Rabu, 15 Februari 2017

Aliran Rasa Komunikasi Produktif

Alhamdulilahirobbil alamin.... Segenap syukur kami panjatkan kehadirat Allah, yang telah menuntun saya sampai di kelas bunda sayang di Institut Ibu Professional. Saya sangat bersyukur sekali berada di kelas ini, karena ini adalah KM 1 saya dalam menjalani misi hidup saya.

Sebagai ibu saya merasa terlambat baru tahu ilmu tentang komunikasi produktif secara gamblang dan praktek secara nyata dengan hasil tercatat sebagai tantangan 10 hari. Tantangan 10 hari adalah tantangan awal dalam komunikasi produktif. Tantangan yang sebenarnya adalah saat kita menjalani kehidupan ini sampai menutup mata de gan tetap mempraktekkan komunikasi produktif. Sebelumnya saya sudah  pernah menerima materi ini, tetapi dalam pelaksanaannya kurang terukur keberhasilannya.

Saat menerima materi, suami saya, ayah Dedi Irawan tercinta ikut membaca materi ini. Bapak dari anak-anak ini yang mengingatkan saya terutama saat saya lalai.

Saya akan menceritakan hikmah yang kami rasakan setelah menerima materi ini.
1. Saya dan suami
Saya dan suami sudah mengenal cukup lama sebelum akhirnya kami menikah. 9 tahun..... adalah waktu yang cukup untuk mengenal satu sama lain. Delapan tahun menikah menambah lama waktu kami saling mengenal. Bukan hanya sebagai suami, tapi juga teman bermain...ya bermain saya dengan anak-anak. Bermain bersama adalah salah satu family forum kami, hampir tiap hari kami bermain bersama.lalu kami akan bercerita impian-impian kami dan bagaimana menggapainya.
Namun demikian kadang juga masih terjadi salah paham. Salah paham ini lebih ke kesalahan saya yang terkadang FoE dan FoR kami bedha. Saya yang punya bakat analitik, kalau dengar berita, langsung tanya nerocos bukti-bukti dan sebagainya. Ini suami yang tidak suka jika dalam waktu yang tidak tepat. Saya sering kena tegur dalam hal ini. Alhamdulilah komunikasi kami komplementer, tidak pernah komunikasi silang bahkan tersembunyi. Jika ada masalah harus diselesaikan dahulu sebelum tidur walaupun perlu waktu yang lama atau sampai larut malam.  Kami bicara blak-blak an. Suami lebih sabar. Di akhir pembicaraan suami sering menyimpulkan FoE dan FoR kita. Dan saling mengingatkan apabila ada yang melakukan pelanggaran (kayak sepakbola saja hihihi.......

2. Dengan anak-anak

Ehm....paling parah saya mempertahankan suara ramah apabila lomdisi sedang tidak fit, banyak kerjaan, dan anak berkelahi..hwaaaaa mungkin lebih baik saya tidur saja... daripada jadi srigala. Tidak ada pengganti saya di rumah. Mau sakit atau sehat semua harus saya kerjakan kalau suami kerja. Kalau suami di rumah lumayan ada yang bantu-bantu. Anak-anak tidak biasa dengan eyangnya. Suara ramah masih jadi PR saya setelah tantangan 10 hari.
Materi lainnya alhamdulilah nyantol dikepala, dan bisa lakukan lakukan lakukan. Penginnya family forum ditulis terus, tapi apadaya setelah tantangan 10 hari selesai, anggota keluarga sakit bergantian. Sampai sekarang jadi belum sempat saya posting cuma sudah saya tulis tangan.

Saya banyak minta maaf dengan anak pertama saya, karena saat awal menjadi ibu, amburadul komunikasi saya. Berimbas dengan komunikasi dia yangbkurang baik, terlebih saat dia lahir, kami masih jadi 1 dengan keluarg besar jadi banyak pengaruhnya juga. Anak nangis terlalu lama, saya kena marah, anak mau eksplore saya kena marah. Itu yang membuat anak-anak tidak mau dengan eyangnya karena banyak larangan.

Dari semua materi, saya paling tertarik dengan bahasa cinta. Saya sudah mendeteksi ini sebelum ada materi ini. Dengan adanya materi ini jadi lebih jelas kalau deeksi saya benar.

a. Anak pertama
Bahasa cintanya sentuhan fisik dan waktu bersama.kemarin dia menyatakan, pengin ngiras bakso berdua dengan mamah, tanpa adik dan ayah. Karena jika kami hanya berdua bisa cerita banyak hal dan tertawa bersama.

b. Anak kedua
Bahasa cintanya kata pendukung, waktu bersama, sentuhan fisik, hadiah. Hm...ini lebih banyak... tapi ini memudahkan saat kakaknya ingin berdua. Cukup kata-kata pendukung dan hadiah sudah bisa membuatnya bermain sendiri, walau untuk sesaat.

C. Suami
Bahasa cintanya....kata pendukung, sentuhan fisik, pelayanan....

Kalau saya sendiri.....hwa.... tidak ada yang nanya.....hm... saya suka sentuhan fisik dan hadiah hahahaa...(tutup muka )

Itulah aliran rasa saya....intinya saya bahagia dengan mendapat materi ini, mulai dari manggut-manggut, tertampar dan instropeksi diri....semoga bisa istiqomah dan selalu melakukan perbaikan setiap hari. Setiap malam instropeksi, dan memulai pagi dengan belajar lagi...

Terimakasih kepada Bu Septi yang telah memberikan materi yang sangat menarik, semoga menjadi jariah. Kepada ketua kelas dan koordinator bulanan juga terimakasih sudah memudahkan kami menerima materi, mengumpulkan tantangan dan memandu diskusi. Love you full deh...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar