Late post
Bermula dari saya membelikan cemilan untuk dimakan di rumah, makroni super, yang bantat agar keras dengan rasa pedas, ternyata di gemari oza (7 tahun) dan aisya (4 tahun). Saat itu hari rabu 8 feb 2017
Sambil ngobrol nyemil tiba-tiba oza mengambil plastik dan memasukan ke dalam plastik. Oza bilang "mah ini bisa dijual". Saya bilang "kakak mau jualan?, yang mau beli kira2 siapa? ". Oza jawab "anak-anak mah". Saya jawab "okey kalau begitu berarti kita jual dengan bungkus kecil, bisa dijual di warung dan tetangga dengan harga bedha, kakak punya uang buat kulakan?" Kakak jawab " 15 ribu, cukup mah? ". "Cukup untuk setengah kilo" jawab saya.
Hari minggu tanggal 12 Februari 2017, kami pergi kulakan. Sebagai leader, oza punya bakat arranger. Membagi tugas seuai dengan keahlian. Berikut tugas anggota keluarga:
OZA : mengukur seberapa banyak makroni yang dimasukkan di plastik, memasukkan makroni ke plastik
Aisya : menggunting kertas label
Mamah: memasukkan label
Ayah : merekatkan plastik
Aisya : menggunting kertas label
Mamah: memasukkan label
Ayah : merekatkan plastik
Satu keluarga bekerjasama, ya .... pelerjaan lekas selesai. Anak-anak senang karena tidak merasa bekerja.
Setelah selesai, ini bagian pentingnya, adalah menjual produk. Oza menawarkan ke warung mbah, untuk dijual kembali. Harga satuan @500, apabila beli 10 jadi 4000. Kali pertama berhasil, oza senang mendapat uang 4.000, lanjut jual ke tetangga sebelah rumah... dan terdengar teriakan " mamah... aku berhasil jualan 1 bandel lagi". Tidak berhenti disitu, oza juga menawarkan ke pelanggan yang ngeprint di rumah kami... hm... tapi nggak ada yang beli... hehehe nggak papa. Masih pantang menyerah... oza menawarkan dagangannya dihari-hari berikunya sampai habis makroni pedasnya.
Setelah dagangannya habis, saya mengajari oza melakukan pembukuan sederhana. Berapa uang yang di gunakan untuk modal dan berapa penghasilannya, terus untung atau rugi... dan hasilnya dia untung 10ribu rupiah... oza senang sekali dengan hasilnya sendiri. Lalu dia menyimpulkan "mah, cari uang itu mudah ya, besok aku jualan lagi". Oza juga bercerita setiap kali menerima uang dagangannya laku dia mengucapkan syukur alhamdulilah di dalam hati....
Dari peristiwa ini saya dapat melihat bahwa fitrah keimanan mulai tumbuh dengan meminta, tahu Allah maha memberi dan kepada Allah kita bersyukur
Fitrah bakat : sebagai arranger, marketer, activator semakin terlihat
Fitrah belajar: rasa ingin tahu yang tinggi tentang jual beli, tidak mudah menyerah, ingin inovasi baru setelah dulu pernah berjualan jus jambu.
Fitrah estetika: bagaimana menata dagangan agar menarik dan indah dilihat
Fasilitator : mama dan ayah
#FBE
#oza7tahun
#oza7tahun



Tidak ada komentar:
Posting Komentar