Terimakasih banyak Bunda Deasy dan Ayah Rocky yg sudah bersedia bersama kami sampai selesai..
📌 Pertanyaan
4⃣
💬Bunda Novita - Semarang
Bagaimana trik agar kita bisa mulai menerapkan home education dengan berbagai faktor kesulitan intern (misal sibuk dengan pekerjaan rumah tangga,jarak usia anak dekat 7bln&2thn yang menguras tenaga) dan ekstern yaitu saudara dan mertua yang tidak setuju
Jawab Bunda Deasy :
Bunda Novita yang baik..., salam silaturrahim 🙏🏻😊. Semoga bunda dan suami senantiasa Allah beri kekuatan dan kesabaran dalam menjalankan amanah mulia ini.
Kondisi bunda jamak dialami oleh bunda bunda yang lain, semoga bunda tetap optimis dan rileks bahwa kita tidak sendiri mengalaminya. Sama seperti jawaban suami saya di atas, mari kita bangun komunikasi dengan pasangan secara baik&penuh kesabaran. Bangkitkan pemahaman bahwa amanah ini tidak hanya menjadi tanggungjawab bunda seorang, tapi bersama dg suami. Ridho dan bersykurlah atas ketetapan Allah bahwa bunda diamanahi 2 anak yg lucu, sehat, cerdas, baik, periang. Dan nikmatilah kondisi bunda saat ini, krn kelak kita akan kehilangan moment indah kebersamaan ini. Anak anak kita terus tumbuh dan berkembang. Kelak kelucuannya akan kita rindukan, kelak lincah pola lakunya akan kita impikan, dan kelak mereka akan meninggalkan kita.
Trik terbaik berasal dari bunda & suami yang membersamai sehari hari. Amati, rasakan, dengarkan, dan serap hal yg paling mudah dan urgen untuk kita lakukan dalam memulai HE, baik bersama suami maupun anak anak. Jika keluarga kita sudah memiliki nilai, pola serta kesepakatan dalam menjalankan HE dan itu telah menguat, insya Allah pihak luar tidak akan mempengaruhi langkah kita.
🎙 *Host*
Iya ya Bunda Deasy, tumbuh kembang anak tidak akan terulang, mari kita menikmatinya, kualitas waktu bersama anak ditingkatkan 😊💞.. Benar benar mengena nih jawaban dari Bunda Deasy.. Terimakasih...
Nah pertanyaan terakhir cocok nih jadi penutup bun
📌 Pertanyaan
5⃣
💬Bunda Nisa - Pekalongan
Pengalaman selama HE,apa suka duka nya ? Terimakasih bun😊
Jawab Bunda Deasy :
Insya Allah akan jawab berdua ya bun, krn bisa jadi saya dan suami punya pengalaman berbeda...apalagi anak anak kami luar biasa "mennggoda" lincahnya 😀
Kalau saya, banyak suka nya Bun Nisa 😍😍😍
🎙 *Host*
Waaah asik nih jawaban suka duka dari kacamata Bunda dan Ayah praktisi HE 😍
Jawab Bunda Deasy (kompilasi) :
Duka dalam perspektif sedih kali ya...
Sedih kalau jagoan jagoan sy murung, sakit, luka, nggak ceria. Krn keduanya setiap hari teh aktif banget. Senang bergerak, senang berkreasi, apa aja jadi bahan belajar&bermain. Masing masing juga punya keunikan yang Masya Allah...menakjubkan (sy yaqin anak anak ayah bunda juga demikian). Dari waktu ke waktu Allah menunjukkan suatu perkembangan yg tidak kami sangka sangka dlm diri anak anak... Alhamdulillah. Rasanya Allah sayang banget sama kami, padahal kami masih banyak kekurangan 😔🙏🏻
Duka/sedih lainnya, jika perasaan&pikiran kami sedang tidak stabil...dan ini mesti kami terima dan akui. Kadang emosi atau suara yang meninggi membuat anak anak tidak nyaman dengan saya (terutama), kalau sama ayahnya mah...anak anak happy terus 😀👍🏽👨🏻👦🏻👧🏻😍
Sukanya: banyak..., sulit diungkapkan satu persatu.
- Yang utama, kami merasa Allah begitu dekat&sayang lewat keajaiban keajaiban yg Allah titipkan kepada anak anak kami.
- Insya Allah fitrah dan potensi anak anak tumbuh sebagaimana mestinya, mudah2an demikian pula hingga mereka Aqil Baligh
- Kami makin merasa yakin bahwa HE itu bukan beban, tapi rute kehidupan yang mesti kami jalani.
- Kami juga yaqin dg janji janji Allah terhadap hambanya yang memenuhi panggilanNya.
- Makin kita bersyukur terhadap anak anak, makin banyak Allah limpahkan rezeqi
Pokoknya banyak deh sukanya ❤❤❤😀
Jawab Ayah Rocky (kompilasi) :
Sukanya..
Gairah untuk terus belajar meningkat bun.., gairah untuk mengutuhkan fikiran, perasaan, secara spiritual jg meningkat, cara berfikir thd anak jadi naik level bun.., sebelumnya memahami anak sbg beban, sekarang memahami anak sebagai aset ☺
Sukanya juga sy jd lebih pede karena sudah menunaikan kewajiban utama sbg aybun , dan anak2 konfirm akan hal itu..
Suka nya juga HE menjadi media saya menghantarkan kedewasaan dalam beradab, berilmu dan berkebajikan.
Sukanya anak2 menemukan dan menikmati jati dirinya pada masanya..
Anak sy faham bahwa dia belajar bukan untuk menjadi yang dia pelajari, tapi belajar untuk memahami peran utamanya sbg 'abdillah.
Dukanya... apa ya.. 😃
🎙 *Host*
Wah wah bikin makin semangat membersamai anak jadinya ya baca jawaban dari Ayah Rocky dan Bunda Deasy 😃💞...
Nah Ayah Rocky duka nya apa nih dari kacamata seorang Ayah? Apa terlalu banyak suka nya ya jadi rintangan terhempaskan jauuh sehingga tidak terasa menjadi duka 😊
Jawab Ayah Rocky :
Iya betul begitu bun..☺
Umumnya dari eksternal, contoh orang tua kebetulan akademik mainded.
Alhamdulillah setelah dikomunikasikan secara perlahan, penuh keyakinan, mereka mereka pun mendukung karena sejatinya orangtua nyalah yg bertanggung jwb akan pendidikan anak nya..
Contoh lain tatkala minimnya biaya/ keuangan untuk memfasilitasi kegiatan anak2. Ternyata yang muncul bukan duka melain kreatifitas kita sbg aybun dan anak untuk membuat fasilitas yg lain agar tujuan pendidikan tercapai. Itu semua kembali pada komitmen & konsistensi kita pada tujuan.
🎙 *Host*
Subhanallah gak terasa sudah pukul 16:50 😄 waktu yg tercurah cukup lama nih dari Bunda Deasy dan Ayah Rocky..
Penjelasan2nya dari hati sehingga saya yg membacanya pun ikut menemukan gairah, spirit, semangat utk terus ikhtiar memperbaiki diri dan membersamai anak.. 😊💞 semoga Allah lancarkan..
Terimakasih ya Bunda Deasy dan Ayah Rocky... Semoga ilmu, dan segala kebaikannya dibalas oleh Allah SWT
Semoga gak kapok ya mampir ke semarang.. Jika sedang bertugas atau berlibur ke semarang hubungi kami yaa Aybun.. Mudah mudahan bisa bersilaturahim 😊💞
Haturnuhun pisan.. Jazakullah khairan katsiran.. Semoga sehat bahagia berkah selalu bersama keluarga.. Barakallah..
🎙 *Host*
Demikian diskusi whatsapp dengan judul *Mari memulai Home Education* waktu yg panjang sekali ini.. Tapi Ayah Rocky dan Bunda Deasy berkenan berbagi disini ya senangnya 😃😃.. Alhamdulillah.. 😊💞
Jawab Ayah Rocky :
🙏 terimakasih ayah bunda HEbAT semarang atas kesempatan nya untuk berbagi.
Mohon maaf atas segala kekurangan nya.
🎙 *Host*
Kami bersyukur aybun, semuanya terasa lebih malah..😊 puas dengan jawaban jawabannya..
🎙 *Host*
Mudah mudahan kita berjumpa lagi ya di diskusi whatsapp pekan depan dengan tema lain dan narusmber lain In sya Allah..
Salam semangat membersamai Anak mencapai Ridha Allah SWT Ayah Bunda HEbAT 😊
🎙 *Host*
Selamat melanjutkan aktivitasnya kembali Ayah Rocky dan Bunda Deasy dan Ayah Bunda HEbAT
🎙 *Host*
kita tunggu catatan resume nya dari Ayah Lukman ya yg bertugas sebagai notulen di kesempatan kali ini 😊
Saya sebagai host undur diri ya..
Wassalamu'alaikum wr.wb
🎙 *Host*
Mari kita akhiri dengan bacaan doa penutup majelis
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar